By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 17 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kekuasaan Sensitif Kritik, Krisis Kebebasan Pers Muncul
Pemerintah

Kekuasaan Sensitif Kritik, Krisis Kebebasan Pers Muncul

Diajeng Maharani
Last updated: January 14, 2026 1:50 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
Kekuasaan Sensitif Kritik, Krisis Kebebasan Pers Muncul
SHARE

beritax.id – Fenomena krisis kebebasan pers kian menonjol ketika kekuasaan menunjukkan sensitivitas berlebihan terhadap kritik dan pemberitaan yang tidak sejalan dengan narasi resmi. Dalam situasi ini, media dan jurnalis menghadapi tekanan berlapis mulai dari pembatasan akses informasi, intimidasi halus, hingga ancaman hukum yang membuat ruang pemberitaan semakin sempit dan penuh kehati-hatian.

Akibatnya, fungsi pers sebagai penyalur kepentingan publik dan pengawas kebijakan negara berjalan tidak optimal.

Kritik Dipersepsikan sebagai Ancaman

Alih-alih diperlakukan sebagai masukan demokratis, kritik sering dibingkai sebagai gangguan stabilitas atau serangan. Praktik ini mendorong banyak redaksi memilih jalur aman: mengulang pernyataan resmi, menonjolkan agenda seremonial, dan menghindari liputan mendalam atas isu sensitif seperti kebocoran anggaran, konflik kepentingan, atau dampak kebijakan ekonomi terhadap masyarakat.

Ruang publik pun kehilangan keragaman sudut pandang yang sehat.

Dampak Langsung bagi Demokrasi

Meningkatnya sensitivitas kekuasaan terhadap kritik membawa sejumlah konsekuensi:

  • Jurnalisme investigatif melemah.
  • Kesalahan kebijakan sulit dikoreksi sejak dini.
  • Publik menerima informasi yang tidak utuh.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap pers dan institusi negara menurun.

Demokrasi kemudian berjalan dalam suasana defensif, bukan dialogis.

You Might Also Like

Notaris Ungkap Transaksi Rp 809 M ke Gojek, Penegakan Hukum Harus Tegas
8.018 Dapur MBG Beroperasi, Partai X: Anggaran Jalan, Perut Rakyat Masih Kosong!
Dana Pemda Mengendap, Partai X: Uang Rakyat Jangan Tidur di Bank!
DPR Dinonaktifkan Tetap Gajian, Partai X: Rakyat Jadi Penonton Setia

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Kritik adalah Bagian dari Perlindungan Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menegaskan bahwa krisis kebebasan pers mencerminkan kegagalan negara memahami mandat dasarnya.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Kritik adalah bagian dari mekanisme rakyat untuk melindungi diri dari kebijakan yang keliru. Jika pers ditekan karena kritik, maka negara justru meninggalkan fungsinya,” tegas Prayogi.

Ia menambahkan, melayani rakyat berarti membuka ruang dialog yang jujur, bukan menutupinya dengan narasi sepihak. Sementara mengatur rakyat harus dilakukan melalui hukum yang adil, bukan dengan menakut-nakuti media.

Akar Masalah: Budaya Kekuasaan dan Ketergantungan Media

Menurut Prayogi, terdapat dua penyebab utama menguatnya krisis kebebasan pers:

  1. Budaya kekuasaan yang anti-kritik, memandang perbedaan pendapat sebagai ancaman legitimasi.
  2. Ketergantungan ekonomi media pada iklan dan anggaran negara, yang membuat redaksi rentan terhadap tekanan.

Kombinasi ini menciptakan ekosistem informasi yang aman bagi penguasa, tetapi tidak sehat bagi publik.

Solusi: Menormalkan Kritik, Melindungi Pers

Partai X dan X Institute mendorong langkah-langkah berikut:

  1. Penguatan jaminan hukum kebebasan pers
    Termasuk sanksi tegas bagi pihak yang mengintimidasi jurnalis.
  2. Transparansi belanja komunikasi pemerintah
    Agar tidak digunakan sebagai alat tekanan terhadap media.
  3. Pembentukan dana publik independen untuk jurnalisme investigatif
    Dikelola lembaga non-partisan dan bebas intervensi kekuasaan.
  4. Perlindungan hukum dan ekonomi bagi jurnalis
    Untuk mencegah kriminalisasi dan pemiskinan profesi pers.
  5. Edukasi bagi aparatur negara
    Bahwa kritik adalah bagian normal dari demokrasi, bukan ancaman.

Kekuasaan yang sensitif terhadap kritik hanya akan memperdalam krisis kebebasan pers dan menjauhkan negara dari rakyatnya. Demokrasi membutuhkan media yang berani, bukan yang takut.

Seperti diingatkan Prayogi R. Saputra, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat dengan menjamin kebebasan berbicara, melayani dengan menyediakan informasi yang jujur, dan mengatur dengan adil bukan dengan membungkam kritik.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Anggaran Publik dan Tumbuhnya Media Bayaran Pemerintah Anggaran Publik dan Tumbuhnya Media Bayaran Pemerintah
Next Article Publik Bingung di Era Konten Kreator Bayaran

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Prabowo Gelontorkan Rp805 T untuk Program Prioritas, Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

January 14, 2026
Kriminal

Rp 1.000 Triliun Terancam Lenyap karena Judi Online, Partai X: Negara Sibuk Sensor Meme, Bisu soal Mafia Digital!

May 16, 2025
EkonomiPemerintah

Krisis Kesejahteraan: Buruh Terpinggirkan di Negeri Pekerja Keras

January 2, 2026
Pemerintah

Dana Rp200 T Mandek, Partai X: Uang Rakyat Harus Bergerak!

October 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.