By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 7 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Pemilu Berjalan, Kedaulatan Menyusut
Pemerintah

Krisis Keadilan: Pemilu Berjalan, Kedaulatan Menyusut

Diajeng Maharani
Last updated: January 2, 2026 10:22 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan muncul ketika pemilu tetap dilaksanakan secara rutin, tetapi kedaulatan rakyat justru terasa semakin menyusut. Secara prosedural, demokrasi tampak berjalan jadwal pemilu dipenuhi, lembaga disiapkan, hasil diumumkan namun secara substantif, ruang pilihan rakyat makin sempit dan makna suara publik kian tereduksi. Demokrasi hadir sebagai ritual, bukan sebagai alat kendali rakyat atas kekuasaan.

Perkembangan pemerintahan Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan konsolidasi kekuasaan yang kuat. Koalisi besar yang nyaris menyatukan hampir seluruh kekuatan pemerintahan ke dalam pemerintahan membuat fungsi oposisi melemah. Di berbagai level, rakyat dihadapkan pada pilihan yang terbatas, bahkan dalam wacana tertentu muncul gagasan yang menjauhkan pemilihan langsung dari rakyat dengan alasan efisiensi dan stabilitas.

Ketika semua elite berada dalam satu barisan, suara rakyat kehilangan daya tawarnya.

Regulasi Mengunci Partisipasi

Berbagai perubahan dan wacana regulasi belakangan ini juga menimbulkan kegelisahan publik. Aturan pencalonan, ambang batas, hingga tata kelola pemilu dinilai lebih menguntungkan kekuatan besar dibandingkan membuka ruang partisipasi yang setara. Akibatnya, pemilu tetap berlangsung, tetapi tidak lagi menjadi arena kompetisi gagasan yang adil.

Kedaulatan rakyat menyusut bukan karena pemilu ditiadakan, melainkan karena dikendalikan dari hulu.

Hukum dan Aparat Tak Selalu Netral

Krisis keadilan semakin terasa ketika penegakan hukum dan penggunaan instrumen negara dinilai tidak sepenuhnya netral dalam proses pemerintahan. Kritik publik kerap dipandang sebagai gangguan stabilitas, sementara pelanggaran etika kekuasaan sering berakhir tanpa konsekuensi berarti. Dalam situasi seperti ini, rakyat memilih, tetapi tidak sepenuhnya berdaulat.

You Might Also Like

Keberatan Diabaikan, DJBC Langgar UU: Ketika Negara Diam, Hukum Menganggap Menang
Usulan Infrastruktur Ditindaklanjuti, Partai X Minta Prioritas Rakyat!
Ketika Kritik Proyek Dibungkam, Padahal Alam Sedang Memberi Peringatan
Krisis Ekonomi: Upah Ditekan, Serikat Dibungkam

Pemilu tanpa keadilan hanya menghasilkan legitimasi semu.

Demokrasi Tanpa Kontrol Rakyat

Ketika pemilu hanya menjadi mekanisme formal, sementara kebijakan tetap diputuskan secara tertutup dan elitis, maka demokrasi kehilangan rohnya. Rakyat hadir di bilik suara, tetapi absen dalam proses pengambilan keputusan strategis yang menyangkut hidup mereka—dari ekonomi, sumber daya alam, hingga masa depan generasi berikutnya.

Inilah paradoks demokrasi prosedural di tengah krisis keadilan substantif.

Solusi: Mengembalikan Pemilu sebagai Alat Kedaulatan Rakyat

Negara harus mengembalikan pemilu sebagai sarana nyata kedaulatan rakyat, bukan sekadar legitimasi kekuasaan. Penguatan oposisi dan checks and balances harus dijamin, bukan dilemahkan oleh koalisi gemuk. Regulasi pemilu perlu dievaluasi agar memperluas, bukan membatasi, pilihan warga. Netralitas aparat dan supremasi hukum wajib ditegakkan tanpa kompromi. Lebih dari itu, partisipasi rakyat harus diperluas tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam proses penyusunan kebijakan publik.

Tanpa langkah tersebut, pemilu akan terus berjalan, tetapi kedaulatan rakyat akan terus menyusut—dan krisis keadilan kian mengakar dalam demokrasi Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kedaulatan Rakyat Terhimpit: Kebijakan Fiskal yang Membebani
Next Article Amandemen Kelima UUD 1945: Menjawab Trauma Sejarah dan Seruan Cak Nun tentang Konstitusi untuk Generasi Mendatang

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kolaborasi BSSN dan BPK, Partai X: Akuntabilitas Negara Tak Boleh Sekadar Seremonial!

October 29, 2025
Pemerintah

Tahun 2026: Awal Harapan atau Awal Masalah?

January 6, 2026
Ekonomi

Akses Modal Lemah, Partai X: UMKM Harus Didukung, Bukan Dibiarkan Sendiri!

October 14, 2025
Pemerintah

Mengabdi kepada Rakyat Adalah Makna Kekuasaan yang Dilupakan

November 20, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.