By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 2 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Sekolah Negarawan Membaca Kesyahidan sebagai Pendidikan tentang Keteladanan
Pendidikan

Sekolah Negarawan Membaca Kesyahidan sebagai Pendidikan tentang Keteladanan

Diajeng Maharini
Last updated: September 2, 2026 12:01 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

TEHERAN — Salah satu pelajaran yang menarik perhatian delegasi Sekolah Negarawan dalam Gala Dinner rangkaian konferensi di Teheran adalah bagaimana kesyahidan ditempatkan sebagai bagian dari pendidikan sejarah dan keteladanan. Dalam berbagai paparan yang disampaikan, kisah pengorbanan tidak hanya dimaknai sebagai upaya mengenang masa lalu. Kisah tersebut juga dipandang sebagai sarana untuk membentuk karakter, memperkuat nilai kehidupan, dan memberikan inspirasi bagi generasi masa kini.

Delegasi Sekolah Negarawan yang hadir terdiri atas Direktur Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur International Affairs Abdullah Assegaf. Mereka melihat gagasan mengenai kesyahidan sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang memiliki relevansi luas. Pengalaman sejarah dapat menjadi sumber pendidikan apabila masyarakat mampu menemukan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah akan kehilangan sebagian maknanya apabila hanya ditempatkan sebagai rangkaian peristiwa masa lampau. Sebaliknya, sejarah dapat menjadi ruang pembelajaran ketika manusia mampu memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks kesyahidan, nilai yang dapat dipelajari antara lain keberanian menghadapi kesulitan, kesetiaan terhadap prinsip, kesediaan berkorban, serta kemampuan mempertahankan martabat dalam situasi yang penuh tantangan.

Namun, nilai keteladanan tidak cukup hanya dikenang melalui cerita. Nilai tersebut perlu diwariskan melalui pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan praktik sosial agar dapat dipahami oleh generasi berikutnya. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya mengenal nama seorang tokoh, tetapi juga memahami alasan mengapa perjuangan dan nilai yang dibawanya tetap dianggap penting.

Perspektif inilah yang menjadi perhatian Sekolah Negarawan dalam membaca makna kesyahidan. Bagi Prayogi R. Saputra, PhD, pendidikan kepemimpinan perlu mengajarkan hubungan antara gagasan, tindakan, dan tanggung jawab. Kepemimpinan bukan hanya mengenai kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan tersebut melalui nilai yang diwariskan kepada masyarakat.

Dalam forum yang mempertemukan peserta dari berbagai negara tersebut, kesyahidan juga menjadi pintu masuk untuk membicarakan persatuan. Ketika sebuah masyarakat memiliki pengalaman sejarah yang kuat, pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian bersama. Sejarah dapat menjadi energi positif apabila dipahami sebagai sarana membangun nilai kemanusiaan.

You Might Also Like

Dari Kedaulatan ke Kewajiban, Zulhas Keliru Pahami Pajak
Makna Warna Pink dan Hijau di Tuntutan Rakyat, Partai X: Warna Itu Suara Hati!
RUU Perampasan Aset Ditunda, Kesabaran Rakyat yang Diuji
Demokrasi Prosedural Kosong: Rakyat Memilih, Tapi Tak Menentukan

Namun, energi sejarah membutuhkan arah yang tepat. Ingatan terhadap peristiwa masa lalu perlu dikelola secara bijaksana agar tidak berubah menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, apabila diarahkan kepada pendidikan, keteladanan, dan pembangunan masyarakat, sejarah dapat menjadi sumber kekuatan moral yang memperkuat kehidupan bersama.

Karena itu, pelajaran yang dibawa pulang delegasi Sekolah Negarawan dari Teheran bukan hanya mengenai bagaimana masyarakat tertentu memahami kesyahidan. Lebih luas dari itu, mereka memperoleh perspektif tentang bagaimana sebuah bangsa dapat menggunakan pengalaman sejarah untuk membangun karakter, memperkuat nilai kebersamaan, dan menjaga ketahanan sosial.

Pada akhirnya, kesyahidan dapat dibaca bukan hanya sebagai kisah mengenai masa lalu, tetapi juga sebagai pertanyaan tentang masa depan. Pertanyaannya adalah nilai apa yang akan diwariskan kepada generasi yang belum lahir. Dari refleksi tersebut, Sekolah Negarawan melihat bahwa keteladanan menjadi salah satu warisan terbesar yang dapat diberikan seseorang kepada masyarakat dan generasi berikutnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Konstruksi Bangunan Budaya Berubah, Arah Peradaban Indonesia Ikut Bergeser
Next Article Tujuh Tahun untuk Nabi Muhammad ﷺ Perjalanan Panjang Majid Majidi Membuat Film tentang Rasulullah

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Bendungannya Megah, Risiko Ekologi Juga Megah

December 15, 2025
Pemerintah

Media Bayaran Indonesia di Tengah Demokrasi yang Rapuh

January 13, 2026
Pemerintah

Revisi KUHAP Ancam HAM: Partai X Tegaskan, Hukum Tak Boleh Jadi Alat Bungkam Suara Kritis dan Lindungi Kekuasaan!

August 6, 2025
Pemerintah

Pajak Semakin Menekan, Kesejahteraan Rakyat Tak Juga Meningkat: Sistem Ekonomi yang Menguntungkan Korporasi!

February 20, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.