By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 20 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kepercayaan Publik Merosot di Tengah Krisis Media Sosial
Pemerintah

Kepercayaan Publik Merosot di Tengah Krisis Media Sosial

Diajeng Maharani
Last updated: January 19, 2026 1:12 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Krisis media sosial telah mendorong penurunan kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar di ruang digital Indonesia. Maraknya disinformasi, hoaks, dan narasi yang tidak terverifikasi di platform seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp telah mencampakkan banyak warga dari koridor fakta, sehingga kepercayaan terhadap berita secara keseluruhan cenderung stagnan atau cenderung menurun. Laporan survei terbaru menempatkan kepercayaan publik terhadap berita di angka sekitar 36 %, sedikit bergerak dari tahun sebelumnya dengan peningkatan minimal, namun masih menunjukkan rentannya penilaian masyarakat terhadap validitas informasi yang mereka terima.

Tren ini diperkuat oleh dominasi media sosial sebagai sumber berita utama bagi banyak warga Indonesia, terutama generasi muda, yang semakin mengandalkan platform digital dibanding media tradisional. Ketergantungan ini membuat publik lebih terpapar narasi yang viral tapi tidak selalu akurat. 

Polarisasi Opini dan Kebingungan Informasi

Persepsi publik terhadap berita hoaks di media sosial sangat beragam: sebagian warga mengakui pernah menghadapi konten yang jelas salah, sementara sebagian lain mengaku bingung membedakan mana informasi faktual dan mana yang manipulatif. Faktor seperti rendahnya literasi media digital makin memperlemah kemampuan masyarakat untuk mengklarifikasi informasi yang mereka terima.

Disinformasi media sosial juga berkontribusi pada fragmentasi opini publik di Indonesia. Ketika narasi beragam baik yang akurat maupun yang menyesatkan bersaing di timeline pengguna, batas antara fakta dan propaganda makin kabur. Ini berpotensi memperlemah legitimasi lembaga publik dan menjaga kebingungan dalam wacana pemerintahan dan sosial.

Ketergantungan pada Media Sosial sebagai Sumber Utama

Penggunaan media sosial sebagai sumber berita menunjukkan tren yang kuat: lebih dari setengah warga Indonesia kini menggunakan platform digital sebagai kanal utama untuk mengakses berita. Dominasi platform seperti TikTok, WhatsApp, dan YouTube menunjukkan perubahan perilaku konsumsi informasi. Tetapi perubahan ini tidak selalu diikuti peningkatan kemampuan menilai kebenaran konten.

Dominasi media sosial juga berarti konten yang sensasional atau emosional sering kali tidak berdasar dapat menyebar lebih cepat daripada berita yang telah melewati verifikasi jurnalistik. Ini menimbulkan risiko bahwa opini publik lebih dipengaruhi oleh sensasi viral daripada fakta yang telah diperiksa.

You Might Also Like

KUHAP dan KUHP Baru, Kritik Jangan Sampai Dibungkam!
Legalitas Surat Tugas Dipertanyakan! Kuasa Hukum Direktur Jenderal Pajak Diduga Tanpa Kewenangan Sah di Persidangan!
Hasto Soroti Bantuan Bencana Jadi Komoditas Elektoral, Partai X Tegaskan Etika
Pemandu Wisata Didorong ke Era Digital! Partai X: Jangan Sampai Pelaku Lokal Tersisih!

Solusi: Memulihkan Kepercayaan di Era Digital

Untuk mengatasi merosotnya kepercayaan publik akibat disinformasi media sosial, perlu langkah terpadu yang melibatkan pemerintah, platform digital, media profesional, dan masyarakat:

1. Penguatan Literasi Digital dan Medial

Pendidikan literasi media digital perlu diperluas secara masif sehingga warga dapat lebih mudah mengenali hoaks, misinformasi, dan narasi manipulatif serta memahami cara memverifikasi informasi yang mereka terima.

2. Kerja Sama Konten Moderasi Platform–Negara

Pemerintah perlu mendorong kerja sama aktif dengan platform media sosial untuk memperketat moderasi konten yang berpotensi disinformasi. Adapun termasuk penanganan konten palsu dan provokatif tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi.

3. Dukungan untuk Fact-Checking

Perlu memperkuat mekanisme fact-checking independen yang cepat dan mudah diakses oleh publik. Serta memperluas kolaborasi antara media mainstream dan organisasi pemeriksa fakta.

4. Transparansi Algoritma

Platform digital harus meningkatkan transparansi cara kerja algoritma mereka agar publik memahami bagaimana konten tertentu muncul lebih sering di lini waktu mereka, dan lebih mendorong konten yang telah diverifikasi.

5. Insentif bagi Media Profesional

Dukungan terhadap media arus utama yang mematuhi standar jurnalistik perlu diperluas, termasuk pendanaan, proteksi hukum, dan penguatan etika jurnalistik.

Penutup

Penurunan kepercayaan publik di tengah krisis media sosial bukan sekadar soal jumlah hoaks atau viralitas konten.Tetapi lebih pada bagaimana masyarakat terpapar informasi tanpa mekanisme yang kuat untuk memilahnya. Ketika disinformasi media sosial terus menggema tanpa dibendung, opini publik akan semakin sulit dibentuk oleh fakta.

Memulihkan kepercayaan publik memerlukan komitmen kolektif dan strategi jangka panjang. Hal ini agar Indonesia tidak hanya kaya akan informasi, tetapi juga cerdas dalam memahami kebenaran di balik setiap berita. 

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Polarisasi Sosial Dipicu Disinformasi Media Sosial

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Negara Tidak Sama dengan Pemerintah dan Inilah Akibat Jika Disamakan

November 12, 2025
Pemerintah

Wakil Rakyat Diminta Peka, Partai X: Baru Ingat Sekarang?

September 1, 2025
Seputar Pajak

Kenaikan PBB 1000 Persen, Balikpapan Tercekik, Partai X: Rakyat Diperas Aturan

August 28, 2025
Pemerintah

Pemda dan BUMD Pinjam Uang, Partai X: Rakyat Pusing, Pusat Justru Sanggup!

October 28, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.