By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 10 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Penikmat Sistem Bukan Agen Perubahan Bangsa
Pemerintah

Penikmat Sistem Bukan Agen Perubahan Bangsa

Diajeng Maharini
Last updated: June 8, 2026 3:18 pm
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

Oleh: Adv. Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Setiap kali bangsa ini berbicara mengenai perubahan, harapan publik hampir selalu diarahkan kepada kalangan penguasa. Presiden, menteri, anggota parlemen, pimpinan partai politik, hingga pejabat tinggi negara sering diposisikan sebagai pihak yang diharapkan mampu membawa pembaruan besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Contents
Kemapanan Sering Menjadi Penghalang PerubahanPergantian Figur Tidak Selalu Mengubah SistemPerubahan Besar Lahir dari Kesadaran KolektifMembangun Kesadaran untuk Masa Depan Bangsa

Sebagian masyarakat percaya bahwa suatu hari akan muncul kesadaran dari para pemegang kekuasaan untuk memperbaiki sistem yang dianggap bermasalah. Harapan tersebut terdengar ideal dan menenangkan. Namun jika melihat perjalanan sejarah manusia, perubahan besar justru jarang lahir dari pihak yang paling menikmati keadaan yang sedang berjalan. Semakin nyaman seseorang berada di dalam suatu sistem, semakin kecil dorongan untuk mengubah sistem tersebut. Sebaliknya, pihak yang paling terdampak oleh kerusakan biasanya menjadi kelompok yang paling menginginkan perubahan.

Kemapanan Sering Menjadi Penghalang Perubahan

Dalam salah satu forum Maiyah, Cak Nun pernah menyampaikan kritik yang sangat tajam mengenai hubungan antara kekuasaan dan perubahan.

“Seseorang tidak akan memperjuangkan perubahan dari ketidakbenaran menjadi kebenaran ketika yang harus dipelihara adalah kemapanannya dalam ketidakbenaran.”

Pernyataan tersebut menjelaskan mengapa perubahan sering berjalan lambat meskipun kerusakan terlihat jelas di depan mata. Persoalannya bukan karena manusia tidak mengetahui adanya ketidakadilan atau penyimpangan. Banyak orang sebenarnya memahami bahwa ada sistem yang bermasalah. Namun keberanian untuk mengubah keadaan sering tidak muncul karena perubahan menuntut pengorbanan.

Bagi masyarakat kecil, harga perubahan mungkin berupa tenaga, waktu, dan perjuangan hidup. Tetapi bagi mereka yang berada di lingkaran kekuasaan, perubahan bisa berarti hilangnya fasilitas, berkurangnya pengaruh politik, bahkan berakhirnya kenyamanan yang selama ini dinikmati. Di sinilah konflik kepentingan mulai terlihat dengan jelas. Sulit mengharapkan pihak yang sedang menikmati keuntungan terbesar menjadi motor utama perubahan. Secara manusiawi, manusia cenderung mempertahankan sesuatu yang memberikan manfaat bagi dirinya.

Analogi sederhananya seperti sebuah rumah yang rusak di banyak bagian. Atap bocor, dinding retak, dan saluran air bermasalah. Sebagian besar penghuni merasakan dampaknya setiap hari. Namun ada satu ruangan yang sangat nyaman dan nyaris tidak terkena dampak kerusakan. Penghuni ruangan nyaman tersebut mungkin mengetahui bahwa rumah itu bermasalah. Akan tetapi dorongan untuk memperbaiki rumah tentu tidak akan sebesar dorongan para penghuni lain yang setiap hari terkena dampak langsung. Logika yang sama sering terjadi dalam kehidupan bernegara.

You Might Also Like

Ketika Elektabilitas Jadi Segalanya, Kepemimpinan Berbasis Popularitas Menguat
Saat Jabatan Ditentukan Lobi, Pemimpin Hasil Transaksi Terlahir
Saat Pengawasan Melemah, Kekuasaan Tanpa Akuntabilitas Menguat
Republik Kehilangan Jiwa: Indonesia Masih Ada, Tapi Negaranya Sudah Berubah

Ketika rakyat menghadapi tekanan ekonomi, pelayanan publik yang buruk, atau hukum yang terasa tidak adil, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun sebagian elite yang berada di puncak kekuasaan tidak selalu mengalami tekanan yang sama. Akibatnya, kebutuhan rakyat dan kebutuhan elite sering kali berbeda. Rakyat membutuhkan perubahan karena merasakan akibat dari kerusakan sistem. Sebaliknya, sebagian pemegang kekuasaan lebih membutuhkan stabilitas karena sedang menikmati manfaat dari keadaan yang ada.

Pergantian Figur Tidak Selalu Mengubah Sistem

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam kehidupan pemerintahan adalah terlalu besarnya harapan terhadap figur. Banyak orang percaya bahwa pergantian tokoh otomatis akan menyelesaikan persoalan bangsa. Padahal pengalaman menunjukkan bahwa pergantian orang tidak selalu mengubah keadaan. Hari ini satu tokoh diganti, besok muncul tokoh baru, tetapi persoalan yang sama tetap berulang dalam bentuk berbeda.

Hal tersebut terjadi karena akar masalahnya sering kali bukan pada individu semata, melainkan pada sistem yang melahirkan perilaku tersebut. Pergantian pemain tidak otomatis mengubah permainan. Pergantian pengemudi tidak otomatis memperbaiki kendaraan yang rusak. Adapun pergantian penghuni tidak otomatis memperbaiki rumah yang salah desain.

Figur terbaik sekalipun akan menghadapi keterbatasan ketika bekerja di dalam sistem yang bermasalah. Sebaliknya, sistem yang sehat mampu membatasi dampak buruk dari kelemahan manusia. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya siapa yang sedang berkuasa, tetapi apakah sistem yang ada memang mendorong perubahan atau justru mempertahankan kemapanan.

Perubahan Besar Lahir dari Kesadaran Kolektif

Sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar hampir selalu lahir dari kesadaran masyarakat yang lebih luas. Perubahan terjadi ketika rakyat mulai memahami akar persoalan, bukan sekadar mengeluhkan gejalanya. Kesadaran tersebut muncul ketika masyarakat mulai menyadari bahwa banyak masalah bangsa tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengganti orang per orang. Akar persoalan sering berada pada desain sistem yang terus menghasilkan pola kerusakan yang sama.

Jika struktur kekuasaan memberikan keuntungan terlalu besar kepada kelompok tertentu, maka kelompok tersebut secara alamiah akan mempertahankannya. Karena itu, perubahan tidak bisa hanya menunggu kesadaran dari atas. Perubahan membutuhkan kesadaran dari bawah. Kesadaran bahwa sistem yang salah harus diperbaiki. Kesadaran bahwa masa depan bangsa tidak boleh terus bergantung pada kenyamanan segelintir pihak.

Membangun Kesadaran untuk Masa Depan Bangsa

Pernyataan Cak Nun mengenai kemapanan dalam ketidakbenaran sesungguhnya bukan sekadar kritik kepada individu tertentu. Pernyataan tersebut adalah ajakan agar masyarakat memahami realitas kekuasaan secara lebih jernih. Tidak semua pihak yang menikmati sistem akan rela mengubah sistem tersebut. Tidak semua pemegang kekuasaan akan dengan sukarela mengurangi kewenangan yang dimilikinya. Karena itu, harapan perubahan tidak boleh hanya bergantung pada kemurahan hati para penikmat keadaan.

Perubahan harus tumbuh dari kesadaran masyarakat yang memahami apa yang salah dan apa yang harus dibenahi. Sebab sejarah memberikan satu pelajaran penting bahwa sistem yang bermasalah jarang runtuh karena kesadaran para penikmatnya. Sistem berubah ketika semakin banyak orang menyadari bahwa keadaan tersebut tidak boleh terus dipertahankan. Dan ketika kesadaran kolektif itu tumbuh, perubahan tidak lagi menjadi permintaan kecil kepada kekuasaan. Perubahan berubah menjadi kebutuhan bersama demi membangun masa depan bangsa yang lebih adil, lebih sehat, dan lebih benar daripada keadaan hari ini.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Korupsi dan Krisis Identitas Bangsa
Next Article Negara yang Belum Pernah Dimiliki Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

DPR Ramai Jabatan, Sepi Pembelaan

December 29, 2025
Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong, mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan harga gula.
Ekonomi

Harga Gula Diperintah Jokowi Dikendalikan, Partai X: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Sekadar Instruksi!

July 2, 2025
Pemerintah

MK Tolak Gugatan Buruh, Partai X: Ambang Batas Rakyat, Bukan Parlemen!

October 17, 2025
Pemerintah

Danantara Resmi Jadi Mitra DPR, Partai X: Pemerintah dan Korporasi Makin Mesra, Tapi Rakyat Ditinggal di Pintu Gerbang!

July 2, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.