beritax.id– Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mendukung langkah pemerintah yang melakukan evaluasi terhadap armada taksi Green SM. Evaluasi ini dilakukan menyusul kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan taksi listrik tersebut. Sofwan menilai, evaluasi terhadap armada taksi listrik sangat penting guna memastikan tidak ada gangguan teknis yang memengaruhi operasional taksi.
Pentingnya Evaluasi Armada Taksi Listrik
Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan bahwa jika diperlukan, evaluasi terhadap armada taksi listrik harus dilakukan secara menyeluruh untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna. “Jika perlu, lakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada taksi listrik untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna,” ujarnya. Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan gangguan teknis pada armada taksi listrik.
Dalam kasus kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur, Sofwan menyoroti kemungkinan adanya kendala teknis pada taksi yang terlibat dalam insiden tersebut. “Apakah taksi yang ditabrak di perlintasan Bekasi Timur mengalami kendala teknis sehingga berhenti di tengah rel?” kata Sofwan. Hal ini menjadi perhatian penting agar tidak ada kesalahan teknis yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Evaluasi Sistem Keselamatan Transportasi
Sofwan juga mengungkapkan bahwa penting untuk mengungkap pemicu awal kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, taksi, dan KA Argo Bromo Anggrek. Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, terutama di stasiun-stasiun yang padat. “Sistem monitoring digital dan petugas kok bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi Kereta Argo Bromo agar tidak melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun?” jelasnya.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi Green SM yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian imbas kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi. “Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green,” ungkap Teddy.
Teddy juga mengungkapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar seluruh korban luka dalam kecelakaan mendapatkan perawatan yang optimal hingga pulih. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api. Presiden Prabowo juga menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama bagi pemerintah.
Partai X: Melindungi Rakyat dan Mengatur Transportasi yang Aman
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menegaskan bahwa tugas negara adalah untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. “Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dalam sektor transportasi. Termasuk pengelolaan armada taksi, tidak hanya menjamin kemudahan akses bagi masyarakat. Tetapi juga mengutamakan keselamatan dan kenyamanan mereka,” ujar Prayogi.
Prayogi juga menekankan bahwa dalam menangani insiden seperti ini, harus ada transparansi dan akuntabilitas. Setiap kebijakan yang melibatkan sektor publik, khususnya transportasi, harus dilaksanakan dengan standar yang tinggi untuk mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan publik.
Prinsip Partai X dalam Kebijakan Transportasi
- Keselamatan Publik: Setiap kebijakan transportasi harus menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Pemerintah harus menjamin proses evaluasi dan investigasi dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas.
- Inovasi dan Perbaikan Berkelanjutan: Evaluasi dan inovasi dalam sistem transportasi harus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan.
Solusi Partai X dalam Mengatasi Isu Transportasi
- Peningkatan Infrastruktur: Perbaikan dan peningkatan infrastruktur transportasi, termasuk sistem keselamatan di perlintasan, harus menjadi prioritas.
- Pengawasan Ketat terhadap Operasional: Pemerintah harus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional transportasi. Hal ini untuk memastikan bahwa armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
- Edukasi dan Pelatihan untuk Pengemudi: Pengemudi taksi dan operator kereta api harus mendapatkan pelatihan yang lebih baik mengenai keselamatan dan prosedur operasional standar (SOP).
Kesimpulan
Insiden kecelakaan yang melibatkan taksi Green SM dan kereta api di Bekasi menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap armada taksi listrik dan sistem keselamatan transportasi secara keseluruhan. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak hanya meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga menjamin keselamatan mereka. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan dapat tercipta sistem transportasi



