By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 30 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Dari Kapasitas ke Sensasi: Kepemimpinan Berbasis Popularitas
Pemerintah

Dari Kapasitas ke Sensasi: Kepemimpinan Berbasis Popularitas

Diajeng Maharani
Last updated: April 30, 2026 8:47 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id— Kepemimpinan di Indonesia saat ini cenderung berbasis pada popularitas daripada kapasitas. Pemilihan pemimpin yang seharusnya mengutamakan kualitas dan kemampuan kini lebih didorong oleh sensasi dan daya tarik massa. Kepemimpinan berbasis popularitas telah mengubah dinamika kekuasaan. Di mana pemimpin yang terpilih sering kali lebih terkenal daripada yang benar-benar memiliki kualifikasi untuk memimpin negara. Kondisi ini menciptakan tantangan besar dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berkualitas.

Kepemimpinan Berbasis Popularitas: Popularitas Mengalahkan Kapasitas

Kepemimpinan berbasis popularitas terjadi ketika seorang calon pemimpin dipilih lebih karena ketenaran atau sensasi yang dimilikinya daripada kualitas atau kemampuan untuk memimpin. Masyarakat lebih tertarik pada sosok yang dikenal luas, yang dapat menarik perhatian media dan massa. Adapun daripada pada calon yang memiliki rekam jejak atau kompetensi yang mumpuni. Hal ini menjadikan pemilihan pemimpin semakin bergantung pada aspek marketing, seperti pencitraan dan popularitas media, alih-alih kualitas substantif calon pemimpin.

Pengaruh Media Sosial: Meningkatkan Popularitas Tanpa Menilai Kapasitas

Salah satu faktor utama yang memperburuk fenomena kepemimpinan berbasis popularitas adalah pengaruh media sosial. Di era digital ini, seseorang dapat menjadi terkenal hanya dengan tampil di media sosial, tanpa harus menunjukkan kualitas kepemimpinan yang relevan. Pengaruh media sosial memungkinkan kandidat untuk membangun citra dengan cepat. Mengandalkan jumlah pengikut dan visibilitas daripada pengalaman atau rekam jejak yang substansial. Ini menciptakan situasi di mana pemimpin lebih dikenal karena sensasi yang ditimbulkan daripada karena kapasitas mereka untuk mengelola negara dengan baik.

Dominasi Partai Politik: Menyaring Pemimpin Berdasarkan Popularitas

Dominasi partai politik dalam proses pencalonan juga berkontribusi pada pergeseran ini. Partai-partai besar sering kali lebih tertarik pada calon yang dapat menarik perhatian media dan suara massa. Adapun daripada memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan kemampuan mereka untuk memimpin. Calon yang dapat menggalang dukungan besar di media sosial atau melalui kampanye yang menarik perhatian sering kali dipilih. Meskipun mereka mungkin tidak memiliki pengalaman atau kebijakan yang solid. Akibatnya, demokrasi lebih banyak dipengaruhi oleh popularitas daripada oleh kualitas pemimpin itu sendiri.

Ketimpangan Kualitas Pemimpin: Rakyat Hanya Menilai Citra

Dalam sistem yang lebih mengutamakan popularitas, rakyat sering kali lebih memilih calon berdasarkan citra atau sensasi yang mereka tampilkan daripada pada kualitas pemimpin yang sebenarnya. Pemilu menjadi ajang untuk memilih sosok yang paling terkenal atau paling banyak dibicarakan, bukan mereka yang memiliki kemampuan untuk memimpin negara dengan baik. Ketimpangan kualitas ini menciptakan tantangan besar bagi pemerintahan, karena pemimpin yang terpilih mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menangani masalah besar yang dihadapi negara.

Solusi: Kembali ke Kepemimpinan Berdasarkan Kapasitas dan Kompetensi

Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada perubahan dalam cara calon pemimpin dipilih. Salah satu solusi yang diusulkan adalah untuk kembali mengutamakan kapasitas dan kompetensi calon pemimpin. Pemilihan pemimpin harus didasarkan pada kualifikasi yang relevan, pengalaman, dan rekam jejak yang terbukti, bukan hanya pada sensasi atau popularitas semata. Proses pencalonan harus memperhatikan kualitas calon pemimpin, memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mengelola negara dan menghadapi tantangan yang ada.

You Might Also Like

Zulhas Gagal Paham Pajak: Pajak Tanpa Timbal Balik?
Rakyat Tenggelam, Pejabat Sibuk Menghitung Masa Jabatan
Kedaulatan Rakyat Dikhianati: Praktik Pemerintahan yang Tidak Lagi Berpihak pada Rakyat
Prabowo Klaim Selamatkan Triliunan, Partai X: Hebat di Klaim, Tapi Hukum Masih Takut Sentuh Tangan Pejabat!

Model Demokrasi Berjenjang: Menyaring Pemimpin Berdasarkan Kualitas

Salah satu cara untuk memastikan bahwa pemimpin yang terpilih adalah mereka yang benar-benar berkualitas adalah dengan menerapkan model demokrasi berjenjang. Dalam sistem ini, seleksi calon pemimpin dilakukan oleh lembaga negara yang kredibel, yang dapat menilai kapasitas dan kompetensi calon secara objektif. Setelah seleksi ini, calon pemimpin yang memenuhi kriteria kualitas akan diserahkan kepada rakyat untuk dipilih. Dengan cara ini, demokrasi dapat memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk memimpin negara dengan baik.

Meningkatkan Keterlibatan Rakyat: Kembali ke Kualitas dalam Pemilihan Pemimpin

Penerapan model demokrasi berjenjang akan memperkuat kedaulatan rakyat dengan memastikan bahwa mereka memilih pemimpin yang berkualitas. Proses seleksi yang lebih transparan dan berbasis pada kualitas kepemimpinan akan memastikan bahwa rakyat diberi pilihan yang benar-benar dapat membawa perubahan positif bagi negara. Dengan sistem ini, pemilihan pemimpin tidak hanya menjadi ajang memilih berdasarkan popularitas, tetapi berdasarkan kapasitas yang sesungguhnya.

Penutupan

Kepemimpinan berbasis popularitas semakin memperburuk kualitas demokrasi, dengan memilih pemimpin berdasarkan ketenaran daripada kapasitas mereka. Untuk memperbaiki keadaan ini, sistem pemilihan yang lebih mengutamakan kualitas dan kompetensi calon pemimpin perlu diterapkan. Demokrasi yang berfokus pada kemampuan pemimpin akan memperbaiki sistem pemerintahan dan memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar mampu mengelola negara dengan baik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kepemimpinan Berbasis Popularitas: Banyak Sorotan, Minim Solusi
Next Article sistem presidensial menghancurkan Sistem Presidensial Menghancurkan: Ketika Pengawas Tak Berdaya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Ketua DPRD Sebut Kesenian Lokomotif Ekonomi! Partai X: Tapi Seniman Masih Bertahan di Pinggir Jalan?

April 23, 2025
Pemerintah

Solidaritas yang Tertinggal: Ketika Gotong Royong Tanpa Keadilan Menghancurkan Harapan

March 12, 2026
Pemerintah

RUU ASN Jadi Alasan Tunda RUU Pemilu?  Partai X: Jangan Akal-akalan Legislasi

April 22, 2025
Ekonomi

PDIP Komitmen Jaga Pangan, Partai X: Pastikan Rakyat Tak Lagi Kelaparan!

September 25, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.