beritax.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan delapan paket stimulus ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp26,34 triliun untuk berbagai program tersebut. Stimulus ini mencakup insentif transportasi, bantuan pangan, hingga program magang dan vokasi. Kebijakan ini disebut sebagai respons terhadap tekanan ekonomi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, sejumlah kalangan menilai arah stimulus belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Airlangga menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar peluncuran stimulus semester II-2026. Insentif mencakup diskon transportasi, bantuan pangan, hingga pengurangan pajak sektor tertentu. Pemerintah juga memberikan subsidi PPN untuk tiket pesawat ekonomi domestik. Selain itu, terdapat insentif impor LPG dan bahan baku industri untuk menekan biaya produksi. Kebijakan ini diharapkan menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sorotan Arah Stimulus Ekonomi
Stimulus transportasi menjadi salah satu komponen terbesar dalam paket kebijakan ini. Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api, kapal Pelni, dan penerbangan domestik. Anggaran transportasi mencapai triliunan rupiah untuk mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, bantuan pangan juga dialokasikan dalam jumlah besar mencapai Rp18,04 triliun. Namun, efektivitas distribusi dan ketepatan sasaran masih menjadi pertanyaan publik.
Ekonom menilai stimulus berbasis konsumsi jangka pendek belum menyelesaikan masalah struktural ekonomi. Ketergantungan pada insentif dinilai belum memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat bawah. Kenaikan biaya hidup juga dinilai belum sepenuhnya diimbangi kebijakan perlindungan sosial yang kuat. Kondisi ini menimbulkan perdebatan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara.
Kritik Anggota Majelis Tinggi Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra menilai kebijakan stimulus harus berpihak pada rakyat kecil. Ia menegaskan tugas negara itu ada tiga, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menurutnya, stimulus ekonomi harus memastikan perlindungan langsung terhadap daya beli masyarakat. Ia juga menilai kebijakan fiskal tidak boleh hanya berorientasi pada stabilitas makro semata.
Negara wajib memastikan keadilan distribusi manfaat ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.
Prayogi menekankan bahwa setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan bahwa stimulus yang tidak tepat sasaran berpotensi menjadi beban fiskal jangka panjang. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat mekanisme pengawasan agar kebijakan tidak bocor di lapangan. Ia juga mendorong transparansi dalam setiap program stimulus ekonomi nasional.
Prinsip Partai X dalam Kebijakan Ekonomi
Partai X menekankan prinsip keadilan sosial sebagai dasar setiap kebijakan ekonomi nasional. Prinsip tersebut menegaskan bahwa negara wajib hadir melindungi kelompok rentan secara nyata. Selain itu, pelayanan publik harus dilakukan secara transparan, efektif, dan bebas dari penyimpangan. Partai X juga menekankan pentingnya tata kelola negara yang berpihak pada kemandirian rakyat. Setiap kebijakan ekonomi harus mengutamakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan.
Prinsip lainnya adalah penguatan kedaulatan ekonomi nasional berbasis kebutuhan rakyat. Negara tidak boleh bergantung pada kebijakan jangka pendek yang tidak berkelanjutan. Kebijakan fiskal harus diarahkan untuk memperkuat produksi domestik dan ketahanan ekonomi. Selain itu, negara wajib memastikan seluruh kebijakan publik dapat diawasi secara terbuka.
Solusi Partai X terhadap Stimulus Ekonomi
Partai X menawarkan pendekatan kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat bawah. Pertama, stimulus harus difokuskan pada penguatan pendapatan langsung masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua, subsidi harus dialihkan secara bertahap ke sektor produktif berbasis rakyat. Ketiga, penguatan UMKM harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan stimulus ekonomi. Keempat, pengawasan digital anggaran perlu diperkuat untuk mencegah kebocoran dan penyimpangan.
Partai X juga mendorong reformasi distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran. Sistem data terpadu harus digunakan untuk memastikan penerima manfaat benar-benar layak. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri lokal. Langkah ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat.
Evaluasi dan Penutup
Stimulus Rp26 triliun dinilai penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan transparansi pelaksanaan. Kritik publik menunjukkan adanya kebutuhan evaluasi menyeluruh terhadap desain kebijakan. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial. Kesejahteraan rakyat harus menjadi ukuran utama keberhasilan setiap kebijakan ekonomi negara.



