By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 9 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negara Salah Denah: Mengapa Indonesia Gagal Melindungi Rakyatnya
Pemerintah

Negara Salah Denah: Mengapa Indonesia Gagal Melindungi Rakyatnya

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 8:26 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum IWPI, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

beritax.id – Bayangkan sebuah bangunan megah bernama negara Indonesia. Dibangun dengan cita-cita luhur: melindungi seluruh penghuninya, memberi rasa aman, menghadirkan keadilan, dan menciptakan kesejahteraan bersama. Namun setelah puluhan tahun berdiri, bangunan itu justru bocor di mana-mana, retak di banyak sisi, dan tak jarang malah melukai penghuninya sendiri.
Pertanyaannya: apakah bangunan ini rusak karena penghuninya? Atau karena sejak awal denah dan desainnya keliru?

Contents
Ketika Pemerintah Bertindak Seolah Pemilik BangunanBangunan Tak Bisa Diperbaiki dengan Tambal SulamSekolah Negarawan dan Rancangan Amandemen KelimaPenutup: Saatnya Mengganti Denah Bangsa

Dalam dunia arsitektur, jika sebuah bangunan gagal fungsi, penyebab utamanya hampir pasti bukan tukangnya, melainkan kesalahan desain. Denah yang salah akan menghasilkan gambar kerja yang salah. Gambar kerja yang salah akan melahirkan perhitungan volume dan RAB yang salah. Dan ujungnya, bangunan tak akan pernah bisa menjalankan tujuan awalnya.

Hal yang sama terjadi pada negara. Konstitusi adalah Gambar Kerja Bangsa Struktur ketatanegaraan adalah denah.
Undang-Undang Dasar adalah gambar kerja detail, lengkap dengan volume kewenangan dan anggaran kekuasaan.

Jika hari ini hampir semua lembaga negara mengalami malfungsi eksekutif terlalu dominan, legislatif kompromistis, yudikatif kehilangan independensi, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah maka sangat tidak jujur jika kita hanya menyalahkan individu atau rezim.

  • Masalahnya sistemik.
  • Masalahnya struktural.
  • Masalahnya ada di desain negara itu sendiri.

Bangunan bernama Indonesia tidak lagi mampu menjalankan tujuan bernegara sebagaimana tertulis dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketika Pemerintah Bertindak Seolah Pemilik Bangunan

Dalam desain negara yang sehat, rakyat adalah pemilik bangunan, sementara pemerintah hanyalah pengelola operasional. Namun yang terjadi justru sebaliknya: pemerintah bertindak seolah pemilik, sementara rakyat diperlakukan sebagai penghuni yang harus patuh tanpa banyak bertanya.
Kondisi ini pernah dikritik tajam oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Di depan Benteng Vredeburg, ia bertanya:
“Benteng itu dulu membentengi siapa dari ancaman siapa?
Ada negara dengan rakyat menggaji pemerintah untuk membentengi keamanan hidup dan kerja mereka, tapi rakyat malah diancam.”

You Might Also Like

BSU Disalurkan Lewat Bank, Partai X: Uangnya Cair, Tapi Upah Layak Tetap Ditinggalkan!
Komisi II Bahas RUU Pemilu, Partai X: RUU Banyak, Rakyat Butuh Aksi Nyata!
Pembangunan Jalan Konsesi Mempercepat Laju Deforestasi
Pemilu Mahal Katanya, Tapi Kehilangan Hak Pilih Lebih Murah?

Pemerintah yang seharusnya berjaga di depan benteng rakyat, justru membangun benteng untuk melindungi dirinya sendiri. Fokus berpikirnya bukan lagi “awas kalau ada yang mengancam rakyat”, melainkan “rakyat adalah ancaman”.
Inilah yang disebut Cak Nun sebagai pemerintah bayaran yang lupa diri.

Bangunan Tak Bisa Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Selama ini kita terlalu sering menambal dinding: ganti presiden, ganti menteri, ganti undang-undang turunan. Padahal, denahnya tidak pernah diubah. Akibatnya, kerusakan selalu berulang.
Dalam arsitektur, bangunan yang salah desain tidak bisa diselamatkan dengan cat baru. Ia butuh redesign total.
Begitu pula negara. Indonesia membutuhkan pembedahan konstitusi secara menyeluruh, bukan sekadar revisi kosmetik.

Sekolah Negarawan dan Rancangan Amandemen Kelima

Kesadaran inilah yang melahirkan Sekolah Negarawan—sebuah gerakan intelektual yang tidak berhenti pada kritik, tetapi melangkah ke tahap desain.
Sekolah Negarawan telah merumuskan struktur ketatanegaraan baru dengan rakyat sebagai pemilik kedaulatan,
menempatkan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pusat mandat rakyat,
dan menuangkannya secara sistematis dalam Rancangan Amandemen Kelima UUD NRI 1945.

Dalam desain ini, presiden tidak lagi diposisikan sebagai pusat kekuasaan, melainkan sebagai pelaksana profesional—kepala pemerintahan yang bekerja berdasarkan kontrak konstitusional, diawasi secara ketat, dan bertanggung jawab penuh kepada rakyat melalui lembaga perwakilan sejati.
Ini bukan gagasan ekstrem. Ini adalah logika tata kelola modern, sekaligus kembali ke ruh asli konstitusi.

Penutup: Saatnya Mengganti Denah Bangsa

  • Indonesia tidak kekurangan orang baik.
  • Indonesia tidak kekurangan sumber daya.
  • Indonesia kekurangan desain negara yang benar.

Jika kita sungguh ingin bangunan bernama Indonesia kembali kokoh dan melindungi seluruh penghuninya, maka tidak ada jalan lain selain mengganti denahnya. Amandemen Kelima UUD 1945 bukan ancaman bagi negara.

Ia justru upaya penyelamatan. Karena negara yang terus dibiarkan salah desain, pada akhirnya akan runtuh bukan karena rakyatnya, tetapi karena kesombongan sistemnya sendiri. Dan ketika itu terjadi, yang pertama tertimpa reruntuhan bukan penguasa, melainkan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Amandemen Kelima UUD 1945: Belajar dari Kesalahan Masa Lalu, Menata Negara untuk Masa Depan
Next Article Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Data, Daya Beli Tergerus

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Uang Kasus Haji Hampir Rp100 M, Partai X: Keadilan Jangan Berhenti di Angka!

October 7, 2025
Seputar Pajak

Purbaya Ungkap Dosa Pegawai Pajak, Partai X: Hukum Harus Tegak Tanpa Pilih Kasih!

October 8, 2025
Pemerintah

Unjuk Rasa Pati, Istana Minta Semua Pihak Menahan Diri, Partai X: Tuntut Pemerintah Tanggap Terhadap Rakyat, Bukan Menghindar!

August 14, 2025
Mahkamah Konstitusi menghapus larangan bagi pemantau pemilu melakukan kegiatan di luar pemantauan pemilihan.
Pemerintah

MK Longgarkan Aturan Pemantau Pemilu, Partai X: Demokrasi Dipantau Boleh, Tapi Dicurangi Masih Dibiarkan!

July 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.