By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 21 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kebijakan Budaya Jadi Panggung Festival, Nilai Luhur Tak Sampai ke Akar Sosial!
PemerintahSosial

Kebijakan Budaya Jadi Panggung Festival, Nilai Luhur Tak Sampai ke Akar Sosial!

Diajeng Maharini
Last updated: June 3, 2025 4:49 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Pemerintah menggelar berbagai festival budaya sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur. Namun, kemeriahan itu hanya berhenti di panggung. Di akar masyarakat, nilai luhur bangsa terus terkikis oleh konsumerisme dan hedonisme. Seharusnya Kebijakan budaya Indonesia merupakan serangkaian langkah strategis yang dirancang oleh pemerintah untuk melindungi, mengembangkan, dan memajukan kekayaan budaya bangsa.

Contents
Kebijakan Budaya Saat ini Rakyat Tak Dilibatkan, Warisan Budaya Sekadar BrandingPenutup: Jangan Biarkan Budaya Mati di Tangan Pejabat Seremonial

Direktur X-Institute sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai X, Prayogi R Saputra, mengkritik pendekatan budaya yang hanya bersifat simbolik. “Budaya bukan sekadar pertunjukan. Ia seharusnya membentuk peradaban dan arah hidup bangsa,” ujarnya.

Menurut Prayogi, pemerintah telah keliru dalam menempatkan budaya sebagai tontonan, bukan tuntunan.

“Tugas pemerintah itu tiga,” katanya. “Melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat.” Tapi saat ini, budaya justru dijadikan panggung demi pencitraan penguasa.

Festival terus digelar, namun tak menyentuh persoalan krusial. Kekerasan sosial, degradasi moral, dan pengabaian nilai adat terus merajalela.

Kebijakan Budaya Saat ini Rakyat Tak Dilibatkan, Warisan Budaya Sekadar Branding

Kebijakan budaya hari ini lebih berpihak pada industri kreatif dibanding penguatan akar budaya masyarakat. Rakyat tak dilibatkan sebagai pelaku. Mereka hanya jadi penonton dalam pameran budaya yang dijual mahal untuk turis.

Nilai-nilai gotong royong, kearifan lokal, dan etika hidup bersama makin tersingkir. Sementara penguasa menjadikan budaya sebagai panggung promosi kekuasaan.

You Might Also Like

Krisis Kepemimpinan: Ketika Presiden Anti Kritik Menghadapi Ketidakpuasan Tanpa Solusi
Di Balik Kebijakan Ada Siluman-Siluman Realitas
Rencana HET Beras, Pemerintah Harus Pastikan Kesejahteraan Rakyat!
Istana Bicara CEPA, Partai X: Apa Manfaatnya untuk Petani, Nelayan, dan Buruh Indonesia?

Partai X menegaskan bahwa budaya adalah infrastruktur dasar peradaban. Nilai luhur harus ditanam sejak dini, bukan dimanipulasi demi kepentingan sesaat. “Budaya membentuk mental bangsa. Kalau mental rusak, negara mudah jatuh,” tegas Prayogi.

Solusi utama adalah mengembalikan rakyat sebagai subjek kebudayaan. Pemerintah cukup menjadi fasilitator, bukan penentu arah budaya rakyat.

Partai X menilai bahwa kegagalan kebijakan budaya ini tak lepas dari sistem pemerinntahan yang mengabaikan peran rakyat. Sejak Amandemen Ketiga, rakyat kehilangan kendali atas arah negara, termasuk arah kebudayaan.

Amandemen Kelima menjadi jalan mengembalikan rakyat sebagai pemilik negara dan penjaga nilai luhur bangsa. Pemerintah harus kembali tunduk pada kehendak rakyat.

Penutup: Jangan Biarkan Budaya Mati di Tangan Pejabat Seremonial

Melalui Sekolah Negarawan, X-Institute membangun ruang pendidikan kebangsaan berbasis Pancasila dan nilai lokal. Sekolah ini mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah penjaga kebudayaan dan peradaban. “Negarawan adalah pejuang nilai, bukan pencari panggung,” ujar Prayogi.

Dengan tiga pilar  pendidikan, penelitian, dan penerbitan Sekolah Negarawan mendorong regenerasi pemimpin berjiwa luhur. Bukan pemimpin yang hanya bicara adat di podium, tapi lupa praktik di lapangan.

Partai X menyerukan perubahan cara pandang terhadap budaya. Budaya bukan alat kekuasaan, tapi akar kepribadian bangsa. “Kalau budaya hanya dijadikan festival, maka nilai luhur bangsa hanya akan jadi arsip,” tutup Prayogi.

Sudah saatnya rakyat memimpin kebudayaan, bukan hanya menonton dari balik pagar panggung. Karena kebudayaan bukan milik birokrat, tapi milik seluruh rakyat Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kebijakan Hukum Indonesia Dipuji di Forum, Tapi Gagal Lindungi di Rumah Sendiri!
Next Article Kebijakan Pajak Kian Kejam, Penguasa Diberi Celah Rakyat Bingung Tanpa Arah

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Jepang Beri Pelajaran MBG, Program Harus Berdampak Langsung ke Rakyat!

February 20, 2026
Pendidikan

Kurikulum Mau Disesuaikan Lagi, Partai X: Masalahnya Bukan di Siswa, Tapi di Lapangan Kerja yang Tak Ada!

May 15, 2025
Ketika Segelintir Oligarki Kendalikan Pemilu
Pemerintah

Ketika Segelintir Oligarki Kendalikan Pemilu

February 26, 2026
Pemerintah

Di Persimpangan Konstitusi, Pembagian Ranah Kekuasaan Dipertanyakan

July 20, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.