By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 20 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Rakyat Diminta Relokasi, Investor Diberi Karpet Merah
Pemerintah

Krisis Keadilan: Rakyat Diminta Relokasi, Investor Diberi Karpet Merah

Diajeng Maharani
Last updated: January 2, 2026 11:47 am
By Diajeng Maharani
Share
2 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan kembali mencuat ketika rakyat diminta relokasi atas nama pembangunan, sementara investor disambut dengan karpet merah berupa kemudahan perizinan, insentif fiskal, dan jaminan keamanan proyek. Di berbagai wilayah, warga kehilangan ruang hidup dan mata pencaharian, namun kepentingan modal justru dipercepat dan dilindungi.

Alih-alih dialog setara, relokasi kerap disodorkan sebagai keputusan sepihak. Warga diminta pindah dengan kompensasi yang tak sebanding, tanpa jaminan keberlanjutan hidup. Mekanisme konsultasi publik sering menjadi formalitas, sementara keberatan warga dianggap menghambat pembangunan.

Karpet Merah untuk Investor

Di saat rakyat berhadapan dengan penggusuran, investor menikmati jalur cepat. Perizinan dipermudah, risiko sosial dialihkan ke masyarakat, dan dampak lingkungan dikecilkan dalam dokumen. Ketimpangan perlakuan ini memperlihatkan keberpihakan kebijakan yang tidak seimbang.

Pembangunan seharusnya meningkatkan kesejahteraan, bukan memindahkan masalah dari neraca negara ke pundak rakyat. Ketika negara lebih sigap melayani investor ketimbang melindungi warga terdampak, maka tujuan pembangunan kehilangan legitimasi sosialnya.

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Tiga Tugas Negara Tak Boleh Dilanggar

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa negara tidak boleh menukar keadilan dengan janji investasi.

“Tugas negara itu tiga dan tidak bisa dipisahkan: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika rakyat dipaksa relokasi sementara investor dimanjakan, berarti negara gagal melindungi dan melayani rakyatnya,” tegas Prayogi.

You Might Also Like

Mentan Target 33,8 Juta Ton Beras, Partai X: Target Naik, Tapi Petani Masih Tercekik Biaya Produksi!
Rancangan Amandemen Kelima UUD 1945 dari Sekolah Negarawan Agar Rakyat Kembali Berdaulat
Komnas HAM: Ada Dugaan Pelanggaran Prosedur, Partai X: Penegakan Hukum Harus Manusiawi!
Awas, Tax Avoidance Bisa Bikin Kamu Kena Batunya!

Ia menambahkan, pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan konflik sosial berkepanjangan.

Solusi: Pembangunan Berkeadilan dan Berbasis Rakyat

Untuk memulihkan keadilan, diperlukan langkah konkret:

  • Moratorium relokasi paksa hingga ada kesepakatan adil dengan warga terdampak.
  • Konsultasi publik yang bermakna, dengan hak veto sosial atas proyek berisiko tinggi.
  • Kompensasi dan relokasi layak, menjamin hunian, pekerjaan, dan layanan dasar.
  • Standar perlindungan sosial-lingkungan yang ketat bagi investor, dengan sanksi tegas.
  • Transparansi perizinan dan insentif, agar publik tahu manfaat dan risikonya.

Prayogi menutup dengan penegasan iInvestasi harus melayani kesejahteraan rakyat. Jika tidak, negara wajib berdiri di pihak warga, bukan karpet merah bagi modal.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Keadilan: Demokrasi Masih Ada di Poster, Hilang di Praktik
Next Article Pemerintah Gagal Paham Fungsinya: Dari Pelayan Rakyat Menjadi Tuan Kekuasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Larangan Konsultan Pajak, Partai X: Pengawasan Pajak Harus Terus Diperkuat!

November 27, 2025
Pemerintah

Satgas PKH Kuasai Lahan Tambang Ilegal, Partai X: Tapi Rakyat Masih Tertinggal!

October 7, 2025
Sosial

Aturan Tiket Pesawat Mau Diubah? Partai X: Harga Naik, Layanan Tetap Turbulensi!

May 23, 2025
Pemerintah

Media Asing Sorot Gubernur, Partai X: Rakyat Lokal Masih Tunggu Aksi Nyata, Bukan Panggung Baru!

May 14, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.