By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 29 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Ketimpangan Melebar: Bukti Bahwa Ekonomi Indonesia Belum Berpihak pada Rakyat
Ekonomi

Ketimpangan Melebar: Bukti Bahwa Ekonomi Indonesia Belum Berpihak pada Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: December 12, 2025 1:42 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Di atas kertas, ekonomi Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. Angka-angka makro terlihat stabil, investasi dilaporkan naik, dan pemerintah berkali-kali menegaskan bahwa ekonomi sedang berada di jalur yang benar. Namun di lapangan, cerita yang disampaikan rakyat jauh berbeda. Harga kebutuhan pokok tak terkendali, lapangan pekerjaan berkualitas sulit diakses, dan pendapatan masyarakat tidak bertumbuh secepat biaya hidup. Ketika mayoritas rakyat tidak merasakan pertumbuhan, maka pertumbuhan itu belum berpihak pada mereka.

Jurang Kaya-Miskin yang Makin Terbuka

Fenomena paling mencolok dalam beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya ketimpangan ekonomi. Kelompok ekonomi atas terus mengalami peningkatan aset, sementara kelompok menengah ke bawah justru kesulitan untuk bertahan. Akses terhadap layanan dasar pendidikan, kesehatan, perumahan semakin ditentukan oleh kemampuan finansial, bukan oleh hak sebagai warga negara. Ketimpangan yang melebar adalah sinyal bahwa ada arah pembangunan yang tidak tepat.

Pusat Ekonomi Maju, Pinggiran Tertinggal

Ketimpangan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga soal geografis. Di kota-kota besar, pusat ekonomi berkembang pesat, tetapi di daerah-daerah, akses terhadap infrastruktur dasar masih menjadi persoalan. Petani menghadapi fluktuasi harga yang membuat penghasilan tidak menentu. Nelayan menghadapi biaya produksi tinggi, sementara hasil tangkap tidak selalu menguntungkan. UMKM banyak yang gulung tikar dalam derasnya persaingan dan naiknya harga bahan baku.

Pembangunan yang timpang ini menjadi bukti bahwa ekonomi belum mencerminkan pemerataan.

Ketergantungan pada Kebijakan Pro-Investor

Banyak kebijakan ekonomi lebih condong mendukung industri besar dan investor, dengan dalih menciptakan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan. Sayangnya, efek ke bawah dari kebijakan ini tidak selalu terjadi. Pertumbuhan sektor besar tidak otomatis memperbaiki kesejahteraan rakyat, karena struktur ekonomi lebih menguntungkan pelaku modal daripada pekerja. Jika pembangunan terlalu fokus pada kepentingan atas, maka kepentingan bawah akan tertinggal.

Dalam situasi ekonomi yang tidak merata, beban hidup rakyat menjadi semakin berat. Setiap kenaikan harga pangan adalah pukulan. Setiap kebijakan baru yang kurang sensitif menjadi beban tambahan. Sementara itu, ruang warga untuk mengawasi atau mengoreksi kebijakan masih sangat terbatas.

You Might Also Like

Mahalnya Biaya Hidup di Indonesia: Salah Siapa?
Ketua MPR: Prabowo Wujudkan Demokrasi Ekonomi, Partai X: Ekonominya Demokratis, Tapi Rakyatnya Masih Miskin
KPK Temukan Potensi Suap di PPDB, Partai X: Masuk Sekolah Pakai Amplop, Bukan Prestasi!
Menghidupkan Pancasila Sebagai Sistem Operasi Bangsa

Ketika suara rakyat tidak didengar, ketimpangan akan terus mencari celah untuk membesar.

Solusi: Mengembalikan Fokus Ekonomi pada Kesejahteraan Publik

Untuk mengatasi ketimpangan yang semakin melebar, negara perlu mengubah arah kebijakan menuju ekonomi yang lebih adil dan manusiawi. Pertama, kebijakan redistribusi harus diperkuat melalui layanan publik yang terjangkau, jaminan sosial yang inklusif, dan perpajakan yang adil. Kedua, sektor-sektor yang menjadi tumpuan hidup rakyat seperti pertanian, perikanan, dan UMKM harus mendapatkan dukungan nyata berupa pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar. Ketiga, negara harus memastikan stabilitas harga melalui pengawasan ketat terhadap rantai pasok serta penyederhanaan distribusi pangan.
Keempat, penyediaan lapangan kerja berkualitas harus menjadi prioritas, bukan hanya meningkatkan jumlah pekerjaan tanpa memperhatikan pendapatan layak.
Kelima, partisipasi publik harus diperluas agar rakyat dapat mengawasi arah pembangunan ekonomi sehingga tidak hanya berpihak pada kelompok tertentu.

Keadilan ekonomi tidak muncul dengan sendirinya—ia dibangun melalui kebijakan yang benar-benar berpihak.

Kesimpulan: Ketimpangan adalah Cermin Arah Pembangunan yang Salah

Ketimpangan yang semakin melebar adalah tanda bahwa pertumbuhan ekonomi belum berpihak pada rakyat. Jika pembangunan tidak menghadirkan kesejahteraan bagi mayoritas warga, maka pembangunan itu perlu dikoreksi. Negara harus hadir tidak hanya sebagai pengatur ekonomi, tetapi sebagai pelindung kesejahteraan rakyat.

Ekonomi yang adil bukan sekadar harapan ia harus menjadi fondasi masa depan Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Izin Tambang Lebih Berharga dari Nyawa
Next Article Kebun Sawit Bertambah, Hutan Hilang, Rakyat Jadi Korban

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Visi Indonesia Emas 2045 menjanjikan seratus tahun kemerdekaan sebagai bangsa maju, makmur, berdaya saing global, dan berdaulat.
Pemerintah

Indonesia Emas 2045: Visi Mulia dengan Akar Rakyat yang Tercabut

June 30, 2025
Pemerintah

Keterlambatan Pengawasan Proyek: Mengungkap Celah Korupsi di Proyek Pemerintah

January 23, 2026
Pemerintah

Pemerintah Siapkan THR Pekerja Lepas, Partai X Tanya: Dananya dari Mana?

March 7, 2025
Pemerintah

PSU Papua Disebut Teladan Demokrasi, Partai X: Jangan Jadikan PSU Alat Legitimasi Kekuasaan yang Tak Selesaikan Masalah!

August 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.