By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 9 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Menteri Keuangan Menghindar Mikrofon, Publik Menghindar Pajak
Seputar Pajak

Menteri Keuangan Menghindar Mikrofon, Publik Menghindar Pajak

Diajeng Maharani
Last updated: December 22, 2025 10:42 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal kembali diuji ketika Menteri Keuangan memilih menghindari pertanyaan wartawan terkait isu sensitif perpajakan dan tunjangan pejabat. Sikap diam di depan mikrofon bukan sekadar gestur personal, melainkan simbol komunikasi negara yang terputus dari rakyatnya.

Di saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan kewajiban pajak yang kian kompleks, ketidakhadiran penjelasan justru menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak adil.

Ketika Transparansi Menghilang

Pajak adalah kewajiban warga negara, tetapi kepercayaan adalah prasyaratnya. Ketika publik tidak mendapatkan jawaban yang jujur dan terbuka, kepatuhan pajak berpotensi melemah. Bukan karena rakyat menolak negara, melainkan karena negara gagal membangun rasa keadilan dan keterbukaan.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya keluhan wajib pajak terkait sistem, tarif, hingga persepsi bahwa beban fiskal lebih berat dipikul rakyat ketimbang pejabat.

Efek Domino terhadap Kepatuhan Pajak

Menghindari dialog publik di tengah isu krusial dapat memicu efek domino:

  • Rakyat merasa kebijakan disusun sepihak.
  • Kepercayaan terhadap institusi fiskal menurun.
  • Kepatuhan pajak bergeser dari kesadaran menjadi keterpaksaan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berbahaya bagi stabilitas penerimaan negara dan legitimasi kebijakan fiskal itu sendiri.

You Might Also Like

Bos Pertamina Tak Cari Untung, Partai X: Lalu Kenapa BBM Mahal?
UU TNI Digugat, Partai X: Hukum Harus Lindungi Rakyat, Bukan Kekuasaan!
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Data, Daya Beli Tergerus
Ratas STEM Prabowo, Partai X: Teknologi Canggih, Rakyat Masih Tertekan!

Tanggapan Rinto Setiyawan

Menanggapi situasi ini, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan kembali esensi peran negara dalam relasinya dengan rakyat.

“Negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Menghindari pertanyaan publik jelas bukan bentuk perlindungan, bukan pula pelayanan, apalagi pengaturan yang sehat,” tegas Rinto.

Menurutnya, komunikasi yang tertutup hanya akan memperlebar jarak antara negara dan warga, serta merusak fondasi kepercayaan yang menjadi dasar kepatuhan pajak.

Pajak Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Relasi Kepercayaan

Rinto menegaskan bahwa pajak bukan hanya soal setoran angka ke kas negara, melainkan kontrak sosial antara rakyat dan pemerintah. Ketika pemerintah terlihat defensif dan tidak transparan, kontrak itu perlahan terkoyak.

“Rakyat akan patuh jika merasa diperlakukan adil dan dihormati. Tanpa itu, kebijakan sekeras apa pun hanya akan melahirkan resistensi diam-diam,” ujarnya.

Solusi yang Didorong

Untuk memulihkan kepercayaan dan memperkuat kepatuhan pajak, sejumlah langkah perlu segera ditempuh:

  1. Membuka komunikasi publik secara aktif dan konsisten, terutama dalam isu pajak dan anggaran.
  2. Menjamin transparansi kebijakan fiskal, termasuk perhitungan pajak dan alokasi belanja negara.
  3. Menunjukkan empati dalam setiap kebijakan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi rakyat.
  4. Menyeimbangkan beban antara rakyat dan pejabat, agar pajak tidak terasa timpang.
  5. Menjadikan pelayanan wajib pajak sebagai prioritas, bukan sekadar penegakan administratif.

Dengan langkah-langkah tersebut, negara dapat kembali menjalankan fungsinya secara utuh: melindungi rakyat dari ketidakadilan, melayani dengan keterbukaan, dan mengatur dengan legitimasi yang lahir dari kepercayaan publik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Bahlil Lahadalia Bela Investasi, Rakyat Kehilangan Tanah dan Haknya Bahlil Lahadalia Bela Investasi, Rakyat Kehilangan Tanah dan Haknya
Next Article Bahlil Lahadalia Bicara Pembangunan, Warga Bicara Penggusuran

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rakyat Tanpa Kedaulatan: Kebijakan Negara yang Tidak Memihak Pada Kesejahteraan Rakyat

February 5, 2026
Pemerintah

Mengurai “Wicked Problem” di Balik Kegagalan Sistem Negara

February 4, 2026
Pemerintah

Krisis Ekonomi Akibat Kesalahan Struktur Ketatanegaraan

June 24, 2025
Pemerintah

Presiden Prabowo Janji Lindungi Rakyat, Cak Nun: Faktanya Rakyat Tak Pernah Dilindungi

September 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.