By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 8 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Kandidat Disaring Partai, Kedaulatan Parpol Jadi Nyata
Pemerintah

Ketika Kandidat Disaring Partai, Kedaulatan Parpol Jadi Nyata

Diajeng Maharini
Last updated: May 25, 2026 1:50 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Setiap peringatan 17 Agustus menegaskan kemerdekaan, tetapi praktik kekuasaan menegaskan kedaulatan parpol menggeser kedaulatan rakyat. Proklamasi 17 Agustus 1945 menandai Indonesia sebagai rumah rakyat, namun sistem pemerintahan saat ini menempatkan partai sebagai pengendali utama jalur kekuasaan nasional. Negara bukan sekadar nama, bendera, atau wilayah, tetapi kontrol substantif atas kekuasaan menentukan watak sebenarnya. Jika desain kekuasaan berubah drastis, karakter negara ikut berubah, rakyat hanya menonton sementara partai menentukan calon pemimpin nasional.

Demokrasi Terbatas dan Pencalonan Terkontrol

Pasal 6A UUD NRI 1945 menyatakan rakyat memilih presiden secara langsung, tetapi calon ditentukan partai politik sehingga kedaulatan rakyat terbatas. Rakyat memiliki kebebasan formal, tetapi pilihan substantif dibatasi; demokrasi elektoral tampak berjalan, tetapi rakyat hanya memilih dari opsi yang disaring penguasa partai. Analogi restoran menunjukkan fenomena ini: diberi kebebasan memilih, tetapi semua menu sudah ditentukan pihak lain. Demokrasi berjalan lebih tepat disebut demokrasi partai karena rakyat tidak mengendalikan pencalonan ataupun struktur internal partai yang menentukan nasional.

Pergeseran Struktur Kekuasaan Pasca-Amandemen

Sebelum amandemen, MPR adalah lembaga tertinggi negara, presiden adalah mandataris MPR, rakyat memegang kedaulatan melalui lembaga representatif. Pasca-amandemen, MPR tidak lagi lembaga tertinggi, presiden memperoleh legitimasi langsung dari pemilu, tetapi partai tetap menguasai pintu pencalonan. Siapa menentukan calon presiden? Partai. Siapa menentukan calon legislatif? Partai. Siapa menentukan arah koalisi? Partai. Siapa memegang distribusi kekuasaan nasional? Partai. Dominasi ini menegaskan bahwa kedaulatan parpol menggeser posisi rakyat secara faktual dalam pemerintahan Indonesia.

Kritik Filosofis dan Alarm Kedaulatan

Cak Nun menegaskan Indonesia pasca-amandemen bukan lagi negara yang diproklamasikan Bung Karno, pemerintah, TNI, dan Polri mendominasi, rakyat kehilangan kontrol substantif. Masalah utama bukan siapa presiden atau ketua partai, tetapi desain negara menempatkan partai sebagai pemegang kunci kekuasaan nasional. Demokrasi elektoral berjalan bukan demokrasi rakyat sejati, tetapi demokrasi partai; kritik filosofis ini menjadi alarm agar bangsa meninjau ulang desain negara dan mengembalikan kedaulatan rakyat secara nyata.

Pancasila adalah filosofi arsitektur negara, struktur ketatanegaraan adalah denah, konstitusi adalah detail engineering design; dulu MPR menempatkan rakyat sebagai pusat kedaulatan, kini partai menjadi pintu utama distribusi kekuasaan. Karakter negara berubah, rakyat hanya menjadi penonton. Kedaulatan parpol menggeser rakyat sehingga legitimasi kontrol nyata ada di tangan penguasa partai, bukan rakyat. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kedaulatan rakyat dikembalikan sesuai prinsip Partai X: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat sebagai pusat kekuasaan.

Solusi Mengembalikan Kedaulatan Rakyat

Rakyat harus diberi hak menentukan calon presiden dan legislatif, partai politik harus transparan dan akuntabel, proses internal partai harus diawasi publik. Penguatan MPR dan lembaga perwakilan lainnya penting agar kontrol rakyat berjalan nyata, bukan formalitas lima tahunan. Regulasi pencalonan harus memberi ruang bagi independen dan calon non-partai untuk memperkuat kompetisi. Pendidikan politik untuk masyarakat perlu ditingkatkan agar pemilih memahami mekanisme kontrol terhadap partai dan kebijakan nasional. Sistem pemilu harus direvisi agar koalisi dan arah pemerintahan tidak lagi sepenuhnya ditentukan penguasa partai, melainkan partisipasi rakyat meningkat. Partai harus dijadikan sarana demokrasi, bukan gerbang dominasi, sehingga kedaulatan rakyat kembali menjadi pusat keputusan negara.

You Might Also Like

Pemerintah Seolah Benar, Sampai Fakta Berbicara
Pemerintah Siapkan THR Pekerja Lepas, Partai X Tanya: Dananya dari Mana?
Pemerintahan Indonesia Tanpa Negarawan: Mimpi Demokrasi yang Hanya Menguntungkan Pejabat
Wajib Belajar 13 Tahun, Partai X: Pendidikan Gratis dan Gizi Layak Kuncinya!

Kesimpulan

Jika kedaulatan rakyat hanya formalitas, demokrasi menjadi milik partai politik, bukan rakyat. Indonesia harus meninjau ulang desain ketatanegaraan, memperkuat posisi rakyat, dan memastikan partai politik tidak lagi menguasai jalur pencalonan. Negara yang sejati adalah negara yang melindungi, melayani, dan mengatur rakyat sesuai prinsip Partai X. Kedaulatan rakyat harus direalisasikan secara substansial agar Indonesia kembali menjadi rumah rakyat, bukan arena dominasi partai politik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Saat Partai Menguasai Sistem, Kedaulatan Parpol Menguat
Next Article Kedaulatan Parpol: Dari Kedaulatan Rakyat ke Dominasi Partai

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Keadilan yang Hilang dalam Bagi Hasil Sumber Daya Alam: Ketimpangan Sumber Daya Nasional

June 5, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

150.000 Guru Dapat Beasiswa, Partai X: Ilmu Naik, Gaji Tetap Seret!

October 24, 2025
Berita Terkini

Indonesia dalam Krisis: Dari Krisis Utang ke Krisis Pembangunan

March 2, 2026
Pemerintah

Penyimpangan Konstitusional Sunyi: Runtuhnya Negara yang Tak Terasa Oleh Penguasa

March 3, 2026
Pemerintah

Rumah Susun Didorong Pemda, Partai X: Hunian Layak Hak Seluruh Warga

November 22, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.