beritax.id – Rupiah ditutup di level Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan Selasa, mendekati ambang psikologis Rp18.000. Mata uang Garuda sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang masa di Rp17.733 per dolar AS pada sesi intraday pukul 13.54 WIB. Tekanan terhadap rupiah muncul akibat arus keluar hot money, faktor musiman transfer dividen dan ibadah haji, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelemahan ini juga mendorong IHSG anjlok 3,46% ke level 6.370 pada sesi yang sama.
Analis Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai Bank Indonesia tidak perlu menaikkan suku bunga acuan karena hal itu akan membebani sektor riil. Kenaikan BI rate justru meningkatkan biaya valas dan memperlambat ekspansi bisnis. Cadangan devisa Indonesia per April 2026 tercatat US$146,1 miliar, memberikan ruang intervensi moneter yang memadai. Otoritas moneter juga meminta eksportir tidak menahan konversi valas agar tekanan rupiah jangka pendek dapat dikendalikan.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai akar pelemahan rupiah juga berasal dari komunikasi kebijakan fiskal tim ekonomi Istana yang dinilai kurang meyakinkan pasar global. Koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal perlu diperkuat agar stabilitas nilai tukar terjaga.
Dampak ke Investor dan Pasar Global
Pelemahan rupiah mendorong aliran modal ke aset safe-haven berbasis dolar, seperti Invesco DB US Dollar Index Bullish Fund (UUP). Permintaan emas sebagai lindung nilai juga meningkat, instrumen seperti SPDR Gold Shares (GLD) menjadi pilihan investor untuk meredam risiko nilai tukar.
Sementara itu, eksposur Indonesia melalui iShares MSCI Indonesia (EIDO) berpotensi tertekan seiring koreksi IHSG dan pelemahan mata uang lokal. Investor global menilai ulang valuasi aset emerging markets ketika rupiah melemah signifikan.
Tanggapan Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menekankan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Partai X menilai pemerintah harus lebih memperkuat komunikasi fiskal dan moneter agar kebijakan ekonomi jelas, konsisten, dan dapat meredam ketidakpastian pasar.
Prayogi menambahkan bahwa perlindungan terhadap rakyat menjadi prioritas utama, termasuk menjaga daya beli masyarakat, kestabilan harga, dan akses terhadap kebutuhan pokok. Partai X menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar jangan sampai membebani kehidupan ekonomi masyarakat kecil.
Prinsip Partai X
- Negara wajib melindungi rakyat dari dampak ekonomi global yang merugikan.
- Pemerintah harus menjaga transparansi, konsistensi, dan akuntabilitas kebijakan fiskal dan moneter.
- Stabilitas nilai tukar merupakan instrumen penting dalam melayani kepentingan ekonomi rakyat.
- Partai X mendorong keterlibatan aktif legislatif dan masyarakat dalam mengawasi kebijakan fiskal.
- Komunikasi publik harus jelas untuk mencegah kepanikan pasar yang berdampak pada masyarakat.
Solusi Partai X
- Mendorong pemerintah memperkuat koordinasi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan agar nilai tukar lebih stabil.
- Menetapkan protokol komunikasi ekonomi yang jelas, rutin, dan akurat agar pasar domestik dan global percaya.
- Mengembangkan kebijakan cadangan pangan, energi, dan likuiditas untuk melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi nilai tukar.
- Mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha agar risiko ekonomi bisa diantisipasi tanpa menimbulkan kepanikan.
- Menyediakan stimulus pro-rakyat yang dapat menahan harga barang pokok ketika rupiah melemah sementara.
Partai X menekankan bahwa pemerintah harus melindungi rakyat dari dampak fluktuasi ekonomi global melalui komunikasi dan kebijakan yang jelas. Stabilitas nilai tukar tidak hanya soal angka, tetapi soal kesejahteraan rakyat. Komunikasi ekonomi harus efektif, kebijakan fiskal konsisten, dan intervensi moneter terukur agar rakyat tetap terlindungi dari risiko mata uang dan inflasi.



