By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 16 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negara Indonesia “Katanya” Adil: Ketika Narasi Kekuasaan Berjarak dengan Hidup Rakyat
Pemerintah

Negara Indonesia “Katanya” Adil: Ketika Narasi Kekuasaan Berjarak dengan Hidup Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: December 30, 2025 1:34 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Negara Indonesia sejak lama memposisikan diri sebagai negara hukum yang adil, berpihak pada rakyat, dan menjunjung tinggi keadilan sosial. Narasi itu terus diulang dalam pidato resmi, dokumen kebijakan, hingga slogan pembangunan. Namun di tingkat akar rumput, banyak warga justru merasakan jarak yang semakin lebar antara apa yang dikatakan negara dan apa yang mereka alami sehari-hari.

Keadilan terdengar lantang di atas podium, tetapi terasa samar di kehidupan nyata.

Narasi Stabilitas, Realitas Ketimpangan

Dalam berbagai kebijakan mutakhir, pemerintah kerap menggunakan bahasa stabilitas, pertumbuhan, dan kepentingan nasional. Namun di saat yang sama, konflik agraria terus terjadi, penggusuran atas nama investasi berulang, dan biaya hidup kian menekan kelas menengah ke bawah. Kasus-kasus di wilayah proyek strategis nasional, kawasan tambang, hingga pengembangan properti besar memperlihatkan pola yang sama: kepentingan ekonomi dilindungi, sementara ruang hidup rakyat dipersempit.

Negara hadir dengan regulasi, tetapi absen dalam empati.

Hukum Hadir, Rasa Adil Menghilang

Secara formal, hukum ditegakkan. Undang-undang disahkan, aparat bekerja, dan proses berjalan sesuai prosedur. Namun rasa keadilan publik justru terkikis ketika hukum terasa lebih cepat bergerak terhadap rakyat, aktivis, dan kelompok rentan, dibandingkan terhadap pelanggaran yang melibatkan kekuasaan dan modal besar.

Di titik ini, negara terlihat adil di atas kertas, tetapi timpang dalam praktik.

You Might Also Like

Struktur Ketatanegaraan Rusak: Keadilan Pun Jadi Barang Mewah Ber-PPN 12%
Uya Kuya dan Eko Joget di DPR, Partai X: Wakil Rakyat Harus Jaga Wibawa!
KPK Ungkap Kuota Haji Dijual, Partai X: Haji Jangan Jadi Bisnis Pejabat!
Danantara Resmi Jadi Mitra DPR, Partai X: Pemerintah dan Korporasi Makin Mesra, Tapi Rakyat Ditinggal di Pintu Gerbang!

Pemilu digelar, parlemen bekerja, dan pemerintahan berjalan. Namun ketika aspirasi rakyat tak sungguh-sungguh memengaruhi kebijakan, demokrasi berisiko menjadi sekadar prosedur. Kritik publik sering ditanggapi sebagai gangguan, sementara kebijakan strategis lahir dari ruang pejabat yang jauh dari pengalaman hidup warga.

Negara berbicara atas nama rakyat, tetapi tidak selalu mendengar rakyat.

Solusi: Menyatukan Kembali Narasi dan Realitas

Negara tidak cukup hanya tampak adil, tetapi harus dirasakan adil. Setiap kebijakan publik perlu berangkat dari realitas sosial, bukan sekadar target pemerintahan atau ekonomi. Partisipasi rakyat harus dimaknai sebagai proses yang sungguh-sungguh, bukan formalitas. Penegakan hukum wajib diarahkan pada keadilan substantif, bukan sekadar kepatuhan prosedural.

Selain itu, pemerintah perlu berani mengevaluasi kebijakan yang memperlebar jarak antara narasi kekuasaan dan kehidupan rakyat. Negara akan kuat bukan karena slogan keadilan, tetapi karena keberanian untuk berpihak dan memperbaiki diri.

Jika jarak ini terus dibiarkan, maka Negara Indonesia akan terus disebut adil katanya sementara rakyat hidup dalam kenyataan yang berkata sebaliknya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kadis Samosir Korupsi Bencana, Korupsi Harus Diberantas Tuntas!
Next Article Indonesia Krisis: Negara Dikuasai Segelintir, Rakyat Menanggung Kerugiannya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Seputar Pajak

Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Pancasila Harus Menjadi Jalan Hidup, Bukan Sekadar Tema Pidato

November 26, 2025
Pemerintah

Krisis Keadilan: Demokrasi Masih Ada di Poster, Hilang di Praktik

January 2, 2026
Kriminal

Komnas Perempuan Bicara Hak Aborsi Korban Pemerkosaan, Partai X: Perlindungan Rakyat Jangan Setengah-setengah!

April 17, 2025
Pemerintah

Membangun Sistem Negara yang Tidak Bergantung pada Pemimpin

November 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.