By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 14 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Ketika Paris Menjadi Ruang Kelas, Sekolah Negarawan Belajar dari Sejarah
Internasional

Ketika Paris Menjadi Ruang Kelas, Sekolah Negarawan Belajar dari Sejarah

Diajeng Maharini
Last updated: September 14, 2026 8:35 am
By Diajeng Maharini
Share
7 Min Read
SHARE

PARIS — Ruang kelas tidak selalu memiliki papan tulis dan bangku belajar. Kadang ruang kelas dapat berbentuk museum yang menyimpan jejak masa lalu. Kadang ruang kelas hadir melalui monumen yang mengingatkan manusia tentang perjalanan sebuah bangsa. Bahkan sebuah kota dapat menjadi ruang pembelajaran ketika seseorang datang dengan keinginan untuk memahami, membaca, dan mengambil pelajaran dari sejarah.

Paris menjadi ruang kelas semacam itu bagi delegasi Sekolah Negarawan pada September 2025. Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Solusi Negeri Erick Karya mengunjungi sejumlah situs sejarah dan kebudayaan yang menjadi bagian penting dari identitas Paris. Perjalanan tersebut mencakup Menara Eiffel, Arc de Triomphe, Champs-Élysées, Louvre, Les Invalides dan makam Napoleon, Notre-Dame de Paris, serta Musée de Cluny. Bagi sebuah lembaga yang bergerak dalam pendidikan kenegaraan, perjalanan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar mengunjungi tempat terkenal.

Sekolah Negarawan membawa gagasan bahwa masyarakat perlu memahami negara secara lebih mendalam, termasuk mengenai nilai kebangsaan, tanggung jawab kepemimpinan, kedaulatan rakyat, serta arah masa depan kehidupan bersama. Karena itu, sejarah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Sejarah tidak hanya berisi cerita masa lalu, tetapi juga menjadi sumber refleksi untuk memahami bagaimana sebuah bangsa membangun identitas dan menentukan langkah ke depan.

Belajar dari Bangunan

Setiap tempat yang dikunjungi di Paris menghadirkan pelajaran tersendiri. Menara Eiffel mengajarkan bagaimana keberanian manusia menghadirkan inovasi dapat berubah menjadi simbol identitas sebuah bangsa. Arc de Triomphe menunjukkan bagaimana sebuah bangsa membangun ingatan kolektif melalui simbol yang menjaga memori perjalanan sejarah. Louvre memperlihatkan pentingnya merawat pengetahuan dan kebudayaan agar tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Les Invalides dan makam Napoleon memberikan pelajaran mengenai jejak kepemimpinan dalam perjalanan sejarah. Kisah seorang tokoh besar tidak hanya dilihat dari keberhasilan yang dicapai pada masanya, tetapi juga dari bagaimana sejarah menilai pengaruh dan warisan yang ditinggalkan. Notre-Dame de Paris menunjukkan daya tahan sebuah warisan budaya yang tetap bertahan melewati berbagai perubahan zaman. Sementara Musée de Cluny mengingatkan bahwa sebuah peradaban memiliki akar panjang yang terbentuk melalui berbagai lapisan sejarah.

Jika seluruh pengalaman tersebut disatukan, Paris memberikan satu pelajaran besar bahwa sebuah bangsa tidak dibangun hanya melalui pembangunan fisik. Sebuah bangsa juga dibangun melalui ingatan, simbol, kebudayaan, institusi, ilmu pengetahuan, dan kemampuan merawat warisan yang dimiliki. Peradaban tumbuh ketika masyarakat mampu menghargai masa lalu sekaligus menggunakannya sebagai dasar untuk menghadapi masa depan.

You Might Also Like

Patronase yang Menjerat: Bagaimana Kekuasaan yang Tidak Terbuka Membahayakan Demokrasi
Pembangunan IKN dengan Semangat Nusantara, Tapi Masyarakat Nusantaranya Dipinggirkan
Dari Rakyat untuk Rakyat, Pondasi Keadilan Dibangun
Pemerintah Makar terhadap Rakyat: Ketika Tipu Muslihat Menjadi Kebijakan

Negarawan Harus Memiliki Perspektif Panjang

Salah satu perbedaan antara pemimpin biasa dan negarawan terletak pada cara memandang waktu. Pemimpin yang hanya melihat masa kini akan mudah terjebak pada persoalan jangka pendek. Sementara seorang negarawan harus memiliki pandangan yang lebih panjang dengan memikirkan dampak keputusan bagi generasi berikutnya. Ia harus memahami bahwa sebuah kepemimpinan tidak hanya dinilai ketika seseorang berada dalam posisi tanggung jawab, tetapi juga dari warisan yang ditinggalkan setelahnya.

Karena itu, belajar sejarah menjadi penting dalam pendidikan kenegarawanan. Kisah Napoleon di Paris, misalnya, bukan hanya cerita mengenai seorang tokoh besar dalam sejarah Eropa. Kisah tersebut dapat menjadi bahan refleksi mengenai bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan, bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat luas, dan bagaimana perjalanan sejarah memberikan penilaian yang lebih panjang dibandingkan masa hidup seseorang.

Sejarah mengajarkan bahwa kekuatan seseorang tidak hanya diukur dari seberapa besar pengaruhnya pada suatu masa. Yang lebih penting adalah apakah keputusan yang diambil mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Perspektif semacam itu diperlukan agar seorang pemimpin tidak hanya berpikir mengenai keberhasilan sesaat, tetapi juga mengenai masa depan bangsa yang dipimpinnya.

Indonesia Juga Memiliki Ruang Kelas Sejarah

Pelajaran terpenting dari perjalanan ke Paris bukan hanya mengenai Prancis. Pelajaran yang lebih besar adalah bagaimana Indonesia dapat membaca dirinya sendiri melalui sejarah yang dimiliki. Indonesia mempunyai banyak ruang yang sesungguhnya dapat menjadi ruang kelas kenegarawanan bagi generasi masa kini.

Borobudur, Prambanan, Banten Lama, Kota Tua Jakarta, Kesultanan Yogyakarta, pesantren-pesantren tua, museum perjuangan, serta berbagai situs sejarah di Nusantara merupakan sumber pembelajaran yang sangat besar. Tempat-tempat tersebut menyimpan pengalaman mengenai kebudayaan, perjuangan, ilmu pengetahuan, kehidupan masyarakat, dan perjalanan bangsa. Persoalannya bukan karena Indonesia kekurangan sejarah, tetapi bagaimana sejarah tersebut dibaca dan dimaknai.

Sejarah harus mampu menjawab pertanyaan masa kini. Apa yang dapat dipelajari generasi muda dari pengalaman masa lalu? Nilai apa yang perlu dipertahankan? Apa yang harus diperbaiki? Dan warisan seperti apa yang ingin diberikan kepada generasi berikutnya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat sejarah tetap relevan sebagai bagian dari pendidikan kenegaraan.

Dari Paris untuk Indonesia

Perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris pada akhirnya dapat dibaca sebagai perjalanan intelektual untuk memahami bagaimana sebuah peradaban dibangun. Menara Eiffel bukan hanya tentang sebuah menara tinggi. Louvre bukan hanya tentang kumpulan karya seni. Napoleon bukan hanya tentang seorang tokoh sejarah. Notre-Dame bukan hanya tentang sebuah bangunan keagamaan.

Semuanya menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana manusia membangun gagasan, menjaga nilai, dan mewariskan peradaban. Paris mengajarkan bahwa sebuah bangsa yang ingin membangun masa depan harus memiliki kemampuan membaca perjalanan masa lalunya. Tanpa memahami sejarah, sebuah bangsa dapat kehilangan arah dalam menentukan langkah berikutnya.

Dari perjalanan tersebut, Sekolah Negarawan mendapatkan satu pelajaran penting bahwa pembangunan masa depan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap masa lalu. Seorang negarawan harus mampu melihat hubungan antara sejarah, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat. Sebab untuk membangun masa depan yang kuat, manusia harus terlebih dahulu mampu membaca sejarah yang membentuk dirinya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Paris sebagai Buku Terbuka: Sekolah Negarawan Menelusuri Jejak Peradaban Eropa
Next Article ARC DE TRIOMPHE: Ketika Ruang Publik Menyimpan Memori Ssebuah Bangsa

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

531 Pemerintah Daerah Berinovasi, Partai X: Bukti Daerah Bisa Mandiri!

November 22, 2025
Pemerintah

Menuju Krisis Total Nasional yang Mengkhawatirkan

July 2, 2026
Amanat di pemerintahan
Pemerintah

Di Balik Kekuasaan Ada Amanat di Pemerintahan

July 31, 2026
BUMN Buruhnya Rakyat
Pemerintah

BUMN Buruhnya Rakyat: Menggali Kembali Gagasan yang Terabaikan

April 30, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.