beritax.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pertahanan merupakan penegasan pengelolaan APBN. Menurut Dave, setiap kebijakan anggaran negara harus berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat. Dave mengatakan efisiensi belanja negara menjadi instrumen penting memastikan setiap alokasi anggaran memberikan manfaat optimal. Efisiensi tersebut juga harus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan tanpa mengabaikan kebutuhan strategis negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan melakukan penghematan anggaran untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan. Bahkan, Presiden membuka kemungkinan pengurangan anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan. Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah sedang mencari keseimbangan antara penguatan negara dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Namun, kebijakan efisiensi tetap membutuhkan perencanaan matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Pertahanan Negara dan Kesejahteraan Harus Berjalan Seimbang
Dave Laksono menegaskan sektor pertahanan memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor lainnya. Pertahanan berkaitan langsung dengan kepentingan jangka panjang bangsa dan kedaulatan negara. Karena itu, penyesuaian anggaran pertahanan harus dilakukan secara terukur. Pemerintah harus mempertimbangkan kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit. Efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan tanpa arah. Efisiensi harus menjadi upaya memperbaiki tata kelola anggaran negara. Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama. “Tugas negara itu tiga, melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat,” ujar Prayogi.
Menurutnya, seluruh kebijakan negara harus kembali kepada tujuan utama pembentukan negara. Negara harus hadir memastikan keamanan sekaligus kesejahteraan rakyat. Prayogi menjelaskan bahwa anggaran negara merupakan instrumen pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap rupiah dalam APBN harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Rakyat Harus Menjadi Tujuan Utama Kebijakan Negara
Prayogi menilai kebijakan efisiensi anggaran harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan rakyat. Pemerintah tidak boleh hanya melihat angka penghematan. Pemerintah juga harus memastikan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Kebijakan anggaran harus mampu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Prinsip Partai X menyebut negara terdiri atas unsur wilayah, rakyat, dan pemerintah. Pemerintah merupakan bagian kecil dari rakyat yang diberi kewenangan menjalankan kebijakan.
Kewenangan tersebut harus dijalankan secara efektif, efisien, dan transparan. Tujuannya adalah mewujudkan keadilan serta kesejahteraan seluruh rakyat. Dalam pandangan Partai X, rakyat merupakan pemilik kedaulatan negara. Pejabat negara bukan pemilik kekuasaan mutlak, melainkan pelayan rakyat. Karena itu, kebijakan pengurangan anggaran pertahanan harus tetap mempertimbangkan kepentingan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Negara tidak boleh kehilangan fungsi perlindungan.
Transparansi Anggaran Menjadi Kunci Kepercayaan Publik
Prayogi menilai efisiensi anggaran harus disertai transparansi publik. Masyarakat berhak mengetahui arah penggunaan uang negara. Tanpa transparansi, efisiensi dapat menimbulkan kecurigaan publik. Sebaliknya, keterbukaan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat. Partai X memandang politik sebagai perjuangan mendapatkan dan menjalankan kewenangan secara efektif, efisien, dan transparan. Tujuannya adalah menciptakan keadilan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks anggaran pertahanan, pemerintah perlu menjelaskan sektor mana yang mengalami penyesuaian. Pemerintah juga harus menjelaskan manfaat penghematan tersebut bagi rakyat. Pengawasan DPR menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan. Fungsi pengawasan harus menjaga keseimbangan antara keamanan dan kesejahteraan.
Solusi Partai X: Reformasi Tata Kelola Negara dan Anggaran
Prayogi menyampaikan Partai X mendorong tata kelola negara yang lebih efektif, efisien, dan transparan. Reformasi tersebut diperlukan agar kebijakan negara benar-benar berpihak kepada rakyat. Salah satu solusi Partai X adalah memperkuat sistem pengawasan terhadap penggunaan kewenangan negara. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Partai X juga mendorong transformasi birokrasi digital untuk meningkatkan akuntabilitas pelayanan publik. Sistem digital dinilai mampu mengurangi ruang penyalahgunaan anggaran. Selain itu, Partai X menekankan pentingnya reformasi hukum berbasis kepakaran. Hukum harus menghadirkan keadilan dan mengurangi ruang korupsi. Dalam sektor anggaran, pemerintah perlu menerapkan prinsip perencanaan berbasis kebutuhan rakyat. Setiap program harus memiliki manfaat sosial yang terukur.
Menjaga Pertahanan, Memastikan Kesejahteraan
Prayogi menegaskan penguatan pertahanan dan kesejahteraan rakyat bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya merupakan tanggung jawab negara. Negara membutuhkan pertahanan kuat untuk menjaga keamanan nasional. Namun, negara juga membutuhkan kebijakan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat. Karena itu, efisiensi anggaran harus dilakukan secara bijaksana. Jangan sampai pengurangan anggaran melemahkan pertahanan strategis.
Sebaliknya, jangan pula anggaran besar mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. Keseimbangan menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan negara. Partai X menilai kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Kebutuhan tersebut meliputi pangan, pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak. Dengan prinsip tersebut, kebijakan anggaran negara harus diarahkan untuk menghadirkan keadilan sosial. Pemerintah harus memastikan rakyat menjadi pusat setiap keputusan.
Publik Menanti Bukti Nyata Kebijakan Efisiensi
Rencana efisiensi anggaran pertahanan menjadi momentum memperbaiki tata kelola keuangan negara. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut bergantung pada implementasi. Masyarakat membutuhkan bukti bahwa penghematan anggaran benar-benar menghasilkan manfaat. Bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen APBN. Pemerintah harus memastikan hasil efisiensi digunakan untuk program yang menyentuh kebutuhan rakyat. Hal tersebut menjadi ukuran keberhasilan kebijakan publik. Prayogi menegaskan negara harus kembali pada fungsi dasarnya. Negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dengan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab, efisiensi anggaran dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan. Rakyat harus menjadi tujuan utama dari seluruh kebijakan negara.



