By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 November 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Krisis Moral Pemimpin Dunia, Sekolah Negarawan dan MAPIM Malaysia Susun Kurikulum Kepemimpinan Beretika
Internasional

Krisis Moral Pemimpin Dunia, Sekolah Negarawan dan MAPIM Malaysia Susun Kurikulum Kepemimpinan Beretika

Diajeng Maharini
Last updated: November 4, 2026 10:56 am
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

KUALA LUMPUR – Kemerosotan moral, praktik korupsi, serta melemahnya keberanian dalam menyuarakan kebenaran menjadi tantangan serius bagi kepemimpinan di berbagai negara, termasuk negara-negara mayoritas Muslim. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecakapan intelektual dan kemampuan mengelola pemerintahan belum cukup untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab. Menjawab tantangan tersebut, Wakil Direktur Sekolah Negarawan Indonesia, Adv. Rinto Setiyawan, S.H., M.H., bertolak ke Kuala Lumpur untuk merumuskan langkah strategis bersama Presiden MAPIM Malaysia, Cik Gu Azmi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi kepemimpinan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan ketatanegaraan, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan keberanian moral. Kedua pihak memandang bahwa pembentukan karakter harus menjadi bagian utama dalam proses pendidikan calon pemimpin masa depan.

Contents
Ethical Statesmanship sebagai Fondasi KepemimpinanKeberanian Moral dan Komitmen AntikorupsiKepemimpinan Umat Berbasis Masjid dan MasyarakatPembelajaran Berbasis Pengalaman dan Misi KemanusiaanMelahirkan Pemimpin Beretika untuk Masa Depan Nusantara

Ethical Statesmanship sebagai Fondasi Kepemimpinan

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Rinto Setiyawan dan Cik Gu Azmi sepakat bahwa pengetahuan ketatanegaraan harus berjalan seiring dengan integritas dan tanggung jawab moral. Kesepakatan ini kemudian dituangkan dalam salah satu pilar utama Nusantara Young Statesmen Programme (NYSP), yaitu Pilar II yang bertajuk Ethical Statesmanship & Civilisational Leadership. Pilar tersebut akan dikembangkan secara bersama oleh Sekolah Negarawan dan MAPIM Multiversity Malaysia. Kurikulum ini dirancang untuk membentuk generasi pemimpin yang mampu memahami tanggung jawab kekuasaan sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pendekatan tersebut, kepemimpinan tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga berdasarkan kejujuran, keteladanan, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.

Kurikulum kepemimpinan beretika ini disusun secara komprehensif melalui sebelas modul inti yang menjadi fondasi pembentukan karakter negarawan. Materi pembelajaran diawali dengan penanaman nilai Amanah sebagai prinsip utama dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan. Nilai tersebut kemudian diperkuat melalui pembelajaran Adab yang menekankan pentingnya kesantunan, penghormatan, dan etika dalam setiap tindakan maupun pengambilan keputusan. Kedua nilai tersebut menjadi landasan agar calon pemimpin tidak menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Sekolah Negarawan dan MAPIM memandang bahwa pemimpin sejati adalah sosok yang mampu menjaga kepercayaan serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan dirinya sendiri.

Keberanian Moral dan Komitmen Antikorupsi

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya melahirkan pemimpin yang memiliki keberanian moral. Rinto Setiyawan dan Cik Gu Azmi menilai bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan dan mengetahui tindakan yang benar. Pemimpin juga harus memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebenaran meskipun menghadapi tekanan, risiko, maupun penolakan. Oleh karena itu, kurikulum NYSP secara khusus memasukkan modul Moral Courage atau Keberanian Moral. Modul ini dirancang untuk melatih peserta agar mampu mempertahankan prinsip kebenaran dalam berbagai situasi. Pembelajaran tersebut dipadukan dengan modul Anti-Corruption yang bertujuan membangun sikap tegas dalam menolak segala bentuk korupsi serta mendorong terciptanya tata kelola yang transparan dan berkeadilan.

Kepemimpinan Umat Berbasis Masjid dan Masyarakat

Selain membahas kepemimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan, kurikulum ini turut memberikan perhatian terhadap aspek pemberdayaan umat yang menjadi salah satu bidang perhatian MAPIM. Melalui modul Mosque & Ummah Leadership, para peserta akan mempelajari peran strategis masjid dalam membangun karakter, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mengembangkan kepemimpinan masyarakat dari tingkat akar rumput. Masjid tidak hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan moral, dan pemberdayaan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, kepemimpinan umat dapat tumbuh melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

Pembelajaran Berbasis Pengalaman dan Misi Kemanusiaan

Proses penanaman nilai-nilai etika dalam program NYSP tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran teori maupun ceramah konvensional. Program ini menerapkan metode Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman yang melibatkan peserta secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Metode tersebut mencakup kegiatan Community Immersion dan Humanitarian Mission yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami persoalan sosial serta terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan empati, solidaritas, kepedulian, dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter Servant Leadership, yaitu kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan daripada kepentingan pribadi. Dengan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, calon pemimpin diharapkan tidak hanya memahami tanggung jawabnya secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata.

You Might Also Like

Selatan Global Harus Bangkit Tanpa Tergantung pada Utara
Melalui Kebijakan Pajak, Penjajahan Modern Fiskal Menguat di Indonesia
Kasus SPBU Digital, Partai X: Korupsi Teknologi Sama Berbahayanya dengan Manual!
Perum Bulog Bangun Infrastruktur, Pastikan Stok Pangan Aman untuk Rakyat

Melahirkan Pemimpin Beretika untuk Masa Depan Nusantara

Pada akhir kunjungannya, Adv. Rinto Setiyawan menegaskan bahwa hasil utama yang ingin dicapai melalui pilar Ethical Statesmanship & Civilisational Leadership adalah lahirnya Ethical Leader atau pemimpin yang menjunjung tinggi etika dan nilai moral. Para lulusan NYSP diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan pribadi maupun pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga diharapkan memiliki keteguhan dalam mempertahankan kebenaran, menolak penyalahgunaan kewenangan, serta menjalankan tanggung jawab berdasarkan prinsip keadilan. Sinergi antara Sekolah Negarawan dan MAPIM Malaysia menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan kepemimpinan yang mengintegrasikan pengetahuan, moralitas, dan kepedulian kemanusiaan. Kedua institusi optimistis bahwa kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembentukan generasi pemimpin yang berintegritas dan mampu menjaga martabat kepemimpinan Islam di kawasan Nusantara.

Melalui pengembangan sebelas modul inti, pembelajaran berbasis pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan kemasyarakatan, NYSP diharapkan menjadi ruang pembinaan calon pemimpin yang lebih menyeluruh. Program ini sekaligus menawarkan pendekatan bahwa perbaikan kualitas kepemimpinan harus dimulai dari pembentukan karakter, bukan sekadar peningkatan kemampuan administratif. Integritas perlu dibangun melalui pembiasaan, keberanian moral harus dilatih melalui pengalaman, dan tanggung jawab sosial harus diwujudkan melalui pelayanan nyata. Dengan demikian, kerja sama Sekolah Negarawan dan MAPIM Malaysia diharapkan mampu menghadirkan model pendidikan negarawan yang menjadikan amanah, adab, keadilan, dan kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam memimpin.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Mediasi Gagal: Hakim Agung Leo Yulius Tolak Minta Maaf Dan Enggan Bayar Biaya Mediasi Dalam Gugatan PT Boardcom Servis Indonesia
Next Article MAPIM dan Sekolah Negarawan Siapkan Generasi Diplomat Muda untuk Menghadapi Tantangan Geopolitik Global

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Manipulasi Untuk Kepentingan: Ketika Pemerintah Lebih Memperhatikan Pejabat daripada Rakyat

March 16, 2026
Ekonomi

Pramono Tetapkan Pajak BBM 5 Persen, Partai X Tanya: Hadiah untuk Rakyat atau Beban Baru Lagi?

April 25, 2025
Internasional

Rencana Mesir untuk Gaza Tuai Perhatian! Partai X: Apakah Berdampak Stabilitas Global?

March 13, 2025
kartel penjaga kekuasaan
Pemerintah

Kartel Penjaga Kekuasaan: Berganti Pemimpin, Tetap Penguasa yang Sama

June 3, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.