By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 24 August 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Demokrasi Masih Ada di Poster, Hilang di Praktik
Pemerintah

Krisis Keadilan: Demokrasi Masih Ada di Poster, Hilang di Praktik

Diajeng Maharini
Last updated: January 2, 2026 11:47 am
By Diajeng Maharini
Share
2 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan kian terasa ketika demokrasi hanya tampak di poster, slogan, dan pidato resmi, tetapi menghilang dalam praktik pemerintahan sehari-hari. Partisipasi rakyat dipersempit, keputusan strategis diambil di ruang tertutup, dan kritik publik kerap diposisikan sebagai gangguan, bukan masukan.

Di berbagai kebijakan, rakyat seolah diundang saat pemilu, lalu disingkirkan setelahnya. Aspirasi publik tak jarang berhenti di meja formalitas, sementara keputusan final ditentukan oleh segelintir pejabat. Demokrasi prosedural berjalan, namun demokrasi substantif tertinggal.

Narasi Stabilitas Mengalahkan Akuntabilitas

Atas nama stabilitas dan efisiensi, ruang kritik dipersempit. Kebijakan dipromosikan dengan bahasa teknokratis yang rapi, namun dampak sosialnya minim evaluasi. Ketika akuntabilitas melemah, kepercayaan publik pun terkikis.

Demokrasi menuntut negara hadir melindungi hak warga, bukan sekadar menjaga kelancaran kekuasaan. Namun praktik menunjukkan keberpihakan lebih kuat pada pengamanan kebijakan ketimbang pemulihan dampak bagi masyarakat yang terdampak.

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Demokrasi Bukan Aksesori

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti pada simbol.

“Tugas negara itu tiga dan harus berjalan bersamaan: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika demokrasi hanya dipajang di poster, sementara praktiknya menutup suara warga, berarti negara gagal menjalankan ketiga tugas itu,” ujar Prayogi.

You Might Also Like

Keadilan bagi Semua: Implementasi Nyata Keadilan Substantif Negara
Kasus Penggeledahan Kanim Denpasar Soroti Lemahnya Pengawasan Imigrasi Pemerintah
Revisi UU P2SK, Partai X: BI Harus Independen, Bukan Juga Jadi Alat Kekuasaan!
Ketika Orang Besar Bangsa Adalah yang Berani Melawan Ketidakadilan

Ia menekankan bahwa demokrasi tanpa keadilan sosial hanya akan melahirkan jarak antara negara dan rakyat.

Solusi: Mengembalikan Demokrasi ke Tangan Rakyat

Untuk memulihkan demokrasi yang substantif, diperlukan langkah nyata:

  • Memperluas partisipasi publik dalam perumusan kebijakan strategis, bukan sekadar sosialisasi.
  • Menjamin kebebasan berpendapat dan perlindungan kritik, sebagai fondasi akuntabilitas.
  • Mewajibkan uji dampak sosial atas setiap kebijakan besar, dengan mekanisme koreksi.
  • Memperkuat lembaga pengawasan independen agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.
  • Transparansi pengambilan keputusan, sehingga rakyat mengetahui alasan dan konsekuensinya.

Prayogi menutup dengan penegasan demokrasi harus hidup dalam praktik, bukan sekadar hiasan. Negara wajib memastikan keadilan hadir, agar demokrasi benar-benar dirasakan rakyat.”

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sorotan Masalah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Next Article Krisis Keadilan: Rakyat Diminta Relokasi, Investor Diberi Karpet Merah

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Apa Jadinya Jika Negara Benar-Benar Mengutamakan Kepentingan Rakyat?

November 21, 2025
Pemerintah

Krisis Moral Pegawai Pajak: Kasus Korupsi di Direktorat Pajak Menambah Deretan Pejabat

February 6, 2026
Pemerintah

Konstitusi yang Tidak Dijalankan: Penyimpangan yang Mengakar

March 3, 2026
Seputar Pajak

Masalah Coretax, Publik Malah Diminta Tidak Banyak Mengeluh

December 16, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.