By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 8 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia Negara Bahagia: Narasi Indah di Tengah Ilusi Perlindungan Rakyat
Pemerintah

Indonesia Negara Bahagia: Narasi Indah di Tengah Ilusi Perlindungan Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: January 7, 2026 11:54 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum IWPI, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Narasi tentang Indonesia sebagai negara bahagia terdengar menenteramkan. Ia hadir sebagai kisah indah di tengah kecemasan global, seolah memberi pesan bahwa bangsa ini baik-baik saja. Namun di balik narasi yang rapi itu, terselip pertanyaan yang tidak kalah penting: apakah kebahagiaan tersebut lahir dari rasa aman sebagai warga negara, atau sekadar dari kemampuan rakyat untuk bertahan tanpa perlindungan yang memadai?

Contents
Rakyat yang Tangguh, Negara yang AbsenAngka yang Menenangkan, Realitas yang MelelahkanPenutup

Kebahagiaan, jika dipahami secara dangkal, memang bisa diukur dari senyum dan jawaban optimistis dalam survei. Tetapi kebahagiaan dalam makna kenegaraan seharusnya berakar pada kepastian hukum, keadilan sosial, dan perlindungan negara terhadap rakyatnya. Di sinilah jarak antara narasi dan realitas mulai terasa.

Rakyat yang Tangguh, Negara yang Absen

Rakyat Indonesia dikenal ulet dan adaptif. Dalam kondisi sulit, mereka tetap bekerja, bercanda, dan saling menguatkan. Ketika banjir datang, warga bergotong royong. Saat jalan rusak dan macet, mereka mengeluh sebentar lalu melanjutkan hidup. Ketika pelayanan publik lambat, mereka mencari jalan pintas agar urusan selesai.

Namun ketangguhan ini sering disalahartikan sebagai indikator keberhasilan negara. Padahal, ketangguhan rakyat justru sering lahir karena negara tidak hadir secara optimal. Rakyat belajar bertahan bukan karena sistem melindungi, tetapi karena mereka tidak punya pilihan lain.

Kebahagiaan yang tumbuh dari situ lebih mirip mekanisme bertahan hidup daripada hasil tata kelola yang adil.

Ilusi Perlindungan dalam Kehidupan Sehari-hari

You Might Also Like

Bukan Sekadar Wacana! Partai X Desak Pemerintah Bongkar Mafia Pupuk, Petani Harus Jadi Prioritas!
Mutasi Kejaksaan Jaksel Disorot, Partai X: Penegakan Hukum Jangan Ditukar Jabatan!
Korupsi Masuk RUU HAM, Partai X: Kejahatan Publik Harus Dianggap Pelanggaran Hak Rakyat!
Pejabat Sibuk Pidato, Rakyat Sibuk Bertahan dari Kebijakan

Dalam kehidupan sehari-hari, ilusi perlindungan itu mudah dikenali. Hukum ada, tetapi penerapannya terasa tidak merata. Pelayanan publik tersedia, tetapi prosesnya berbelit dan melelahkan. Negara hadir dalam regulasi, tetapi sering absen dalam empati.

Ketika keadilan dirasakan tebang pilih, rasa aman warga melemah. Ketika udara kian tercemar dan ruang hidup menyempit, hak dasar atas lingkungan sehat terasa diabaikan. Adapun ketika biaya pendidikan dan kesehatan terus membebani, masa depan tampak sebagai perjuangan individual, bukan tanggung jawab kolektif negara.

Dalam kondisi seperti ini, kebahagiaan yang dirasakan rakyat lebih tepat disebut kebahagiaan personal, bukan kebahagiaan kewargaan.

Angka yang Menenangkan, Realitas yang Melelahkan

Survei kebahagiaan menawarkan angka-angka yang menenangkan. Namun angka tidak selalu mampu menangkap kelelahan struktural yang dialami warga. Survei jarang bertanya apakah rakyat merasa dilindungi ketika berhadapan dengan hukum, atau merasa aman ketika kebijakan berubah tanpa melibatkan mereka.

Lebih jauh, pertanyaan metodologis patut diajukan: siapa yang disurvei, dalam kondisi apa, dan dengan definisi kebahagiaan yang bagaimana? Tanpa kejelasan ini, klaim kebahagiaan nasional berisiko menjadi narasi indah yang menutupi persoalan mendasar.

Negara yang Menghibur, Bukan Melindungi

Negara yang sehat seharusnya tidak hanya pandai menghibur warganya dengan optimisme, tetapi mampu melindungi mereka melalui sistem yang adil dan konsisten. Ketika negara lebih sibuk merayakan citra bahagia daripada membenahi struktur perlindungan, yang terjadi adalah pergeseran fungsi negara dari pelindung menjadi pencerita.

Rakyat pun didorong untuk merasa cukup dengan narasi, meski realitas belum berubah. Kebahagiaan menjadi alat legitimasi, bukan tujuan substantif.

Penutup

Indonesia mungkin tampak bahagia dalam narasi dan angka. Namun kebahagiaan yang layak dirayakan adalah kebahagiaan yang bertumpu pada perlindungan nyata terhadap rakyat, bukan pada kemampuan rakyat untuk menoleransi ketidakteraturan.

Selama perlindungan negara masih terasa sebagai ilusi hadir dalam kata-kata, absen dalam pengalaman maka narasi kebahagiaan patut dipertanyakan. Sebab kebahagiaan sejati sebuah bangsa tidak lahir dari cerita indah, melainkan dari rasa aman, adil, dan dihargai sebagai warga negara.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia Negara Bahagia: Klaim Survei di Atas Rumah Tangga Konstitusi yang Bubar
Next Article Lapangan Kerja Berkualitas Kian Menyusut

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Kemendagri Dorong SIPD, Partai X: Jangan Tambah Sistem, Tambah Kesejahteraan Rakyat!

September 26, 2025
Ekonomi

Iuran BPJS Naik, Partai X: Keberlanjutan Program Jangan Buat Rakyat Semakin Terhimpit!

August 25, 2025
Seputar Pajak

IWPI Tegaskan: Sri Mulyani Wajib Minta Maaf ke Umat Islam dan Cabut Pernyataan

August 18, 2025
Pemerintah

Pendidikan Politik Jadi Fokus Partai X

April 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.