By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 31 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Kenaikan Harga, Pertumbuhan Upah Kalah Cepat
Ekonomi

Kenaikan Harga, Pertumbuhan Upah Kalah Cepat

Diajeng Maharani
Last updated: December 16, 2025 1:37 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menjadi beban harian masyarakat. Dari beras, cabai, hingga biaya transportasi dan sewa rumah, lonjakan harga terasa lebih cepat dibandingkan pertumbuhan upah. Di banyak keluarga pekerja, gaji bulanan habis sebelum akhir bulan bukan karena konsumsi berlebihan, melainkan karena biaya hidup yang terus merangkak naik.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga pangan bergejolak akibat cuaca ekstrem dan gangguan distribusi. Pada saat yang sama, penyesuaian upah minimum di sejumlah daerah dinilai tidak sebanding dengan inflasi riil yang dirasakan warga. Banyak pekerja sektor formal dan informal mengaku kenaikan upah “hanya cukup di atas kertas,” tetapi kalah cepat dari lonjakan harga di pasar.

Pelaku UMKM dan pekerja harian juga terdampak ganda biaya bahan baku naik, tetapi daya beli konsumen menurun.

Upah Minimum vs Biaya Hidup Nyata

Penetapan upah sering kali bertumpu pada formula administratif, sementara biaya hidup nyata di lapangan terus berubah. Ketika inflasi pangan dan biaya layanan publik meningkat, upah yang stagnan membuat pekerja terpaksa mengurangi kualitas konsumsi—dari pangan bergizi hingga pendidikan anak.

Situasi ini menunjukkan ketimpangan antara kebijakan ketenagakerjaan dan realitas sosial-ekonomi.

Ketika upah kalah cepat, strategi bertahan hidup pun berubah menjadi “hemat paksa.” Banyak rumah tangga menunda pengobatan, memangkas asupan gizi, atau bergantung pada utang konsumtif. Dalam jangka panjang, pola ini berisiko memperlebar kemiskinan tersembunyi dan menurunkan kualitas hidup pekerja.

You Might Also Like

Harga Asli LPG 3 Kg, Partai X: Rakyat Tetap Terhimpit, Harga Naik!
Bangsa Tidak Runtuh Seketika, Tapi Retak Karena Pembiaran
Mengapa Pendidikan Karakter Penting untuk Menyelamatkan Negara?
Dapur MBG Dilengkapi Sterilisasi, Partai X: Tapi Gizi Rakyat Masih Kurang!

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Harus Hadir

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa kondisi ini adalah ujian nyata peran negara.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika harga melambung dan upah tertinggal, negara wajib hadir melindungi daya beli pekerja, bukan membiarkan mereka berjuang sendiri,” ujar Rinto.

Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi harus diukur dari kesejahteraan pekerja, bukan semata angka makro.

Konsumsi rumah tangga adalah motor ekonomi nasional. Jika upah terus kalah cepat dari harga, konsumsi akan melemah dan pertumbuhan ekonomi ikut tersendat. Lebih dari itu, ketidakadilan upah dapat memicu ketidakpercayaan dan keresahan sosial.

Solusi: Upah Harus Mengejar Harga

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, langkah-langkah berikut perlu segera ditempuh:

  • Sesuaikan kebijakan upah dengan biaya hidup riil daerah
    Bukan sekadar formula, tetapi realitas pasar.
  • Kendalikan harga pangan dan layanan dasar
    Stabilisasi pasokan dan distribusi harus jadi prioritas.
  • Perkuat perlindungan pekerja sektor informal
    Agar tidak menjadi korban pertama lonjakan harga.
  • Dorong insentif bagi UMKM agar biaya produksi tidak melonjak
    Menjaga harga tetap terjangkau dan pekerjaan tetap ada.
  • Libatkan serikat pekerja dan publik dalam evaluasi kebijakan upah
    Agar keputusan lahir dari pengalaman nyata pekerja.

Penutup: Kesejahteraan Tidak Bisa Ditunda

Harga yang terus melonjak tanpa diimbangi upah yang layak adalah resep pasti ketimpangan. Negara tidak boleh hanya mengatur angka, tetapi harus melindungi kehidupan nyata warganya.

Jika upah terus kalah cepat, maka yang tertinggal bukan hanya gaji melainkan harapan hidup layak bagi jutaan pekerja.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sistem Negara dalam Perspektif Analogi Handphone
Next Article Revisi UU PA untuk Kekuasaan, Bukan untuk Keadilan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Insentif Pajak Global dan Ketimpangan Ekonomi yang Kian Melebar

January 30, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Kejaksaan Agung meminta Pemerintah Kota Surabaya menyerahkan data sekolah penerima bantuan Chromebook era Mendikbudristek
Pemerintah

Eri Cahyadi Tolak Chromebook Nadiem, Partai X: Rakyat Butuh Pendidikan, Bukan Proyek!

September 18, 2025
Pemerintah

Cak Nun: Kita Harus Jadi Mbah-nya Iblis untuk Melawan Iblis Sistem Negara

June 30, 2025
Pemerintah

Pancasila Bukan Deklarasi Masa Lalu Tapi Peta Jalan Masa Depan

November 10, 2025
Seputar Pajak

Pajak Perhiasan Ilegal, Partai X: Tegas Tapi Jangan Bikin UMKM Tersingkir!

October 27, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.