By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 5 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Republik yang Berpikir seperti Kerajaan: Republik atau Kerajaan Pajak 
Pemerintah

Republik yang Berpikir seperti Kerajaan: Republik atau Kerajaan Pajak 

Diajeng Maharini
Last updated: June 5, 2026 12:13 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Indonesia sering membanggakan diri sebagai negara modern, tetapi pertanyaan republik atau kerajaan pajak tetap relevan di tengah pembangunan pesat. Gedung pencakar langit muncul di kota-kota besar, jalan tol terus bertambah, teknologi digital masuk hampir semua aspek kehidupan, sementara pemerintah menggaungkan transformasi digital, hilirisasi industri, kecerdasan buatan, dan visi Indonesia Emas. Dari kejauhan, Indonesia tampak rasional, efisien, dan beradab, tetapi kenyataan masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam sering berbeda jauh.

Modernitas dan Keadilan yang Tertinggal

Modernitas tidak cukup diukur dari gedung tinggi dan istilah futuristik. Bangsa menjadi modern ketika kekayaan alam dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan sebaliknya. Kekuasaan yang bekerja untuk rakyat mencerminkan modernitas sejati, sementara kekuasaan yang hanya mengambil dari rakyat mencerminkan pola lama kerajaan. Cak Nun menegaskan bahwa daerah penghasil sumber daya sering memperoleh bagian paling kecil. Hasil tambang dan mineral sebagian besar dikuasai pengusaha dan pemerintah pusat, bahkan sebelum sumber daya tersebut digali. Kritik tersebut memaksa publik menilai ulang hubungan pusat dan daerah serta keadilan distribusi manfaat.

Ketimpangan Daerah Penghasil

Secara logika sederhana, masyarakat di wilayah kaya sumber daya harusnya menikmati manfaat lebih besar. Jalan, pendidikan, fasilitas kesehatan, dan peluang ekonomi seharusnya berkembang lebih cepat. Namun kenyataannya, kekayaan keluar dalam jumlah besar sementara manfaat yang kembali jauh lebih kecil. Daerah hanya menjadi lokasi eksploitasi, bukan pusat kemakmuran. Ketimpangan distribusi menimbulkan perasaan tidak adil, bahkan mempertanyakan prinsip solidaritas nasional.

Demokrasi dan Paradoks Kekuasaan

Indonesia mengklaim demokrasi dan kedaulatan rakyat, serta menyatakan kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun praktiknya, rakyat yang hidup paling dekat dengan sumber daya sering memperoleh bagian terkecil. Negara kesatuan memerlukan distribusi untuk solidaritas antarwilayah, tetapi ketimpangan ekstrem menimbulkan pertanyaan keadilan. Kekuasaan yang sehat menanyakan bagaimana rakyat memperoleh manfaat, sedangkan kekuasaan yang tidak sehat lebih sibuk mengumpulkan dan mengendalikan sumber daya. Modernitas sejati terlihat saat rakyat menjadi tujuan pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Tugas Negara Menurut Rinto Setiyawan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan pentingnya evaluasi sistem. Menurutnya, negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Melindungi berarti memastikan rakyat aman dari ketidakadilan dan eksploitasi. Melayani berarti menyediakan layanan publik berkualitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Mengatur berarti merancang kebijakan yang adil untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Rinto menekankan bahwa kekuasaan bukan tujuan akhir, tetapi alat memastikan rakyat menikmati pembangunan secara nyata dan proporsional.

Modernitas Sejati dan Tantangan Sistem

Modernitas bukan sekadar gedung tinggi, teknologi canggih, atau istilah futuristik dalam pidato. Adapun modernitas adalah kemampuan menghadirkan keadilan, menempatkan rakyat sebagai tujuan pembangunan, dan mengoreksi sistem yang gagal. Modernitas kosmetik hanya terlihat indah, tetapi gagal menyejahterakan masyarakat. Negara maju diukur dari seberapa besar rakyat menikmati kemakmuran, bukan dari besar kecilnya kekayaan yang dikumpulkan pemerintah.

You Might Also Like

Jabatan Sebagai Komoditas: Rakyat Jadi Penonton, Penguasa Jadi Pemain
MK Dorong Solusi Kuota Internet, Ingatkan Agar Masyarakat Tak Dirugikan
Negara Akan Gagal Jika Rakyat Tidak Jadi Poros Utama Kekuasaan
Situasi HAM Mundur, Partai X: Negara Tak Boleh Tutup Mata!

Solusi Mewujudkan Keadilan

Pemerintah perlu meningkatkan transparansi pengelolaan sumber daya alam agar masyarakat memahami aliran manfaat secara jelas. Daerah penghasil sumber daya harus memperoleh porsi proporsional agar pembangunan lokal merata. Pengawasan publik perlu diperkuat agar kebijakan dapat dipertanggungjawabkan. Regulasi yang ada harus dievaluasi secara berkala agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pertumbuhan ekonomi makro. Keadilan sosial dan pemerataan manfaat menjadi indikator negara modern yang sesungguhnya.

Pertanyaan republik atau kerajaan pajak bukan sekadar retorika, tetapi menyangkut arah pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Kritik Cak Nun dan pandangan Rinto Setiyawan menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati menempatkan rakyat sebagai tujuan utama, bukan sekadar objek pemungutan upeti. Keberhasilan negara diukur dari sejauh mana rakyat sejahtera, bukan dari seberapa besar kekayaan yang dikumpulkan pemerintah. Tanpa keadilan substantif, modernitas hanya kosmetik, sementara rakyat di sekitar sumber kekayaan alam tetap menghadapi keterbatasan. Negara modern harus mampu melindungi, melayani, dan mengatur rakyat untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Republik Upeti di Abad Modern: Republik atau Kerajaan Pajak
Next Article Negara yang Mengambil Sebelum Menghasilkan: Republik atau Kerajaan Pajak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Indonesia Airlines Belum Kantongi Izin! Partai X: Jangan Sampai Rakyat Jadi Penumpang Uji Coba!

March 13, 2025
Pemerintah

Anggota DPR Tegaskan Percepatan PI 10 Persen, Partai X Minta Transparansi

December 3, 2025
Pemerintah

UU ASN Inkonstitusional, Partai X: Lembaga Independen, Jangan Hanya Janji!

October 17, 2025
Pemerintah

Isu Reshuffle Menguat, Gerindra Ingatkan Irama Presiden, Partai X: Pemimpin Bukan Dirigen, Tapi Mandat Rakyat!

May 28, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.