beritax.id – Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya pasca blackout kelistrikan beberapa waktu lalu. Pemerintah menyebut tingkat pemulihan layanan mencapai 100 persen sejak 28 Mei 2026 pukul 00.00 WIB dan tetap stabil hingga Kamis pagi.
Kemkomdigi menyatakan seluruh layanan telekomunikasi di Sumatera kini berjalan normal. Situs base transceiver station atau BTS kembali aktif tanpa gangguan susulan. Pemerintah juga memastikan tidak ada lagi situs telekomunikasi yang berstatus padam setelah sebelumnya ribuan BTS terdampak pemadaman listrik massal.
Pemulihan Telekomunikasi Jadi Kebutuhan Publik
Pulihnya jaringan telekomunikasi menjadi kabar penting bagi masyarakat Sumatera. Gangguan layanan sebelumnya berdampak pada komunikasi masyarakat, aktivitas ekonomi, layanan pendidikan, hingga pelayanan publik digital. Di era digital, stabilitas jaringan bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat modern.
Puncak gangguan telekomunikasi terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026. Saat itu sebanyak 10.713 situs BTS di 10 provinsi mengalami gangguan akibat pemadaman listrik total. Gangguan tersebut mempengaruhi 142 kabupaten dan kota di Sumatera.
Pemulihan sempat menghadapi tantangan tambahan setelah Aceh mengalami pemadaman susulan. Kondisi tersebut membuat jumlah BTS terdampak kembali bertambah. Namun koordinasi lintas lembaga akhirnya mampu memulihkan layanan secara menyeluruh.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo sebelumnya menyatakan pemulihan dilakukan secara intensif sejak awal gangguan terjadi. PLN juga menjelaskan gangguan dipicu fenomena power swing akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Gangguan transmisi 275 kV di wilayah Jambi kemudian mempengaruhi sistem kelistrikan Sumatera secara luas. Hal tersebut menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur energi dan telekomunikasi nasional secara terintegrasi.
Negara Wajib Hadir Melindungi Kepentingan Publik
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra mengingatkan negara memiliki tiga tugas utama terhadap rakyat. Negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat secara adil serta bertanggung jawab.
Menurut Prayogi, pemulihan telekomunikasi tidak boleh hanya dipandang sebagai keberhasilan teknis semata. Pemerintah harus menjadikan peristiwa blackout sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur nasional.
Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan layanan komunikasi yang aman, stabil, dan merata. Ketika jaringan lumpuh, aktivitas masyarakat ikut terganggu, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perdagangan digital.
Prayogi juga menegaskan pelayanan publik modern sangat bergantung pada stabilitas jaringan komunikasi. Karena itu negara wajib memastikan sistem cadangan dan mitigasi krisis berjalan optimal.
“Negara tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi gangguan layanan tanpa perlindungan maksimal. Infrastruktur publik harus benar-benar tangguh,” ujar Prayogi.
Ia menambahkan ketahanan digital harus diperlakukan sebagai bagian penting dari kedaulatan nasional. Negara harus mampu menjaga stabilitas layanan komunikasi di tengah ancaman cuaca ekstrem maupun gangguan sistem lainnya.
Infrastruktur Nasional Harus Berkeadilan
Partai X memandang pembangunan infrastruktur harus selalu berorientasi pada kepentingan rakyat. Infrastruktur tidak boleh hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menjamin keberlanjutan pelayanan publik.
Prinsip Partai X menegaskan negara wajib melindungi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi. Negara juga harus memastikan pelayanan berjalan cepat, transparan, dan merata hingga daerah terpencil.
Dalam konteks telekomunikasi, masyarakat di luar Pulau Jawa harus memperoleh kualitas layanan setara. Ketimpangan akses digital akan memperlemah pertumbuhan ekonomi daerah dan memperbesar kesenjangan sosial.
Partai X juga menilai koordinasi antarlembaga perlu diperkuat. Krisis blackout menunjukkan pentingnya integrasi antara sektor energi, telekomunikasi, dan mitigasi bencana nasional.
Selain itu, sistem pengawasan terhadap infrastruktur strategis harus diperketat. Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pemulihan setelah krisis, tetapi juga mencegah gangguan serupa terulang.
Prayogi menilai transparansi informasi kepada masyarakat juga sangat penting. Publik berhak mengetahui penyebab gangguan, langkah pemulihan, dan strategi pencegahan jangka panjang.
Solusi Partai X untuk Ketahanan Telekomunikasi Nasional
Partai X mendorong pemerintah membangun sistem ketahanan infrastruktur nasional berbasis mitigasi risiko terpadu. Penguatan jaringan cadangan harus menjadi prioritas nasional, terutama di wilayah rawan gangguan cuaca ekstrem.
Pemerintah juga perlu memperluas penggunaan energi cadangan pada BTS strategis. Ketergantungan penuh terhadap satu sistem distribusi listrik sangat berisiko bagi stabilitas komunikasi publik.
Selain itu, Partai X mengusulkan audit nasional terhadap ketahanan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan. Audit tersebut harus melibatkan lembaga independen agar hasilnya objektif dan transparan.
Partai X juga mendorong pembangunan pusat kendali krisis digital nasional. Sistem ini bertugas memantau gangguan layanan secara real time dan mempercepat koordinasi pemulihan.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak. Teknologi komunikasi modern memerlukan operator yang mampu menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
Prayogi menilai pemerintah harus memastikan seluruh kebijakan infrastruktur berpihak kepada rakyat. Ketahanan layanan publik bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari perlindungan hak masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional diukur dari kemampuan negara menjaga kebutuhan dasar rakyat tetap berjalan dalam situasi apa pun. Infrastruktur yang tangguh akan memperkuat ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Rakyat membutuhkan kepastian layanan yang stabil. Negara wajib hadir menjaga itu dengan kerja nyata,” tutup Prayogi.



