By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 2 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Tujuh Tahun untuk Nabi Muhammad ﷺ Perjalanan Panjang Majid Majidi Membuat Film tentang Rasulullah
Internasional

Tujuh Tahun untuk Nabi Muhammad ﷺ Perjalanan Panjang Majid Majidi Membuat Film tentang Rasulullah

Diajeng Maharini
Last updated: September 2, 2026 12:05 pm
By Diajeng Maharini
Share
5 Min Read
SHARE

TEHRAN — Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghasilkan sebuah film. Namun, bagi sutradara Iran Majid Majidi, waktu tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memahami dan menghadirkan kehidupan Nabi Muhammad ﷺ melalui karya sinema. Kisah perjalanan tersebut ia bagikan ketika menjadi pembicara dalam acara Riwayat-e Rahmat yang berlangsung di Vahdat Hall, Tehran, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati 1.500 tahun kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Delegasi Sekolah Negarawan dari Indonesia turut mengikuti acara tersebut, dengan kehadiran Direktur Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur Cooperation and International Relations Abdullah Assegaf. Kehadiran delegasi menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai kebudayaan, kepemimpinan, dan cara berbagai masyarakat menyampaikan nilai melalui karya.

Majidi mengawali ceritanya dari sebuah pertemuan yang kemudian mengubah perjalanan hidupnya sebagai seorang sutradara. Pada tahun 1386 kalender Iran, ia menerima telepon dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran untuk menghadiri sebuah pertemuan di kediaman pribadi Pemimpin Tertinggi. Majidi menyampaikan bahwa sebelumnya ia belum pernah mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara langsung dalam suasana tersebut.

Dalam pertemuan itu, pembicaraan kemudian mengarah kepada kehidupan Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian Majidi adalah mengapa kehidupan banyak tokoh agama dan nabi telah diangkat dalam berbagai karya film, sementara karya sinema besar tentang Nabi Muhammad ﷺ masih sangat terbatas. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi awal dari perjalanan panjang yang mendorongnya untuk mempelajari kehidupan Rasulullah ﷺ secara lebih mendalam.

Majidi kemudian diminta untuk mempelajari kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan mempertimbangkan pembuatan sebuah film. Ia mengakui bahwa tugas tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Banyak pertanyaan muncul dalam proses tersebut, mulai dari bagaimana menggambarkan sosok Rasulullah ﷺ, bagaimana menerjemahkan perjalanan hidup beliau ke dalam bahasa sinema, hingga bagaimana menghadirkan pesan Islam tanpa mengurangi kedalaman spiritualnya.

Berbagai pertanyaan tersebut membutuhkan penelitian yang panjang. Majidi kemudian memulai proyek tersebut dengan kesadaran bahwa dirinya bukan hanya sedang membuat sebuah film. Ia juga sedang berusaha memahami salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia dan mencari cara untuk menyampaikan nilai yang terkandung dalam kehidupan beliau kepada masyarakat luas.

You Might Also Like

Prabowo Setuju Bentuk Ditjen Pesantren, Partai X: Santri Butuh Kepastian, Bukan Struktur Baru!
Kemensos Tetapkan Syarat Verifikasi BPJS PBI, Proses Harus Mudah dan Akurat!
Pemerintah Adalah Karyawan Rakyat
Kedaulatan Rakyat Terhimpit: Kebijakan Fiskal yang Membebani

Sekitar tujuh tahun dihabiskan dalam proses pembuatan film tersebut. Namun, perjalanan itu belum berhenti setelah film selesai diproduksi. Majidi kemudian menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk memperkenalkan film tersebut ke berbagai negara, bertemu dengan berbagai kalangan, serta membuka ruang agar karya tersebut dapat disaksikan oleh masyarakat yang lebih luas.

Respons yang diterima menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Majidi menemukan bahwa pesan mengenai rahmat dan kemanusiaan yang disampaikan melalui film dapat diterima oleh banyak orang dari berbagai latar belakang. Sejumlah ulama dari negara-negara Arab juga memberikan tanggapan positif setelah menyaksikan karya tersebut.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan Majidi bahwa karya seni yang membawa pesan kemanusiaan mampu melampaui batas wilayah dan perbedaan latar belakang. Bagi dirinya, film tentang Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya upaya untuk menceritakan sejarah masa lalu. Film tersebut juga menjadi cara untuk menghadirkan kembali nilai-nilai yang relevan bagi persoalan manusia pada masa kini.

Majidi melihat bahwa pemahaman yang tidak utuh mengenai Islam dapat melahirkan berbagai kesalahpahaman di tengah masyarakat dunia. Karena itu, salah satu tujuan dari film tersebut adalah menghadirkan Islam melalui pesan rahmat, keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari gambaran kehidupan Nabi Muhammad ﷺ yang ingin ia sampaikan melalui sinema.

Di Vahdat Hall, kisah tujuh tahun perjalanan Majidi menjadi salah satu cerita yang menarik dalam Riwayat-e Rahmat. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah karya besar tidak hanya lahir dari kemampuan teknis, tetapi juga dari proses panjang untuk memahami sebuah nilai. Dari perjalanan tersebut terlihat bahwa seni dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat yang lebih luas.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sekolah Negarawan Membaca Kesyahidan sebagai Pendidikan tentang Keteladanan
Next Article Sekolah Negarawan Menyimak Majid Majidi Ketika Sinema Menjadi Jembatan Diplomasi Budaya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Sistem Ketatanegaraan Stabil: Menguatkan Negara di Tengah Dinamika Demokrasi

April 10, 2026
Ekonomi

Koperasi Desa dalam Retorika Rp223 Triliun, Ingatkan Kesejahteraan Rakyat

July 15, 2026
Pemerintah

Partai X Soroti Kesiapan Infrastruktur dan Teknologi di Balik SPMB 2025

March 7, 2025
Pemerintah

Nilai Rupiah Anjlok, Ujian bagi Stabilitas Nasional

July 23, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.