beritax.id – Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan mengalami penurunan pada Juli 2026 berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI). Indeks tersebut turun dari 126,4 pada Juni 2026 menjadi 125,7 atau mengalami penurunan sekitar 0,7 persen. Penurunan indeks tersebut dipengaruhi oleh melemahnya sejumlah komponen pembentuk ekspektasi konsumen, terutama Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang turun dari 124,4 menjadi 123,1 serta Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha yang turun dari 121,2 menjadi 120,4. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Penghasilan tetap berada pada angka 133,6.
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra menilai perubahan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Menurut Prayogi, negara memiliki tiga tugas utama terhadap rakyat, yakni melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam konteks ekonomi dan ketenagakerjaan, tiga fungsi tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan rasa aman, membuka kesempatan kerja, serta menciptakan tata kelola ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.
Optimisme Lulusan Pendidikan Tinggi Naik, Namun Tantangan Kerja Masih Ada
Survei BI menunjukkan terdapat perbedaan tingkat optimisme berdasarkan jenjang pendidikan. Indeks ekspektasi konsumen mengalami penurunan pada kelompok pendidikan SMA, yakni dari 121,9 menjadi 120. Sementara itu, kelompok pendidikan akademi atau diploma meningkat dari 128,9 menjadi 131,1. Peningkatan optimisme juga terjadi pada kelompok pendidikan sarjana yang naik dari 132,5 menjadi 134,1. Bahkan, kelompok pascasarjana mengalami kenaikan signifikan dari 128,5 menjadi 144,1.
Prayogi menilai meningkatnya optimisme kelompok pendidikan tinggi menunjukkan adanya harapan masyarakat terhadap peluang ekonomi ke depan. Namun, optimisme tersebut harus diikuti dengan kebijakan nyata agar lulusan pendidikan tinggi maupun masyarakat umum memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak. “Optimisme masyarakat harus dijawab dengan kebijakan konkret. Negara tidak cukup hanya membangun harapan, tetapi harus menghadirkan lapangan kerja nyata yang memberikan kepastian penghasilan dan masa depan bagi rakyat,” ujar Prayogi.
Lapangan Kerja Berkualitas Menjadi Ukuran Keberhasilan Ekonomi
Menurut Prayogi, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari angka investasi atau peningkatan indikator makro, tetapi juga harus dilihat dari kemampuan negara menciptakan pekerjaan produktif bagi masyarakat. Ia mengatakan penurunan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja perlu menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan daya beli, kesejahteraan keluarga, dan stabilitas sosial.
“Ketika masyarakat merasa sulit mendapatkan pekerjaan, maka negara harus hadir melalui kebijakan yang melindungi dan melayani rakyat. Pemerintah harus memastikan pembangunan ekonomi berdampak langsung terhadap kesempatan kerja,” katanya.
Prayogi menambahkan, penciptaan lapangan kerja harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas, termasuk industri pengolahan, ekonomi digital, pertanian modern, manufaktur, dan sektor usaha kecil menengah.
Prinsip Partai X: Ekonomi Harus Berpihak kepada Kesejahteraan Rakyat
Prayogi menjelaskan prinsip Partai X menempatkan rakyat sebagai pusat utama dalam pembangunan nasional. Kebijakan ekonomi harus memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam perspektif tersebut, pembangunan ekonomi harus berjalan berdasarkan beberapa prinsip utama:
1. Negara Hadir Memberikan Perlindungan Ekonomi
Negara wajib melindungi masyarakat dari ketidakpastian ekonomi melalui kebijakan ketenagakerjaan yang memberikan rasa aman, perlindungan pekerja, dan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak.
2. Pelayanan Publik Harus Mendukung Peningkatan Kualitas SDM
Pemerintah harus memastikan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan akses informasi kerja tersedia secara merata agar masyarakat memiliki kemampuan bersaing di dunia kerja.
3. Regulasi Ekonomi Harus Menciptakan Keadilan
Pemerintah perlu mengatur arah pembangunan ekonomi agar investasi dan pertumbuhan industri berjalan seimbang dengan kepentingan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Solusi Partai X: Dorong Lapangan Kerja Produktif dan Berkelanjutan
Berdasarkan prinsip tersebut, Prayogi menyampaikan beberapa solusi yang perlu dilakukan pemerintah untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
1. Membangun Strategi Nasional Penciptaan Lapangan Kerja
Pemerintah perlu memiliki target penciptaan lapangan kerja yang terukur dengan memprioritaskan sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
2. Memperkuat Hubungan Pendidikan dengan Dunia Industri
Kenaikan optimisme lulusan diploma, sarjana, dan pascasarjana harus diikuti dengan penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Pemerintah perlu memperluas program pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, serta kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
3. Membuka Lapangan Kerja Berkualitas, Bukan Sekadar Serapan Tenaga Kerja
Menurut Prayogi, pemerintah perlu memastikan pekerjaan yang tercipta memiliki standar perlindungan, kepastian pendapatan, dan peluang pengembangan karier.
4. Memperkuat UMKM sebagai Mesin Pencipta Lapangan Kerja
Sektor usaha kecil dan menengah perlu mendapatkan dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, serta akses pasar agar mampu berkembang dan menyerap tenaga kerja.
5. Meningkatkan Transparansi Data Ketenagakerjaan
Pemerintah perlu memperkuat sistem data mengenai kebutuhan tenaga kerja, sektor industri yang berkembang, serta kesenjangan keterampilan agar kebijakan lebih tepat sasaran.
Pemerintah Perlu Ubah Optimisme Menjadi Kesempatan Nyata
Prayogi menegaskan hasil survei BI menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap masa depan ekonomi harus dijaga melalui kebijakan yang nyata. Menurutnya, meningkatnya optimisme kelompok pendidikan tinggi merupakan modal sosial yang harus dimanfaatkan pemerintah. Namun, tanpa penciptaan lapangan kerja yang memadai, harapan masyarakat dapat berubah menjadi kekecewaan. “Negara harus memastikan setiap rakyat memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan. Tugas pemerintah bukan hanya menjaga angka ekonomi, tetapi menghadirkan manfaat ekonomi bagi kehidupan masyarakat,” ujar Prayogi.
Dengan pendekatan kritis, obyektif, dan solutif, penguatan pasar kerja menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi nasional benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.



