By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 12 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Negara Berawal dari Hilangnya Hikmat dalam Kepemimpinan
Pemerintah

Krisis Negara Berawal dari Hilangnya Hikmat dalam Kepemimpinan

Diajeng Maharani
Last updated: November 26, 2025 1:23 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id — Indonesia tengah menghadapi krisis kepemimpinan yang semakin terasa di berbagai lini. Bukan karena kurangnya orang yang berkuasa, tetapi karena absennya hikmat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Padahal, hikmat adalah fondasi yang menuntun setiap pemimpin agar mampu melihat masalah secara jernih, memilih jalan terbaik, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Dalam konteks kenegaraan, hilangnya hikmat menjelma menjadi kebijakan yang tidak berpijak pada keadilan, keputusan yang jauh dari nurani publik, dan kekuasaan yang lebih melayani kepentingan pejabat ketimbang kebutuhan rakyat. Inilah krisis yang diam-diam menghantui negara: kepemimpinan yang berjalan tanpa jiwa, tanpa arah, dan tanpa kebijaksanaan.

Prinsip Partai X menegaskan bahwa hikmat kebijaksanaan adalah pondasi paling mendalam dalam penyelenggaraan negara, sebagaimana makna luhur sila ke-4 Pancasila: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan .

Hikmat, sebagaimana dijelaskan, bukan sekadar kecerdasan teknis. Ia adalah kemampuan menilai persoalan secara adil, jujur, dan berlandaskan moral. Hikmat juga berkaitan dengan konsep keadilan dan pertimbangan nurani: sesuatu yang seharusnya menjadi karakter utama setiap pejabat negara. Tanpa hikmat, kebijakan hanya menjadi alat kuasa. Dengan hikmat, kebijakan menjadi jalan bagi keadilan.

Pengingat: Tugas Negara Ada Tiga, dan Semua Berkaitan dengan Hikmat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, kembali menegaskan bahwa tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat sebagaimana tercantum dalam dokumen prinsip Partai X .

Semua tugas ini hanya dapat berjalan bila pemimpinnya berpegang pada hikmat kebijaksanaan. Tanpa itu, melindungi berubah menjadi menekan, melayani berubah menjadi mengabaikan, dan mengatur berubah menjadi menyulitkan.

You Might Also Like

Semangat Pahlawan Hidup Kembali Melalui Gerakan Sinau Kebangsaan
Dua Tipe Golongan Jamaah Maiyah tentang Konsep Tata Negara Cak Nun
Kejagung Hentikan Kasus Beras, Partai X: Koruptor Bebas, Rakyat Lapar!
Larangan Kepala Daerah Keluar Wilayah hingga 2026, Publik Harap Pelayanan Tidak Ditelantarkan

Prinsip Partai X: Negara Harus Dipimpin oleh Negarawan, Bukan Sekadar Penguasa

Dalam dokumen resmi, Partai X menegaskan bahwa seorang negarawan adalah sosok yang bijaksana, berwibawa, visioner, serta ahli dalam ilmu kenegaraan dan pemerintahan .

Negarawan bekerja berdasarkan hikmat, bukan ambisi pribadi. Mereka memahami bahwa:

  • Rakyat adalah pemilik kedaulatan.
  • Pemerintah hanyalah sebagian kecil rakyat yang diberi mandat untuk melayani, bukan memerintah dengan sewenang-wenang .
  • Kekuasaan adalah amanat, bukan hak istimewa.

Prinsip ini berulang kali ditekankan Partai X karena hilangnya hikmat kebijaksanaan adalah akar dari berbagai kegagalan negara, termasuk ketidakadilan, korupsi, dan manipulasi kekuasaan.

Partai X juga mencatat bahwa maraknya korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan ketidakadilan merupakan bukti ketidakhadiran nilai-nilai luhur Pancasila dalam praktik kekuasaan .

Kebijakan publik menjadi tidak efektif. Pelayanan publik kehilangan kualitas. Rakyat merasa jauh dari negara. Semua ini bukan sekadar masalah teknis — ini masalah moral dan ketiadaan hikmat dalam pengambilan kebijakan.

Solusi Partai X: Mengembalikan Hikmat sebagai Roh Kepemimpinan

Untuk mengatasi krisis kepemimpinan ini, Partai X menawarkan solusi strategis yang langsung menyasar akar persoalan sebagaimana tertulis dalam dokumen resmi:

a. Musyawarah Kenegarawanan Nasional

Melibatkan kaum intelektual, tokoh agama, TNI/Polri, dan budaya untuk merumuskan arah baru negara berdasarkan hikmat kebijaksanaan nasional .

b. Amandemen Kelima UUD 1945

Mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat dengan memperkuat mekanisme permusyawaratan dan perwakilan .

c. Pemisahan Tegas Negara dan Pemerintah

Sehingga negara tetap stabil meskipun rezim berganti atau gagal, dan pejabat tidak lagi memonopoli kekuasaan atas nama negara .

d. Pemaknaan Ulang Pancasila Sebagai Pedoman Operasional

Bukan slogan, bukan jargon kekuasaan. Pancasila harus menjadi cahaya moral dalam setiap kebijakan publik .

e. Pendidikan Moral dan Berbasis Pancasila

Untuk memastikan generasi masa depan memiliki kedalaman hikmat kebijaksanaan dan tidak buta ideologi bangsa .

Penutup: Bangsa yang Dipimpin dengan Hikmat Akan Selalu Menang

Indonesia tidak kekurangan pejabat, tetapi kekurangan negarawan. Tidak kekurangan aturan, tetapi kekurangan kebijaksanaan. Tidak kekurangan sumber daya, tetapi kekurangan arah.

Krisis negara bukan terjadi karena rakyat kurang hebat, melainkan karena pemimpin kehilangan hikmat.

Dengan mengembalikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat peran rakyat sebagai pemilik kedaulatan, serta menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan hikmat kebijaksanaan, Indonesia bisa keluar dari krisis dan melangkah menuju kejayaan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article 150 Batalion per Tahun, Partai X Minta Transparansi Alutsista!
Next Article Korupsi 31 RSUD, Partai X Desak KPK Bongkar Aktor Utama!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Komisi III DPR RI menyatakan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) masih terbuka untuk masukan publik
Pemerintah

Revisi KUHAP Dibuka untuk Umum, Partai X: Kalau Hukum Bisa Diberi Masukan, Kenapa Koruptor Malah Diberi Keringanan

July 15, 2025
Pemerintah

Empat Pulau Tak Bisa Dijual, Partai X: Bagus, Asal Jangan Diam-diam Dikuasai Lewat Izin Investasi!

June 19, 2025
Pemerintah

Cak Nun: Kita Harus Jadi Mbah-nya Iblis untuk Melawan Iblis Sistem Negara

June 30, 2025
Perang terbuka antara Iran dan Israel yang semakin memanas akhir-akhir ini tidak terjadi dalam ruang hampa sejarah.
Pemerintah

Perang Iran–Israel dan Urgensi Visi Ketatanegaraan Baru: Menakar Gagasan Cak Nun

June 26, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.