beritax.id– Dua kapal tanker milik Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan saran kepada pemerintah. Hal ini agar lebih aktif dalam bernegosiasi dengan pihak Iran. JK menilai bahwa upaya diplomasi harus ditingkatkan. Hal ini untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasi kapal-kapal Indonesia yang terjebak di tengah ketegangan kebijakan Timur Tengah.
“Walaupun tentunya saya bisa berkonsultasi, bicara dengan pihak Iran. Tapi ada batasnya juga. Harus pemerintah lebih aktif (melobi ke Iran),” kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/3/2026). JK juga menambahkan, selain berbicara dengan pihak Iran, pemerintah Indonesia perlu menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi di Iran, yang dapat membantu memperlancar pembicaraan dan menciptakan situasi yang lebih kondusif.
Diplomasi Intensif dan Keamanan Kapal
Kedua kapal yang tertahan, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masing-masing mengangkut pasokan minyak mentah dan kargo milik pihak ketiga. Meski demikian, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan bahwa kapal-kapal tersebut dalam kondisi aman dan sedang menunggu situasi di Selat Hormuz membaik agar bisa melanjutkan perjalanan. PIS menegaskan bahwa distribusi energi domestik tetap terjaga meski ada kendala di perairan internasional.
Terkait dengan permasalahan ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran telah melakukan diplomasi dengan pemerintah Iran untuk memastikan kapal-kapal Indonesia dapat keluar dari perairan tersebut dengan selamat. “Kami terus melakukan upaya diplomasi untuk melindungi kepentingan Indonesia dan memastikan kapal milik Pertamina dapat melintas Selat Hormuz dengan aman,” ungkap Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, pada (6/3/2026).
Tanggapan Anggota Majelis Tinggi Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara yang utama adalah melindungi rakyat dan memastikan keselamatan warga negara. Adapun termasuk dalam situasi internasional yang penuh tantangan. “Penting bagi pemerintah untuk terus berkomunikasi dengan negara-negara terkait, terutama dalam situasi seperti ini. Di mana keselamatan kapal-kapal Indonesia dan warganya adalah prioritas utama,” ujar Prayogi.
Prayogi juga menggarisbawahi pentingnya peran diplomasi yang efektif dalam menghadapi ketegangan kebijakan yang mempengaruhi jalur perdagangan internasional. “Tantangan ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal stabilitas dan keamanan nasional. Oleh karena itu, kami mendukung upaya pemerintah untuk lebih aktif dalam diplomasi internasional, terutama terkait dengan keamanan pasokan energi dan keselamatan kapal-kapal Indonesia,” lanjut Prayogi.
Prinsip Partai X:
- Melindungi Rakyat: Negara harus selalu berperan aktif dalam melindungi warganya di dalam dan luar negeri, terutama dalam situasi krisis.
- Mengutamakan Diplomasi yang Efektif: Diplomasi internasional yang aktif dan efektif merupakan kunci dalam menjaga stabilitas negara dan melindungi kepentingan nasional.
- Mengatur Kepentingan Negara dengan Keadilan: Semua kebijakan harus didasarkan pada keadilan, transparansi, dan melibatkan kepentingan rakyat.
Solusi Partai X:
- Perkuat Peran Diplomasi: Partai X mendukung perluasan upaya diplomasi internasional yang melibatkan berbagai negara untuk memastikan keamanan jalur perdagangan internasional.
- Diversifikasi Sumber Energi: Mengurangi ketergantungan pada jalur energi yang rawan konflik, dengan menggali potensi sumber energi domestik.
- Peningkatan Pengawasan dan Perlindungan Kapal: Penguatan pengawasan dan perlindungan bagi kapal-kapal Indonesia di jalur-jalur internasional yang strategis, baik melalui jalur diplomasi maupun pengamanan maritim yang lebih efektif.
Partai X mendukung langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan global dan memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.



