By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 7 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Pancasila Tidak Akan Hidup Jika Tidak Diajarkan dengan Benar di Sekolah
Pendidikan

Pancasila Tidak Akan Hidup Jika Tidak Diajarkan dengan Benar di Sekolah

Diajeng Maharani
Last updated: December 4, 2025 1:44 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Pancasila adalah ideologi yang seharusnya menjadi napas kehidupan berbangsa. Ia dibacakan di upacara, dituliskan di dinding kelas, dicantumkan di buku pelajaran. Namun, ironisnya, Pancasila justru semakin jauh dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak menghafal sila, tetapi tidak memahami makna. Generasi muda mengenal istilahnya, tetapi tidak melihat teladannya. Pancasila tidak akan hidup hanya dengan dibacakan ia hidup ketika diajarkan dengan benar dan diwujudkan dalam perilaku.

Pendidikan Pancasila masih terjebak pada cara lama: hafalan. Siswa diminta mengingat teks, tetapi tidak dilibatkan dalam pemahaman. Diskusi tentang gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan sering digantikan oleh soal pilihan ganda. Nilai luhur yang seharusnya ditanamkan sebagai karakter bangsa justru terjebak dalam materi yang kaku. Ketika Pancasila hanya diajarkan di kertas, ia tidak akan hidup di hati.

Keteladanan yang Hilang Membuat Nilai Pancasila Kosong Makna

Salah satu akar masalahnya adalah minimnya keteladanan. Ketika guru dibebani administrasi, kepala sekolah sibuk memenuhi urusan birokrasi, dan fasilitas pendidikan minim, nilai Pancasila sulit diwujudkan dalam kehidupan sekolah. Siswa tidak melihat contoh tentang kejujuran, gotong royong, solidaritas, atau keadilan. Nilai tidak tumbuh dari pidato nilai tumbuh dari contoh.

Fenomena perundungan, intoleransi, penyalahgunaan kekuasaan, hingga lemahnya empati sosial yang muncul di berbagai daerah adalah bukti bahwa Pancasila belum benar-benar diajarkan dan dihidupkan. Generasi muda mengetahui sila demi sila, tetapi belum memahami bagaimana menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Krisis moral pemimpin hari ini pun merupakan dampak panjang dari pendidikan karakter dan nilai Pancasila yang tidak konsisten. Pancasila gagal hidup jika hanya menjadi slogan.

Pancasila Seharusnya Menjadi Cara Hidup, Bukan Upacara Seremonial

Sering kali Pancasila justru dimunculkan hanya pada momen formalitas: upacara, lomba, program tematik, atau proyek seremonial.
Padahal nilai Pancasila sejatinya hadir dalam hal-hal sederhana: menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga lingkungan, dan bertindak adil. Jika nilai itu tidak terhubung dengan realitas kehidupan siswa, maka Pancasila hanya menjadi simbol kosong tanpa relevansi. Sebuah ideologi tidak bertahan karena dipaksakan ia bertahan karena dihayati.

Solusi: Menghidupkan Pancasila Melalui Pendidikan yang Menumbuhkan Nilai

Pancasila hanya akan menjadi kekuatan bangsa jika diajarkan dengan cara yang benar, relevan, dan bermakna. Untuk itu, pendidikan harus kembali fokus pada pembentukan karakter melalui pendekatan yang dialogis dan kontekstual. Guru perlu dibebaskan dari beban administrasi agar memiliki ruang untuk membimbing siswa dalam memahami nilai kehidupan. 

You Might Also Like

Pelaksanaan MBG Ganggu Gizi, Partai X: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Program!
Ketika Luhut Klaim Dukungan Publik, Transparansi Justru Menghilang
Polemik Ijazah Jokowi Sebagai Pengalihan Isu Ketidakbecusan Partai Politik
Cak Nun: Indonesia Negara Batal, Saatnya Wudhu Ulang untuk Merancang Ulang Tata Negara

Pembelajaran harus mengajak siswa mempraktikkan Pancasila dalam proyek sosial, diskusi, kolaborasi, dan kegiatan nyata yang menghubungkan kelas dengan kehidupan masyarakat. Sekolah harus menjadi ekosistem yang mencerminkan nilai Pancasila: tempat di mana kejujuran dihargai, perbedaan dihormati, gotong royong dibiasakan, dan keadilan ditegakkan. Negara juga harus memastikan pemerataan akses pendidikan yang manusiawi, karena Pancasila tidak bisa diajarkan dalam ruang yang penuh ketidakadilan. Jika nilai Pancasila hidup di sekolah, ia akan hidup di bangsa ini.

Kesimpulan: Masa Depan Pancasila Ditentukan oleh Cara Kita Mendidik Anak

Pancasila tidak akan hilang karena ancaman luar ia akan hilang jika tidak diajarkan dan dihidupkan dalam pendidikan. Pancasila tidak akan mengakar jika hanya menjadi hafalan.  Ia hanya akan menjadi kekuatan bangsa jika ditanamkan melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendidikan yang memanusiakan.

Jika sekolah gagal mengajarkan Pancasila dengan benar, generasi mendatang tidak akan pernah benar-benar memilikinya. Pancasila baru hidup ketika ia diajarkan, dipahami, dan diwujudkan dalam tindakan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Bencana Sumatera Ditangani Nasional, Partai X Tekankan Akselerasi Bantuan
Next Article Dewi Astutik Harus Dibongkar Tuntas, Partai X Desak Penindakan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Keputusan ini diambil Menteri Luar Negeri Sugiono menyusul meningkatnya serangan Israel ke wilayah sipil Iran.
Internasional

Evakuasi WNI dari Iran Disiapkan, Partai X: Negara Baru Gerak Saat Bahaya Sudah Dekat!

June 20, 2025
Pemerintah

Agenda Isu Global: Ketika Penyelesaian Global Mengabaikan Solusi Lokal

January 21, 2026
Pemerintah

Cak Imin Setuju Kenaikan Iuran  BPJS, Kesejahteraan Harus Terjamin untuk Semua!

February 25, 2026
Pemerintah

Kekuasaan Melampaui Batas dan Menghancurkan Kepercayaan Publik dalam Pemerintahan

March 5, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.