By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 31 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Seputar Pajak > Masalah Coretax, Publik Malah Diminta Tidak Banyak Mengeluh
Seputar Pajak

Masalah Coretax, Publik Malah Diminta Tidak Banyak Mengeluh

Diajeng Maharani
Last updated: December 16, 2025 1:35 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Alih-alih mendapatkan kemudahan layanan, masyarakat justru kembali dihadapkan pada masalah teknis dalam penerapan sistem Coretax. Gangguan akses, kesalahan data, hingga proses administrasi yang berlarut-larut membuat banyak wajib pajak kebingungan. Ironisnya, di tengah kekacauan layanan tersebut, publik justru diminta untuk “memaklumi” dan tidak terlalu banyak mengeluh.

Sejak diberlakukan, Coretax diklaim sebagai lompatan besar digitalisasi perpajakan. Namun di lapangan, pelaku usaha kecil, konsultan pajak, hingga wajib pajak perorangan melaporkan kesulitan serius mulai dari gagal login, data tidak sinkron, hingga keterlambatan penerbitan dokumen pajak.

Dampaknya bukan sekadar ketidaknyamanan. Banyak pelaku UMKM terhambat mengurus kewajiban pajak yang menjadi syarat administrasi usaha, sementara sanksi tetap mengintai meski kesalahan bukan berasal dari wajib pajak.

Narasi Kesabaran, Bukan Perbaikan Cepat

Alih-alih fokus pada evaluasi menyeluruh dan transparansi, respons yang muncul justru bernada defensif. Publik diminta bersabar atas nama transisi sistem, seakan kegagalan layanan adalah beban yang wajar ditanggung masyarakat.

Pola ini mengulang kebiasaan lama: ketika kebijakan bermasalah, komunikasi publik diarahkan untuk meredam kritik, bukan menyelesaikan akar persoalan.

Masalah Lebih Besar dari Sekadar Aplikasi

Gangguan Coretax tidak berdiri sendiri. Ini bagian dari persoalan tata kelola layanan publik digital yang sering terburu-buru diluncurkan tanpa kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Negara tampak bersemangat mengejar citra modern, tetapi abai pada kesiapan implementasi.

You Might Also Like

Indonesia dalam Bayang-Bayang Gejolak Ekonomi
Sengketa Pajak Hotel Ayani: PT Ayani Family Group vs Direktur Jenderal Pajak
Purbaya Akui Target Pajak Sulit, Partai X: Ekonomi Turun, Rakyat Tertekan!
Pengadilan Pajak: Tipu-Tipu Keadilan di Balik Target APBN?

Akibatnya, digitalisasi yang seharusnya memudahkan justru berubah menjadi sumber stres baru bagi warga.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Jangan Membebani Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa persoalan Coretax tidak boleh dilihat sebagai masalah teknis semata, melainkan cermin kegagalan negara memahami perannya.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika sistem negara justru menyulitkan, lalu rakyat diminta diam dan maklum, berarti negara sedang gagal menjalankan fungsinya,” tegas Rinto.

Ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Jika masalah seperti ini terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin terkikis. Rakyat akan melihat kebijakan sebagai beban, bukan solusi. Dalam jangka panjang, kepatuhan pun bisa menurun karena warga merasa diperlakukan tidak adil.

Negara yang kuat bukanlah negara yang anti-kritik, melainkan yang mau mendengar keluhan warganya.

Solusi: Layanan Harus Dibenerkan, Bukan Keluhan yang Dibungkam

Untuk mencegah krisis kepercayaan yang lebih dalam, sejumlah langkah perlu segera dilakukan:

  • Lakukan audit terbuka terhadap sistem Coretax. Sampaikan ke publik apa yang bermasalah dan apa yang sedang diperbaiki.
  • Hentikan sementara sanksi administratif akibat kegagalan sistem. Rakyat tidak boleh dihukum atas kesalahan negara.
  • Perkuat layanan bantuan dan pendampingan wajib pajak. Pastikan negara hadir saat warganya kesulitan.
  • Evaluasi budaya komunikasi pemerintah. Keluhan publik harus dipandang sebagai alarm perbaikan, bukan gangguan.
  • Pastikan setiap kebijakan digital diuji kesiapan dan dampaknya. Bukan sekadar siap diluncurkan, tetapi siap digunakan rakyat.

Masalah Coretax adalah pengingat bahwa kemajuan teknologi tanpa empati hanya akan melahirkan kebijakan yang dingin dan menyulitkan. Negara tidak boleh berlindung di balik narasi “transisi” sambil membiarkan rakyat menanggung dampaknya.

Jika negara ingin dipercaya, maka saat sistem bermasalah, yang harus dibenahi adalah layanannya bukan keluhan rakyatnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Pemerintah Minta Rakyat Legowo, Rakyat Minta Pemerintah Waras
Next Article Pemerintah Senang Tunjangan, Lalu Rakyatlah yang Tersakiti Pemerintah Senang Tunjangan, Lalu Rakyatlah yang Tersakiti

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Korporasi Global Menguasai: Mempengaruhi Kebijakan Ekonomi Negara dengan Modal Besar

January 30, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Jabatan Dibuat Panjang, Kritik Dibuat Pendek

December 23, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa DPR telah mulai membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Pemerintah

RUU PPRT Dibahas Lagi, Puan Bilang Jangan Ada yang Dirugikan, Partai X Teriakkan: Rakyat Sudah Terlalu Lama Dirugikan!

July 28, 2025
Pemerintah

RUU TNI Diketok, Partai X: Reformasi Militer atau Tiket Balik ke Orde Lama?

March 25, 2025
RUU Perampasan Aset
Pemerintah

RUU Perampasan Aset Menunggu KUHAP, Partai X: Kalau Serius Berantas Korupsi, Kenapa Selalu Ditunda?

May 30, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.