By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 3 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kekuasaan Presiden yang Meningkat: Memahami Ancaman Absolutisme Lembaga Kepresidenan
Pemerintah

Kekuasaan Presiden yang Meningkat: Memahami Ancaman Absolutisme Lembaga Kepresidenan

Diajeng Maharani
Last updated: April 1, 2026 1:56 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kekuasaan Presiden yang meningkat dan terpusat dapat memunculkan fenomena absolutisme lembaga kepresidenan, yang membawa dampak negatif terhadap sistem demokrasi. Ketika kekuasaan eksekutif terlalu dominan, proses checks and balances antara lembaga negara menjadi terganggu. Dalam sistem pemerintahan yang sehat, kekuasaan harus didistribusikan secara adil dan seimbang di antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Namun, absolutisme lembaga kepresidenan cenderung mengikis prinsip dasar demokrasi, dengan mengabaikan peran lembaga lainnya.

Absolutisme Lembaga Kepresidenan dan Dampaknya Terhadap Demokrasi

Absolutisme lembaga kepresidenan seringkali mengarah pada dominasi Presiden dalam semua aspek pemerintahan, tanpa melibatkan lembaga negara lainnya. Ketika semua keputusan penting berada di tangan Presiden, tanpa pengawasan yang cukup dari lembaga legislatif dan yudikatif, maka kebijakan yang diambil cenderung tidak mengakomodasi kepentingan rakyat secara menyeluruh. Ketimpangan sosial dan ekonomi pun semakin membesar, karena keputusan sepihak ini lebih berpihak pada segelintir orang atau kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika kekuasaan terpusat dan absolutisme lembaga kepresidenan terjadi, negara gagal menjalankan tugas utamanya dengan baik. Pemerintah seharusnya melibatkan berbagai lembaga dan elemen masyarakat dalam pengambilan keputusan penting untuk memastikan keberagaman suara dan kepentingan rakyat.

Pengaruh Absolutisme Lembaga Kepresidenan terhadap Stabilitas Pemerintahan 

Absolutisme lembaga kepresidenan dapat menyebabkan ketidakstabilan pemerintahan di negara demokrasi. Ketika Presiden memiliki kekuasaan yang terlalu besar, keputusan-keputusan yang diambil menjadi lebih otoriter dan kurang mencerminkan kehendak rakyat. Pemerintah yang tidak transparan dan tidak melibatkan lembaga lain dalam pembuatan kebijakan akan kehilangan legitimasi di mata rakyat. Ketidakpuasan yang muncul akibat ketidakadilan dalam pengambilan keputusan dapat memicu ketegangan sosial dan pemerintahan yang lebih besar.

Sistem yang tidak seimbang ini menghambat partisipasi publik dalam proses demokrasi. Ketika rakyat merasa tidak dihargai atau terabaikan, kepercayaan terhadap pemerintah pun menurun. Hal ini menciptakan ketidakstabilan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan memperburuk ketimpangan sosial ekonomi yang sudah ada.

Solusi dari Partai X untuk Mengurangi Dominasi Kekuasaan Presiden

Partai X menawarkan solusi untuk mengurangi pengaruh absolutisme lembaga kepresidenan yang semakin dominan. Salah satu langkah yang disarankan adalah memperkuat prinsip checks and balances dalam sistem pemerintahan. Pemerintah harus memastikan bahwa kekuasaan tidak hanya terpusat pada Presiden, tetapi didistribusikan dengan adil kepada lembaga legislatif dan yudikatif. Hal ini akan menciptakan pemerintahan yang lebih seimbang, transparan, dan akuntabel.

You Might Also Like

Eko Wahyu Pramono Gugat Politeknik Negeri Jember ke PTUN Surabaya
Pemda dan BUMD Pinjam Uang, Partai X: Rakyat Pusing, Pusat Justru Sanggup!
Royalti Rp3 Triliun, Realisasi Rp200 M, Partai X: Sisanya ke Mana?
Demokrasi Tanpa Integritas: Ketika Penguasa Menjual Janji Pembangunan yang Tidak Pernah Terwujud

Prayogi R Saputra, Direktur X Institute, menekankan pentingnya penguatan peran lembaga legislatif dan yudikatif dalam setiap pengambilan keputusan yang bersifat strategis. Selain itu, Partai X juga mendukung kebijakan yang melibatkan masyarakat dalam pembuatan kebijakan, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat banyak, bukan hanya kelompok tertentu.

Kesimpulan: Mengurangi Absolutisme untuk Memperkuat Demokrasi

Kekuasaan Presiden yang semakin terpusat dan absolutisme lembaga kepresidenan dapat mengancam stabilitas demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, perlu ada langkah-langkah konkret untuk mengurangi sentralisasi kekuasaan yang berlebihan. Pemerintah harus melibatkan lebih banyak lembaga dan masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat sistem checks and balances. Dengan cara ini, kebijakan yang dihasilkan akan lebih inklusif, adil, dan transparan. Hanya dengan mengurangi dominasi absolutisme, negara dapat memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan dengan baik dan tugas negara dapat dijalankan sesuai dengan prinsipnya: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ilmu negara itu wajib dalam membentuk kepemimpinan yang baik dan berkeadilan. Pemahaman yang mendalam tentang negara merupakan pondasi Menjaga Negara dengan Pengetahuan: Ilmu Negara Itu Wajib dalam Membentuk Kepemimpinan yang Baik
Next Article Ilmu Negara Itu Wajib: Pembangunan Negara yang Berkelanjutan Memerlukan Pendidikan Warga Negara

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kementerian BUMN mengusung kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu untuk mendorong UMKM naik kelas. Hal itu disampaikan Staf Ahli
Ekonomi

BUMN Dorong AI untuk UMKM, Partai X Peringatkan: Jangan Paksa Teknologi Kalau Masalah Nyata Masih Soal Modal dan Akses Pasar!

August 4, 2025
Berita Terkini

Pengoplosan Gas Masih Marak! Partai X Desak Aparat: Jangan Cuma Gertak, Tindak Tegas!

March 20, 2025
Ekonomi

Dana Dipotong Rp 15 T, Partai X: APBD DKI Tak Cukup Atasi Krisis!

October 7, 2025
Pemerintah

Bahas Anggaran, Partai X: Rakyat Perlu Lihat, Bukan Hanya Rapat Diam-diam di Senayan!

July 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.