By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 26 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kebijakan Pemerintahan Merugikan: Rakyat Terhimpit Sementara Kekayaan Negara Diboroskan
Pemerintah

Kebijakan Pemerintahan Merugikan: Rakyat Terhimpit Sementara Kekayaan Negara Diboroskan

Diajeng Maharani
Last updated: February 25, 2026 2:12 pm
By Diajeng Maharani
Share
6 Min Read
SHARE

beritax.id – Kebijakan pemerintahan yang seharusnya mengutamakan kesejahteraan rakyat justru semakin merugikan masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang sulit, rakyat semakin terhimpit oleh kebijakan yang tidak berpihak pada mereka. Sementara itu, kekayaan negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum, sering kali diboroskan untuk proyek-proyek yang tidak mendatangkan manfaat langsung bagi rakyat. Kebijakan pemerintahan merugikan, menciptakan ketidakadilan sosial yang semakin besar dan mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.

Kebijakan yang Menguntungkan Segelintir Pihak

Di tengah kesulitan ekonomi yang melanda sebagian besar rakyat, pemerintah sering kali lebih mengutamakan kebijakan yang menguntungkan segelintir pihak, terutama pengusaha besar dan pejabat. Program-program yang diambil sering kali tidak berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat, tetapi lebih kepada pengelolaan anggaran yang menguntungkan kelompok-kelompok tertentu. Kekayaan negara yang seharusnya bisa digunakan untuk program sosial dan pembangunan infrastruktur justru sering kali digunakan untuk proyek-proyek yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X dan Direktur X Institute, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, ketika kebijakan negara justru merugikan rakyat, tugas-tugas ini gagal dilaksanakan. Pemerintah tidak lagi melindungi dan melayani rakyat, tetapi malah melayani kepentingan kelompok pejabat yang memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan.

Rakyat Terhimpit oleh Kebijakan Ekonomi yang Tidak Pro-Rakyat

Kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah sering kali tidak memperhatikan kondisi rakyat. Program-program yang lebih berpihak pada sektor korporasi dan pengusaha besar, sementara rakyat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kebijakan fiskal yang hanya menguntungkan pengusaha besar dan kebijakan pajak yang membebani rakyat semakin membuat ketimpangan sosial semakin lebar. Sumber daya negara yang seharusnya bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat malah diboroskan untuk kepentingan segelintir orang.

Rakyat semakin merasa terhimpit karena biaya hidup semakin tinggi sementara pendapatan mereka tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Infrastruktur yang tidak memadai dan kualitas layanan publik yang rendah membuat kondisi kehidupan semakin sulit bagi sebagian besar masyarakat. Hal ini menciptakan ketidakpuasan yang meluas di kalangan rakyat, sementara penguasa terus memperkuat posisi mereka dengan kebijakan yang tidak berpihak pada mereka yang paling membutuhkan.

Solusi: Kembali pada Prinsip Pemerintahan yang Berpihak pada Rakyat

Untuk mengatasi dampak kebijakan yang merugikan rakyat, Indonesia perlu kembali pada prinsip dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Negara harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Pemerintah harus melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh untuk melindungi, melayani, dan mengatur rakyat, bukan hanya untuk kepentingan individu dan pengusaha besar.

You Might Also Like

Layanan Kesehatan Gratis dari Polri, Partai X: Jangan Sekali Seminggu, Tapi Sepanjang Tahun!
Bagaimana Menghadapi Tantangan dan Risiko dari Inovasi Baru?
MK Tolak Gugatan Buruh, Partai X: Ambang Batas Rakyat, Bukan Parlemen!
Prabowo Nyatakan Perang Lawan Korupsi, Partai X: Perangnya Serius, Tapi Musuhnya Masih Duduk di Kursi!

Prinsip Partai X yang dijunjung tinggi oleh Prayogi R Saputra sangat relevan dalam mengembalikan pemerintahan yang sehat dan berpihak pada rakyat. Partai X mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Negara harus mengelola kekayaan negara dan sumber daya alam dengan tujuan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir pejabat. Setiap kebijakan yang diambil harus melibatkan rakyat dan memastikan bahwa mereka merasakan manfaat dari kebijakan tersebut.

Penurunan Ketimpangan Sosial Melalui Kebijakan Pro-Rakyat

Untuk menurunkan ketimpangan sosial yang semakin besar, kebijakan negara harus berfokus pada pemberdayaan rakyat. Sumber daya negara harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program-program bantuan sosial yang berpihak pada rakyat miskin harus diperkuat, dan kebijakan pajak harus lebih adil dengan memberikan beban yang lebih besar pada mereka yang mampu membayar.

Selain itu, pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi rakyat. Dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan memberi akses pendidikan yang lebih baik, rakyat akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini adalah langkah penting untuk mengurangi ketimpangan sosial yang semakin besar.

Pemberantasan Korupsi dan Penyederhanaan Sistem Pemerintahan

Pemberantasan korupsi adalah langkah pertama yang harus diambil untuk memastikan bahwa kebijakan negara benar-benar berpihak pada rakyat. Korupsi yang merajalela mengalihkan sumber daya negara dari rakyat ke dalam kantong individu-individu yang memiliki kekuasaan. Pemerintah harus menegakkan hukum dengan tegas terhadap pelaku korupsi dan memastikan bahwa tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan.

Sistem pemerintahan juga harus disederhanakan agar lebih efisien dan lebih dekat dengan rakyat. Proses pembuatan kebijakan harus lebih terbuka, dan rakyat harus diberi ruang untuk berpartisipasi dalam setiap keputusan yang diambil. Ini akan menciptakan sistem pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat dan mengurangi pengaruh pejabat pemerintahan yang selama ini mengendalikan kebijakan.

Kesimpulan: Mengembalikan Pemerintahan yang Berpihak pada Rakyat

Kebijakan pemerintahan yang merugikan rakyat dan memboroskan kekayaan negara hanya akan menciptakan ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang semakin besar. Namun, dengan langkah-langkah konkret dalam pemberantasan korupsi, reformasi sistem pemerintahan, dan kebijakan yang lebih pro-rakyat, Indonesia dapat membangun pemerintahan yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat. Negara harus kembali pada tugas utamanya: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat dengan penuh tanggung jawab.

Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika pemerintah benar-benar berfungsi untuk kesejahteraan rakyat. Dengan mengembalikan prinsip-prinsip pemerintahan yang sehat dan berkeadilan, Indonesia akan dapat menciptakan sistem yang adil, transparan, dan berpihak pada seluruh rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Cak Imin Setuju Kenaikan Iuran  BPJS, Kesejahteraan Harus Terjamin untuk Semua!
Next Article Isu Blacklist Penerima LPDP: Mengapa Pemerintah Harus Lebih Bijak dalam Pengelolaan Beasiswa

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Pajak Menyengsarakan Rakyat: Waktunya Revisi Sistem Perpajakan

February 23, 2026
Pemerintah

Mutasi Besar-besaran Polri Disebut Momen Berbenah, Partai X: Jangan Ganti Orang Kalau Sistemnya Tetap Busuk!

August 7, 2025
Pendidikan

Pendidikan Harus Dikelola Negara, Bukan Dikorbankan untuk Kekuasaan

December 3, 2025
pbb naik
Seputar Pajak

PBB Naik 250 Persen di Pati: Bukti Prabowo Belum Bisa Lindungi Wong Cilik

August 7, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.