By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 13 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Bahlil Lahadalia Bela Investasi, Rakyat Kehilangan Tanah dan Haknya
Pemerintah

Bahlil Lahadalia Bela Investasi, Rakyat Kehilangan Tanah dan Haknya

Diajeng Maharani
Last updated: December 24, 2025 1:11 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
Bahlil Lahadalia Bela Investasi, Rakyat Kehilangan Tanah dan Haknya
SHARE

beritax.id – Dorongan agresif pemerintah terhadap investasi kembali memunculkan konflik lama yang belum pernah benar-benar diselesaikan hilangnya tanah dan hak hidup rakyat di sekitar proyek-proyek strategis. Pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang berulang kali menempatkan investasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi dinilai mengabaikan kenyataan di lapangan, di mana masyarakat justru terdorong keluar dari ruang hidupnya sendiri.

Ketika investasi dibela tanpa syarat, rakyat sering kali menjadi pihak yang paling dulu dikorbankan.

Investasi sebagai Narasi Tunggal Pembangunan

Dalam berbagai kesempatan, investasi digambarkan sebagai solusi hampir untuk semua persoalan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga kesejahteraan. Namun, narasi ini kerap menutup fakta bahwa banyak proyek investasi berjalan di atas lahan konflik, wilayah adat, dan ruang hidup masyarakat.

Alih-alih menjadi subjek pembangunan, rakyat justru diperlakukan sebagai hambatan yang harus “ditertibkan”.

Tanah Rakyat dalam Tekanan Proyek

Di sejumlah wilayah, masyarakat menghadapi penggusuran, perampasan lahan, dan kriminalisasi saat menolak proyek investasi. Proses pembebasan lahan sering berlangsung timpang: informasi minim, konsultasi formalitas, dan kompensasi yang tidak sebanding dengan kehilangan sumber penghidupan jangka panjang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dikejar tanpa perlindungan hak dasar warga.

You Might Also Like

BSKDN Tekankan Efisiensi dan Transparansi, Partai X: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Laporan!
Keputusan Penguasa yang Tidak Berkeadilan: Konstitusi Sekadar Formalitas
KPK Panggil Staf Kemensos, Korupsi Bansos 2020 Harus Dibongkar!
Korupsi Masuk RUU HAM, Partai X: Kejahatan Publik Harus Dianggap Pelanggaran Hak Rakyat!

Negara Hadir untuk Investor, Absen bagi Warga

Ketika konflik muncul, aparat negara sering tampil cepat untuk mengamankan proyek, tetapi lambat melindungi warga terdampak. Negara terlihat tegas kepada rakyat, namun lentur terhadap kepentingan korporasi.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa kebijakan investasi lebih diarahkan untuk menjamin kenyamanan modal dibandingkan keselamatan dan martabat warga.

Tanggapan Partai X: Negara Tidak Boleh Salah Berpihak

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa pembangunan yang mengorbankan rakyat adalah bentuk kegagalan negara.

“Tugas negara itu ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika investasi dibela sementara rakyat kehilangan tanah dan haknya, maka negara sedang abai menjalankan ketiga tugas tersebut. Pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan konflik berkepanjangan,” ujar Prayogi.

Ia menekankan bahwa investasi seharusnya menjadi alat untuk kesejahteraan rakyat, bukan alasan untuk menyingkirkan mereka.

Dampak Sosial yang Terus Menumpuk

Kehilangan tanah berarti kehilangan mata pencaharian, identitas sosial, dan rasa aman. Dalam jangka panjang, konflik agraria yang dibiarkan akan memperlebar ketimpangan dan merusak kepercayaan publik terhadap negara.

Stabilitas yang dibangun di atas ketidakadilan hanya akan rapuh dan mudah runtuh.

Solusi dan Rekomendasi

Untuk memastikan investasi berjalan sejalan dengan keadilan sosial, diperlukan langkah-langkah berikut:

  • Menempatkan perlindungan hak rakyat sebagai prasyarat utama investasi
  • Memastikan persetujuan bebas, didahului informasi, dan tanpa paksaan (FPIC) bagi masyarakat terdampak
  • Menghentikan kriminalisasi warga yang mempertahankan ruang hidupnya
  • Mengevaluasi proyek investasi yang memicu konflik agraria
  • Menegaskan peran negara sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar fasilitator modal

Partai X menegaskan, investasi tidak boleh berdiri di atas penderitaan rakyat. Negara hanya layak disebut berhasil jika pembangunan memperkuat hak warga, bukan menghapusnya.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Jaksa Sebut Gagalnya Chromebook Nadiem, Pendidikan Harus Fokus pada Kualitas!
Next Article Menteri Keuangan Menghindar Mikrofon, Publik Menghindar Pajak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ketua Komisi III DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mendesak pemerintah segera memutuskan kepastian terkait Daerah Otonomi Baru (DOB).
Pemerintah

Komisi II Desak Kepastian DOB, Partai X: DOB Bukan Solusi, Kesejahteraan Rakyat yang Utama!

October 1, 2025
Pemerintah

Rakyat Hitung Cicilan, Pemerintah Hitung Tunjangan

December 22, 2025
Ketika mimpi Indonesia Emas 2045 mulai dikampanyekan ke mana-mana, satu pertanyaan mendasar justru belum dijawab dengan jujur
Pemerintah

Amandemen Konstitusi, Solusi Struktur Ketatanegaraan Wujudkan Indonesia Emas 2026

June 13, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya berhasil menyelamatkan Rp300 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Pemerintah

Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun, Partai X: Semoga Diselamatkan untuk Rakyat, Bukan untuk Proyek Penguasa

August 19, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.