By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 8 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > IHSG Hijau, Buruh Terpukul di Negara Indonesia Rapuh Struktural
Pemerintah

IHSG Hijau, Buruh Terpukul di Negara Indonesia Rapuh Struktural

Diajeng Maharani
Last updated: January 6, 2026 1:14 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Di tengah euforia pasar keuangan dan kinerja IHSG yang terus menghijau, realitas sosial justru menunjukkan wajah yang berlawanan. Kondisi ini mencerminkan situasi negara rapuh struktural, ketika pertumbuhan dan stabilitas ekonomi hanya dinikmati di level pejabat dan pasar modal, sementara buruh dan pekerja justru menanggung tekanan paling berat. Indonesia hari ini menghadapi paradoks serius: indikator finansial menguat, tetapi fondasi kesejahteraan tenaga kerja melemah.

Dalam beberapa bulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan mencatat penguatan, ditopang oleh kinerja sektor perbankan, komoditas, dan korporasi besar. Namun pada saat yang sama, publik disuguhi berita pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil, garmen, alas kaki, hingga manufaktur padat karya. Ribuan buruh kehilangan pekerjaan atau dipaksa menerima sistem kerja kontrak dan outsourcing yang semakin tidak pasti.

Pasar Modal Tumbuh, Tenaga Kerja Menyusut

Kondisi ini menunjukkan adanya pemisahan yang tajam antara ekonomi finansial dan ekonomi riil. Kenaikan IHSG tidak otomatis mencerminkan kesehatan dunia kerja. Justru, banyak emiten mencetak laba dengan cara efisiensi ekstrem: menekan biaya tenaga kerja, merumahkan buruh, atau mengganti pekerja tetap dengan tenaga kerja fleksibel.

Bagi buruh, “efisiensi” tersebut berarti upah stagnan, jam kerja tidak pasti, dan hilangnya jaminan sosial. Sementara bagi pasar, langkah ini justru diapresiasi sebagai sinyal positif bagi profitabilitas.

Buruh Jadi Korban Struktur Ekonomi Rapuh

Dalam negara yang rapuh secara struktural, pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas produktivitas tenaga kerja, melainkan pada ekstraksi sumber daya dan spekulasi finansial. Akibatnya, buruh tidak diposisikan sebagai aset pembangunan, tetapi sebagai variabel penyesuaian saat tekanan ekonomi muncul.

Revisi regulasi ketenagakerjaan yang lebih fleksibel, lemahnya perlindungan buruh, serta minimnya industrialisasi padat karya membuat posisi tawar pekerja semakin lemah. Negara gagal hadir sebagai penyeimbang antara kepentingan modal dan hak tenaga kerja.

You Might Also Like

Mendagri Minta Stabilkan Harga Pangan, Partai X: Pangan Stabil, Rakyat Tertekan!
PKS Dukung Prabowo Tapi Masih Pegang Anies, Partai X: Ini Bermain Dua Kaki?
Komisi II Bahas Revisi UU Pemilu, Partai X: Bahas Rakyat Juga Harusnya!
DPR Selesaikan 16 UU, Partai X: Banyak Hukum, Rakyat Tak Dengar Keadilan!

Ilusi Kesehatan Ekonomi

Mengandalkan IHSG sebagai cermin utama keberhasilan ekonomi adalah kekeliruan serius. Pasar saham bisa tumbuh tanpa menciptakan lapangan kerja baru, bahkan di saat pengangguran dan kerja rentan meningkat. Ketika buruh terpukul, daya beli melemah, dan konsumsi rumah tangga tertekan, maka fondasi ekonomi nasional sesungguhnya sedang rapuh.

Jika tren ini dibiarkan, Indonesia berisiko mengalami pertumbuhan tanpa pemerataan dan stabilitas semu yang mudah runtuh saat terjadi guncangan global.

Solusi: Menyatukan Pertumbuhan dan Keadilan Sosial

Untuk keluar dari paradoks IHSG hijau dan buruh terpuruk, diperlukan perubahan arah kebijakan yang tegas, antara lain:

  1. Menempatkan perlindungan buruh sebagai bagian inti strategi ekonomi nasional, bukan sekadar isu ketenagakerjaan.
  2. Mendorong reindustrialisasi padat karya, agar pertumbuhan menciptakan lapangan kerja formal yang layak.
  3. Memperkuat regulasi ketenagakerjaan dan pengawasan, guna mencegah PHK massal dan praktik kerja tidak adil.
  4. Mengaitkan insentif bagi korporasi dengan penciptaan kerja dan kesejahteraan buruh, bukan semata laba dan kinerja saham.
  5. Memperluas jaring pengaman sosial bagi pekerja terdampak PHK, agar mereka tidak langsung jatuh ke jurang kemiskinan.

IHSG yang hijau seharusnya menjadi kabar baik bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi pemilik modal. Tanpa keberpihakan nyata pada buruh dan pekerja, negara Indonesia rapuh struktural hanya akan menghasilkan pertumbuhan semu indah di layar bursa, pahit di kehidupan nyata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Harga Pokok Kebutuhan Tak Terkendali di Ekonomi Tumbuh Semu
Next Article KemenImipas Bangun 200 Dapur Sehat, Program MBG Harus Transparan!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

APBN Terkuras Rp552 Triliun untuk Bunga Utang, Partai X Ingatkan Pemerintah adalah Pelayan Rakyat

August 5, 2025
Pemerintah

Indonesia “Katanya” Aman: Pembangunan Jalan Terus, Rakyat Terendam Lumpur

December 31, 2025
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyoroti kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki
Internasional

RI-Turki Bahas Industri Pertahanan, Partai X: Jangan Sibuk Beli Senjata, Saat Rakyat Tak Mampu Beli Bahan Pokok!

May 30, 2025
Pendidikan

MoU Beasiswa Sekolah Rakyat, Partai X Tekankan Pemerataan Akses

December 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.