By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 6 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia dan Ilusi Demokrasi
Pemerintah

Indonesia dan Ilusi Demokrasi

Diajeng Maharani
Last updated: April 6, 2026 8:24 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Banyak orang percaya bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Setiap lima tahun sekali, rakyat datang ke tempat pemungutan suara, memilih pemimpin, lalu kembali menjalani hidup seperti biasa. Namun pertanyaannya: apakah itu benar-benar demokrasi, atau hanya ilusi demokrasi?

Contents
Apakah Demokrasi Mustahil? Tidak. Tapi Harus Kembali ke Akar BangsaMembangun Demokrasi yang Nyata

Demokrasi dalam Sejarah: Lahir di Yunani dengan Populasi Kecil

Jika kita kembali ke sejarah, demokrasi bukanlah sistem baru. Demokrasi lahir di kota-kota kecil di Yunani Kuno, khususnya di Athena.

Namun demokrasi pada masa itu sangat berbeda dengan yang kita kenal sekarang.

Penduduknya sedikit. Dimana, yang benar-benar aktif hadir dalam sidang majelis (Ekklesia) biasanya hanya sekitar 5.000–6.000 orang dalam satu pertemuan besar. Warga negara yang berhak ikut dalam proses pemerintahan juga terbatas. Perempuan, budak, dan pendatang tidak memiliki hak suara. Artinya, demokrasi di sana bersifat langsung dan partisipatif, karena jumlah masyarakatnya memungkinkan.

Rakyat berkumpul, berdiskusi, dan memutuskan kebijakan secara langsung.

  • Tidak ada kampanye mahal.
  • Tidak ada manipulasi opini massal.
  • Tidak ada pencitraan.

Demokrasi lahir dalam konteks komunitas kecil yang saling mengenal. Karena itu, kontrol rakyat terhadap kekuasaan bisa berjalan.

You Might Also Like

Pelanggar Besar Bebas, Rakyat Dihukum Berat
Pelaksanaan MBG Ganggu Gizi, Partai X: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Program!
Kanal Pengaduan “Lapor Pak Amran”, Partai X Minta Pemerintah Tegas Atasi Impor Ilegal
Pemerintah Mau Atur Tarif Sopir Logistik, Partai X: Atur Juga Upah dan Perlindungan Kerja Mereka!

Demokrasi di Indonesia: Skala Besar dan Manipulasi Sistem

Sekarang bandingkan dengan Indonesia.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, demokrasi langsung dalam arti “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” menjadi sangat sulit dilakukan. Rakyat tidak mungkin mengenal kandidat secara mendalam. Proses pemerintahan berubah menjadi kompetisi popularitas.

Dalam praktiknya, demokrasi berubah menjadi:

  • Suap.
  • Pencitraan.
  • Manipulasi media.
  • Polarisasi masyarakat.

Di Indonesia, mekanisme pemilihan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 6A, yang mengatur pemilihan langsung oleh rakyat.

Di mana ayat 1 menyebutkan bahwa “Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat”. Ayat ini menegaskan bahwa Indonesia menganut sistem pemilihan langsung, bukan melalui lembaga perwakilan seperti masa sebelumnya.

Tapi di ayat ke 2, “Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelum pelaksanaan pemilu”. Di titik ini muncul kritik utama.

Meskipun rakyat memilih secara langsung, kandidat tetap ditentukan oleh partai politik. Rakyat tidak bisa mencalonkan secara mandiri, kecuali melalui jalur partai.

Di Ayat ke 3, Pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilu, dengan sedikitnya 20% suara di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Ayat ini bertujuan menjaga legitimasi nasional agar presiden memiliki dukungan luas, tidak hanya di wilayah tertentu.

Demokrasi akhirnya menjadi prosedural, bukan substansial.
Hak memilih ada, tetapi hak menentukan terbatas.

Apakah Demokrasi Mustahil? Tidak. Tapi Harus Kembali ke Akar Bangsa

Pertanyaannya: apakah demokrasi tidak mungkin diterapkan di Indonesia?

Jawabannya: bisa, tetapi tidak dengan meniru sistem Barat secara mentah.

Indonesia memiliki konsep sendiri, yaitu demokrasi Pancasila. Sistem ini lahir dari sejarah, budaya, dan nilai masyarakat yang berbeda.

Demokrasi Pancasila tidak hanya bicara tentang suara terbanyak.
Demokrasi ini menekankan:

  • Kebijaksanaan.
  • Musyawarah.
  • Keadilan sosial.
  • Persatuan.

Ini lebih dekat dengan karakter masyarakat Indonesia yang komunal, bukan individual. Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa sistem perwakilan diperlukan untuk memilih pemerintah.

Sila Ke-4: Musyawarah dan Perwakilan Seorang Negarawan

Kunci demokrasi Indonesia sebenarnya ada pada sila ke-4 dalam Pancasila:

“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.”

Ada tiga kata penting di sini:

  1. Hikmat kebijaksanaan.
  2. Permusyawaratan.
  3. Perwakilan.

Artinya, pemimpin idealnya dipilih melalui proses musyawarah, bukan kompetisi popularitas.

Namun perwakilan dalam konteks ini bukan sekadar wakil partai politik. Yang dimaksud adalah negarawan sejati yaitu orang yang bijaksana, berwibawa, visioner, serta ahli dalam ilmu kenegaraan, ilmu pemerintahan, dan ilmu politik.

Masalahnya, Partai politik sering lebih fokus pada:

  • Elektabilitas.
  • Modal kampanye.
  • Loyalitas kelompok.

Akibatnya, yang muncul bukan negarawan, tetapi orang-orang yang hanya mengejar kekuasaan.

Di sinilah demokrasi berubah menjadi ilusi.
Rakyat diberi kedaulatan tapi tidak punya hak memiliki.

Membangun Demokrasi yang Nyata

Demokrasi bukan hanya soal memilih.
Demokrasi adalah soal kontrol rakyat terhadap kekuasaan.

Indonesia tidak perlu menolak demokrasi.
Indonesia perlu memperbaiki demokrasi.

Solusinya:

  1. Reformasi partai politik agar melahirkan negarawan.
  2. Pendidikan politik yang mendalam.
  3. Musyawarah yang substansial, bukan formalitas.
  4. Sistem yang menyeimbangkan suara rakyat dan kebijaksanaan elite.

Demokrasi sejati bukan ilusi jika:

  • Rakyat sadar.
  • Elite bertanggung jawab.
  • Sistem adil.

Jika tidak, demokrasi hanya akan menjadi panggung besar,
di mana rakyat adalah penonton,
dan kekuasaan tetap dimainkan segelintir orang.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article IWPI: Jangan Biarkan UMKM Menanggung Ketidakpastian Pajak
Next Article Pos Pengaduan Perempuan dan Anak, Ingatkan Pemerintah Lindungi Warga

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Stabilitas Tanpa Keadilan: Ketika Hukum Tak Lagi Melayani Rakyat

March 6, 2026
Ketergantungan teknologi asing semakin mengancam kedaulatan ekonomi dan infrastruktur teknologi negara berkembang. Banyak negara berkembang,
Teknologi

Ketergantungan Teknologi Asing: Ketika Negara Berkembang Kehilangan Kendali atas Infrastruktur Teknologi

February 2, 2026
Pemerintah

Ketika Kebijakan Publik Ditulis untuk Pemilik Modal

December 31, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) sepakat memperkuat kerja sama layanan haji.
Pemerintah

Prabowo Bahas Layanan Haji, Partai X: Fasilitas Naik, Tapi Antrean dan Biaya Rakyat Tak Turun-Turun!

July 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.