By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 3 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pemda Diminta Hindari Kegiatan Seremonial, Partai X: Jangan Hanya Disuruh Irit, Tapi Harus Diaudit!
Pemerintah

Pemda Diminta Hindari Kegiatan Seremonial, Partai X: Jangan Hanya Disuruh Irit, Tapi Harus Diaudit!

Diajeng Maharini
Last updated: May 5, 2025 11:20 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah menghindari kegiatan seremonial yang boros. Ia menilai, kegiatan tersebut justru mengganggu fokus realisasi anggaran yang seharusnya untuk pelayanan publik.

Contents
Partai X: Harus Ada Audit, Bukan Cukup DilarangPrinsip Negara Menurut Partai X: Rakyat Adalah Raja

Dalam forum Musrenbang RPJMD Jatim 2025–2029 dan RKPD 2026, Tomsi menekankan pentingnya efisiensi belanja daerah. Ia mencontohkan pemborosan dalam program penanganan stunting, di mana belanja non-esensial lebih besar dari dana langsung untuk ibu hamil dan bayi.

Partai X: Harus Ada Audit, Bukan Cukup Dilarang

Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X-Institute Prayogi R. Saputra menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, pengurangan kegiatan seremonial hanyalah langkah permukaan, sedangkan masalah utamanya adalah lemahnya pengawasan anggaran.

“Pemerintah itu tugasnya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat,” tegas Prayogi. Ia mengingatkan, efisiensi tanpa transparansi akan tetap membuka ruang korupsi. Menurutnya, audit harus menjadi komponen wajib dari setiap evaluasi belanja daerah.

Prayogi menyebutkan bahwa Partai X memandang pemerintah sebagai bagian kecil dari rakyat yang diberi kewenangan terbatas. Kewenangan itu wajib dijalankan secara efisien, transparan, dan pro keadilan. Jika hanya sebatas larangan pemborosan tanpa sistem kontrol, maka pemerintah gagal melayani rakyat.

“Jangan hanya suruh irit, tapi biarkan celah kebocoran tetap menganga,” ujarnya. Ia mendesak Kemendagri untuk membentuk sistem audit publik yang terbuka, melibatkan masyarakat dan lembaga independen.

You Might Also Like

Tipuan Demokrasi: Ketika Demokrasi Digunakan untuk Mengukuhkan Oligarki
Patronase yang Menjerat dalam Pemerintahan: Ketika Keputusan Tidak Lagi Berdasarkan Keadilan
Pemerintah Usul Jam Kerja 13 Jam, Partai X: Rakyat Bekerja, Pejabat Istirahat!
Stabilitas Tanpa Keadilan: Pengorbanan Rakyat demi Ketertiban Semu

Menurut Partai X, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari laporan, tapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Kami tidak ingin anggaran disusun demi laporan bagus, tapi realitas di lapangan tetap buruk,” ujar Prayogi.

Ia juga mengkritisi pola belanja simbolik, seperti tenda, spanduk, dan transportasi, yang justru menggerus alokasi utama program. “Jangan sampai rakyat hanya dapat seremonial, bukan solusi,” katanya.

Prinsip Negara Menurut Partai X: Rakyat Adalah Raja

Partai X menegaskan, negara terdiri dari wilayah, rakyat, dan pemerintah, di mana rakyat adalah pemilik utama kekuasaan. Pemerintah hanyalah pelayan yang ditugaskan rakyat. “Jika rakyat adalah pemilik bus, pemerintah hanya sopirnya,” tutur Prayogi.

Pemerintah tidak boleh mengemudikan bus negara ke arah yang tidak dikehendaki rakyat. Karena itu, program daerah harus diawasi agar selaras dengan kebutuhan warga, bukan kepentingan individu. “Setiap rupiah anggaran adalah amanah rakyat,” tegasnya.

Partai X mengusulkan kebijakan efisiensi disertai sistem audit terbuka sebagai solusi konkret. Audit bukan hanya urusan internal BPK, tapi harus melibatkan partisipasi publik. “Transparansi adalah pondasi kepercayaan,” tegas Prayogi.

Ia mendesak Kemendagri dan Pemprov Jatim untuk mengubah paradigma perencanaan anggaran. Fokus harus pada dampak langsung, bukan kegiatan pendukung. “Kalau seremonial terus, pembangunan tak akan pernah terasa,” ujarnya.

Partai X menutup pernyataannya dengan satu seruan: evaluasi belanja harus berorientasi pada rakyat. “Kami tidak menolak efisiensi, tapi kami menolak efisiensi palsu,” kata Prayogi.

Menurutnya, jika belanja tidak diawasi, rakyat hanya jadi penonton dari uangnya sendiri. Reformasi anggaran harus berpihak, transparan, dan berpijak pada keadilan sosial. Itu baru namanya melindungi, melayani, dan mengatur rakyat.

TAGGED:Pilihan Editor
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pidato di Panggung, Gas di Jalan: Partai X Desak Jadi Aksi Nyata, Bukan Seremoni!
Next Article Prabowo Ngaku Presiden Buruh, UU PRT Masih Gantung: Partai X Tanya, Ini Dukungan atau Pemanfaatan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Negara Hanya Tegak Bila Pejabat Sadar Dirinya Pelayan

November 18, 2025
Kebijakan ini mulai berlaku 1 Agustus 2025. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp12.200 per liter dari sebelumnya Rp12.500.
Pemerintah

Harga Pertamax Turun, Tapi BBM Lain Naik: Partai X Bongkar Jurus Tipu-Tipu Harga ala Penguasa!

August 1, 2025
Pemerintah

Struktur Ketatanegaraan Iran: Peran Majelis Pakar dalam Menentukan Arah Bangsa

April 10, 2026
Pemerintah

Demokrasi Prosedural Kosong: Rakyat Memilih, Tapi Tak Menentukan

April 28, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.