By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 31 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negara Salah Desain: Kekayaan Daerah, Kekuasaan Pusat: Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat
Pemerintah

Negara Salah Desain: Kekayaan Daerah, Kekuasaan Pusat: Rakyat Terpinggirkan oleh Pusat

Diajeng Maharini
Last updated: July 29, 2026 10:05 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Rakyat terpinggirkan oleh pusat menjadi isu penting di tengah pembangunan gedung tinggi dan teknologi canggih. Jalan tol dibangun terus. Teknologi digital merambah berbagai sektor. Pemerintah berbicara tentang transformasi digital dan visi Indonesia Emas. Dari kejauhan, Indonesia tampak modern, rasional, dan beradab. Namun, rakyat yang tinggal di wilayah kaya sumber daya sering tidak merasakan kemakmuran. Modernitas sejati diukur dari keadilan dan kesejahteraan rakyat sehari-hari. Bangsa menjadi modern jika kekuasaan bekerja untuk melayani, bukan menindas rakyat.

Contents
Ketimpangan Manfaat Sumber DayaKetimpangan yang Tidak SeimbangCara Berpikir KekuasaanSolusi Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Ketimpangan Manfaat Sumber Daya

Cak Nun menegaskan bahwa daerah penghasil sumber daya hanya memperoleh bagian kecil. Sebagian besar hasil pergi ke pengusaha dan pemerintah pusat. Sistem ini lebih menyerupai upeti abad ke-21 daripada distribusi adil. Daerah penghasil minyak, gas, batu bara, atau emas masih menghadapi kemiskinan dan keterbatasan infrastruktur. Pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan masih rendah. Pertanyaan ini bukan soal teknis anggaran. Pertanyaan ini menyentuh inti hubungan antara rakyat, kekuasaan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Secara logika, wilayah kaya seharusnya menjadi pihak pertama merasakan kemakmuran. Jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi harus meningkat. Namun kenyataan menunjukkan manfaat yang kembali jauh lebih kecil dibandingkan nilai sumber daya yang diambil. Akibatnya, daerah hanya menjadi lokasi eksploitasi, bukan pusat kemakmuran.

Sejarah kerajaan mengenal upeti daerah taklukan menyerahkan hasil bumi ke pusat. Sebagai imbalan, pusat memberi perlindungan dan keamanan. Hubungan bersifat vertikal, pusat menerima manfaat utama. Kritik Cak Nun menyoroti praktik modern yang melampaui logika kerajaan. Bahkan sebelum sumber daya digali, pembagian telah diatur melalui regulasi. Paradoks muncul: rakyat dekat sumber daya justru menerima bagian paling kecil dari hasilnya.

Ketimpangan yang Tidak Seimbang

Negara kesatuan memerlukan distribusi agar seluruh wilayah berkembang bersama. Daerah kaya membantu daerah kurang beruntung. Prinsip solidaritas kebangsaan sah. Masalah muncul ketika distribusi menghasilkan ketimpangan terlalu besar. Nilai yang diambil jauh lebih tinggi dibandingkan manfaat yang dikembalikan. Pada titik tertentu, distribusi dianggap bukan gotong royong, melainkan pemungutan yang tidak seimbang.

Cara Berpikir Kekuasaan

Persoalan mendasar adalah cara berpikir kekuasaan. Kekuasaan sehat bertanya bagaimana rakyat memperoleh manfaat lebih besar? Kekuasaan tidak sehat sibuk mengumpulkan sumber daya. Adapun kekuasaan sehat menjadikan rakyat tujuan, bukan objek. Perbedaan ini menentukan arah pembangunan bangsa. Negara modern harus berlandaskan efisiensi, keadilan, transparansi, dan penghormatan hak rakyat. Modernitas kosmetik hanya terlihat di gedung, teknologi, atau slogan pembangunan. Tanpa keadilan substantif, modernitas hanyalah ilusi.

You Might Also Like

Ilmu Negara Itu Wajib: Memahami Struktur dan Fungsi Negara Sebagai Bentuk Kewajiban Sosial
Diguyur Emas Tapi Masih Miskin, Partai X: Negara Ini Tidak Akan Maju Kalau SDA Diborong Orang!
Mendag Tantang AS Tanpa Tarif, Partai X: Jangan Gagah di Meja Dagang, Tapi Lemah di Meja Rakyat!
SK Kopdes Diserahkan, Partai X: Tanpa Keadilan Ekonomi, Koperasi Rakyat Tak Akan Bertahan Lama!

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan tiga tugas negara. Pertama, melindungi rakyat. Kedua, melayani rakyat. Ketiga, mengatur rakyat secara adil. Kebijakan pengelolaan sumber daya harus menempatkan rakyat sebagai prioritas. Kekayaan alam bukan sekadar sumber pendapatan pusat. Kekayaan alam harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, bukan hanya pusat pemerintah.

Solusi Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Langkah pertama tingkatkan transparansi pengelolaan sumber daya. Publik harus mengetahui nilai ekonomi dan distribusi sumber daya. Langkah kedua manfaat langsung harus diperbesar untuk daerah penghasil. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus menjadi prioritas. Langkah ketiga perluas partisipasi masyarakat. Pengawasan publik meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan mencegah eksploitasi berlebihan. Langkah keempat pembangunan harus berorientasi pada pemerataan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan keadilan sosial. Langkah kelima desentralisasi bertanggung jawab harus diperkuat. Daerah harus memiliki ruang menentukan arah pembangunan lokal.

Rakyat terpinggirkan oleh pusat bukan sekadar masalah pembangunan, tetapi masalah desain sistem kekuasaan. Modernitas sejati terlihat ketika rakyat memperoleh manfaat besar dari kekayaan alamnya. Negara modern tidak cukup maju dari gedung tinggi, teknologi canggih, atau slogan pembangunan. Keberhasilan negara diukur dari seberapa besar kemakmuran kembali kepada rakyat sebagai pemilik sah negeri ini. Ketika negara melindungi, melayani, dan mengatur rakyat secara adil, kepercayaan publik dan kesejahteraan bangsa akan meningkat secara nyata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Paradoks Kemerdekaan Indonesia: Negara yang Menjauh dari Rasa Keadilan
Next Article Kemerdekaan, Penjajahan Ekonomi: Paradoks Kemerdekaan Indonesia

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Selatan Global Harus Bangkit Tanpa Tergantung pada Utara

November 11, 2025
Pemerintah

Biaya Pendidikan Semakin Gila, Masa Depan Dipertaruhkan

June 25, 2026
Pemerintah

45 Ton Pasir Timah Digagalkan, Partai X: Bagus, Tapi Kapan Tangkap Pemodalnya

June 16, 2025
Ekonomi

Harga Beras Melonjak di Papua, Partai X: Negara Wajib Turun Tangan Bela Konsumen!

October 28, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.