By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Bayaran Indonesia dan Demokrasi yang Dibentuk Narasi
Pemerintah

Media Bayaran Indonesia dan Demokrasi yang Dibentuk Narasi

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:38 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena media bayaran Indonesia semakin memengaruhi cara publik memahami realitas dan kebijakan negara. Dalam banyak kasus, demokrasi tidak lagi dibentuk oleh pertukaran gagasan yang jujur, melainkan oleh narasi yang diproduksi berulang-ulang sesuai kepentingan pihak yang memiliki modal dan akses kekuasaan.

Alih-alih menjadi ruang pencarian kebenaran, sebagian media berubah menjadi alat pembentuk persepsi, menentukan siapa yang dianggap berhasil, siapa yang layak dipuji, dan isu apa yang patut dilupakan.

Dari Fakta ke Framing Pesanan

Praktik advertorial terselubung, kontrak pemberitaan, hingga kerja sama komunikasi menjadikan fakta sebagai bahan mentah yang bisa dipoles, dipotong, atau disembunyikan. Peristiwa yang merugikan rakyat sering direduksi menjadi berita kecil, sementara pencapaian simbolik dibesarkan seolah prestasi struktural.

Kondisi ini menciptakan ilusi stabilitas dan keberhasilan, padahal di tingkat rumah tangga banyak persoalan dasar harga kebutuhan, pekerjaan layak, dan akses layanan publik belum terselesaikan.

Demokrasi yang Dipandu Cerita, Bukan Kenyataan

Ketika narasi lebih dominan daripada fakta, pilihan rakyat tidak lagi sepenuhnya rasional. Pemilu dan dukungan publik bergerak mengikuti cerita yang paling sering diulang, bukan evaluasi objektif atas kebijakan.

Dalam jangka panjang, demokrasi semacam ini rapuh:

You Might Also Like

Fenomena Prematuritas Jabatan dan Penyimpangan Prosedural dalam Pencalonan Hakim Agung Pajak: Sebuah Sorotan Kritis
Prabowo Ingin Damai Soal Ambalat, Partai X Ingatkan Jangan Sampai Damai Berujung Hilangnya Kedaulatan!
Rakyat Terbiasa Bau Busuk karena Sistem Negara Dibiarkan Membusuk
Cak Nun: Kita Butuh Konstitusi yang Lahir dari Rahim Bangsa Sendiri
  • Kepercayaan pada pers menurun.
  • Kritik dianggap ancaman.
  • Perbedaan pendapat dilabeli sebagai gangguan stabilitas.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Tidak Boleh Mengarahkan Kesadaran Publik

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa praktik media bayaran berpotensi menyelewengkan fungsi dasar negara.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara bukan pembeli opini dan bukan sutradara narasi publik. Jika informasi dimanipulasi, rakyat kehilangan hak untuk menilai secara jujur,” ujarnya.

Menurut Rinto, melindungi rakyat berarti menjaga mereka dari manipulasi informasi, melayani rakyat berarti menyediakan data dan kebijakan yang transparan, serta mengatur rakyat harus dilakukan melalui hukum yang adil, bukan lewat rekayasa pemberitaan.

Akar Persoalan: Bisnis Media dan Citra

Rinto menilai ada dua akar utama persoalan:

  1. Model bisnis media yang rapuh, membuat redaksi mudah bergantung pada dana dan korporasi.
  2. Mentalitas pejabat kekuasaan, yang lebih mementingkan citra dibanding pembenahan kebijakan substantif.

Pertemuan dua kepentingan ini melahirkan industri narasi, bukan industri kebenaran.

Solusi: Mengembalikan Demokrasi pada Fakta

Partai X mendorong sejumlah langkah konkret:

  1. Transparansi anggaran komunikasi pemerintah
    Seluruh belanja iklan dan kerja sama media wajib dibuka ke publik.
  2. Label wajib untuk konten berbayar
    Agar masyarakat bisa membedakan berita jurnalistik dan materi promosi.
  3. Penguatan dana publik independen untuk jurnalisme
    Dikelola lembaga non-partisan untuk mendukung liputan investigatif.
  4. Perlindungan hukum bagi media dan jurnalis kritis
    Termasuk dari tekanan ekonomi dan kriminalisasi.
  5. Program literasi media nasional
    Supaya masyarakat tidak mudah terseret narasi tunggal.

Media bayaran Indonesia telah menggeser demokrasi dari arena debat berbasis fakta menjadi panggung narasi pesanan. Jika kondisi ini dibiarkan, rakyat hanya akan menjadi penonton dari cerita yang ditulis oleh segelintir pemilik kuasa.

Seperti ditegaskan Rinto Setiyawan, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dari manipulasi, melayani kebutuhan akan kebenaran, dan mengatur dengan keadilan bukan dengan propaganda.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Erosi Pilar Keempat dalam Demokrasi yang Disandera Anggaran
Next Article Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Larangan Investigasi di RUU Penyiaran dan Redupnya Cahaya Jurnalisme

December 17, 2025
Pemerintah

Cak Nun: Revolusi Luar Biasa Demi Kedaulatan Harta dan Martabat Rakyat Indonesia

July 16, 2025
Pemerintah

Saat Hutan Menjadi Komoditas, Keselamatan Jadi Kerugian

December 3, 2025
Seputar Pajak

IWPI: Terkait Coretax, Luhut ‘Lawan’ perintah Presiden Prabowo?

June 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.