beritax.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan lebih dari 70 ribu sekolah di Indonesia menerima bantuan revitalisasi pada tahun anggaran 2026. Program ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, menyampaikan bahwa program revitalisasi fisik, atau Refit, telah mencapai hasil yang lebih baik daripada yang ditargetkan. Pada tahun sebelumnya, target Presiden sebanyak 14.440 sekolah telah terlampaui, dengan lebih dari 16.000 sekolah berhasil menerima bantuan.
“Program Refit tetap dilanjutkan tahun ini. Sekolah yang sudah menerima bantuan atau yang belum, tetap memiliki peluang,” ujar Biyanto. Penerapan skema swakelola menjadi faktor penunjang keberhasilan program ini.
Revitalisasi dan Dukungan Teknologi Pembelajaran
Selain perbaikan fisik bangunan, Kemendikdasmen juga memberikan dukungan teknologi pembelajaran, seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif. Ini bertujuan untuk memperbarui sarana pembelajaran di seluruh sekolah di Indonesia.
Di Lamongan, Kepala Dinas Pendidikan Shodikin menyampaikan bahwa 22 sekolah dasar telah selesai direvitalisasi. Ke depan, prioritas akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang terletak di wilayah rawan bencana, seperti kawasan Bengawan Jero. Terdapat 32 sekolah di Lamongan yang rutin terdampak banjir setiap tahun.
Pihak Dinas Pendidikan Lamongan mengusulkan desain bangunan khusus berupa sekolah panggung untuk menghadapi ancaman banjir. “Jika tidak bisa sekolah panggung, lantainya akan dinaikkan sekitar satu meter,” ujar Shodikin.
Inklusivitas dalam Program Revitalisasi
Program revitalisasi ini bersifat inklusif dan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Kemendikdasmen berharap peluang ini dapat terealisasi di Lamongan dan seluruh Indonesia, demi meningkatkan kualitas pendidikan yang merata.
Dalam hal kesejahteraan tenaga pendidik, Biyanto juga mengungkapkan bahwa rencana kenaikan insentif bagi guru swasta sedang dalam pembahasan teknis. Diharapkan dengan kebijakan ini, kesejahteraan guru swasta dapat lebih terjamin.
Solusi dari Partai X
Pendidikan yang berkualitas adalah hak setiap anak di Indonesia. Melalui program revitalisasi ini, pemerintah berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan akses pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang kurang berkembang dan rawan bencana. Namun, kebijakan tersebut harus berjalan dengan transparansi, pemerataan anggaran, dan pengawasan yang ketat agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Prinsip Partai X menekankan pada pemerataan pendidikan dan akses yang setara bagi setiap anak, tanpa memandang latar belakang atau lokasi. Partai X mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, dan penyediaan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif. Ke depannya, pemerintah perlu lebih memperhatikan program yang menjamin kelanjutan kualitas pendidikan di semua daerah, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.



