By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Simbol Toleransi Lintas Benua: Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Susuri Jejak Kiai Kanjeng di Gereja Munkkiniemi Helsinki
Internasional

Simbol Toleransi Lintas Benua: Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan Susuri Jejak Kiai Kanjeng di Gereja Munkkiniemi Helsinki

Diajeng Maharini
Last updated: October 15, 2026 12:18 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

HELSINKI, FINLANDIA – Menjembatani dua dunia yang seolah berbeda mutlak membutuhkan medium yang digerakkan oleh ketulusan. Musik dan kebudayaan adalah medium tersebut. Untuk menyaksikan langsung arena bertemunya dua peradaban melalui kebudayaan, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan menyempatkan diri mengeksplorasi Gereja Munkkiniemi di Helsinki, Finlandia, yang menyimpan memori manis tentang diplomasi perdamaian Indonesia di kancah Eropa.

Rombongan riset sejarah yang menelusuri kawasan Munkkiniemi ini beranggotakan Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Erick Karya. Eksplorasi mereka ditemani oleh perwakilan diaspora Indonesia di Finlandia, Wiwik H, yang memberikan konteks sosiologis mengenai bagaimana masyarakat lokal merawat ruang-ruang peribadatan dan fasilitas publik mereka dengan penuh kedamaian.

Langkah delegasi di dalam gereja tersebut langsung memutar kembali ingatan ke tahun 2007. Di ruangan yang didominasi warna putih bersih inilah, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bersama gamelan Kiai Kanjeng pernah menggetarkan hati publik Eropa. Pentas tersebut bukanlah sekadar pertunjukan kesenian, melainkan misi diplomasi kebudayaan tingkat tinggi untuk merajut kerukunan antaragama di tengah meningkatnya ketegangan global pada dekade tersebut.

Puncak dari memori kolektif tersebut adalah sebuah foto fenomenal yang beredar luas di Indonesia: potret Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang sedang khusyuk mementaskan musik spiritual dengan latar belakang altar bertembok putih dan sebuah salib di belakangnya. Tidak ada benturan teologis dalam gambar tersebut; yang ada hanyalah saling penghormatan tingkat tinggi antara tuan rumah yang menyediakan ruang sucinya, dan tamu yang membawa doa-doa kedamaian dari tradisinya.

Bagi Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, pemandangan historis ini adalah referensi otentik bagi kurikulum kepemimpinan nasional. Berakar pada pemikiran kenegaraan Cak Nun, Prayogi mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi kebinekaan yang sangat rapuh jika hanya diikat oleh hukum formal (prosedural). Diperlukan keluhuran budi dan empati substansial sebagaimana dicontohkan dalam pentas Munkkiniemi agar bangsa yang majemuk ini tidak mudah dipecah belah oleh provokasi.

Wakil Direktur Rinto Setiyawan menambahkan bahwa keberhasilan diplomasi budaya tahun 2007 itu tak lepas dari karakter egaliter warga Finlandia. Wiwik H membenarkan bahwa masyarakat Nordik sangat menghargai otentisitas; mereka menyambut Kiai Kanjeng karena melihat kejujuran dan kedalaman nilai yang dibawakan. Pelajaran ini menegaskan bahwa untuk dihormati di pergaulan internasional, bangsa Indonesia harus tampil dengan kepribadian kebudayaannya sendiri, bukan dengan meniru budaya bangsa lain.

You Might Also Like

Patronase yang Menjerat: Pemerintah yang Tidak Lagi Melayani Kepentingan Publik
Kekuasaan Terlalu Kuat, Tata Sistem Indonesia Perlu Dibenahi
Saat Konstitusi Memberi Ruang Kekuasaan, Batas Negara dan Pemerintah Dipertanyakan
Pajak Semakin Meningkat, Sementara Beban Pajak Berat Membuat Rakyat Semakin Terhimpit!

Menerjemahkan kearifan tersebut ke era disrupsi, CEO Enygma, Erick Karya, memaparkan pentingnya etika integrasi dalam tata kelola teknologi. Platform Artificial Intelligence (AI) Enygma yang diintrodusir oleh Sekolah Negarawan bertugas untuk menjahit mahadata (big data) kependudukan Indonesia yang sangat beragam. Algoritma kebangsaan yang sedang dibangun ini harus dipastikan bekerja layaknya orkestrasi gamelan Kiai Kanjeng—merangkul berbagai perbedaan instrumen data untuk menghasilkan harmoni kebijakan publik yang menyejahterakan seluruh rakyat tanpa diskriminasi.

Penelusuran jejak peradaban di Finlandia ini melengkapi puzel besar ekspedisi Sekolah Negarawan di 12 negara lintas benua selama dua tahun terakhir. Kekayaan empiris dari kawasan Nordik, negara digital Estonia, Eropa Barat, Turkiye, Persia, dan Asia Tenggara ini terus dikelola menjadi energi pencerahan yang didiseminasikan secara simultan di seantero negeri, menjangkau ruang-ruang akademik dan publik dari Medan hingga kepulauan Ternate dan Tidore.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kedaulatan Rakyat Harus Nyata, Bukan Sekadar Tertulis dalam Konstitusi
Next Article Saat Hak Akses Kekuasaan Menjadi Persoalan Kedaulatan: Telaah Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Amandemen Konstitusi Negara: Ketika Konstitusi Diubah Tanpa Memperhatikan Kebutuhan Rakyat

February 5, 2026
Mengapa Iran kuat
Pemerintah

Mengapa Iran Kuat dan Indonesia Masih Bergantung?

July 8, 2026
Pemerintah

150.000 Guru Dapat Beasiswa, Partai X: Ilmu Naik, Gaji Tetap Seret!

October 24, 2025
Pemerintah

RUU Ekstradisi Rusia Disahkan, Partai X: Penjahat Lari, Rakyat Tetap Tersisih!

October 3, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.