By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery: Pelajaran dari Sisa Tembok Berlin Sektor Soviet tentang Kedaulatan Rakyat
Internasional

Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery: Pelajaran dari Sisa Tembok Berlin Sektor Soviet tentang Kedaulatan Rakyat

Diajeng Maharini
Last updated: October 12, 2026 10:29 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

BERLIN, JERMAN – Selama 28 tahun berdiri membelah kota, Tembok Berlin menjadi simbol paling nyata dari terampasnya kedaulatan rakyat oleh pertarungan ideologi global. Guna membaca langsung jejak sejarah tersebut, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan melakukan kunjungan observasi ke East Side Gallery, sisa bentangan Tembok Berlin di bagian timur yang dulunya merupakan jantung wilayah kekuasaan blok Uni Soviet di Jerman.

Rombongan pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan yang hadir melakukan pengamatan di situs bersejarah ini adalah Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Erick Karya. Ketiganya menyusuri satu per satu panel beton yang memisahkan distrik Friedrichshain (bekas Berlin Timur) dan Kreuzberg (bekas Berlin Barat), sembari membedah implikasi tata ruang politik terhadap psikologi masyarakat.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menyoroti ironi besar dari penamaan resmi tembok tersebut oleh rezim komunis Jerman Timur di masa lalu, yang menyebutnya sebagai “Benteng Perlindungan Anti-Fasis”, padahal faktanya tembok itu dibangun untuk mencegah rakyatnya sendiri melarikan diri mencari kehidupan yang lebih layak. Manipulasi bahasa dan hukum prosedural oleh penguasa semacam ini, menurut Prayogi, adalah gejala klasik ketika negara kehilangan substansi keadilannya.

Dalam perspektif kurikulum Sekolah Negarawan yang menjadikan pemikiran kenegaraan dan kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) sebagai pilar utamanya, negara tidak boleh menempatkan rakyat sebagai objek kepemilikan yang bisa dikurung atau dikendalikan seenaknya. Kedaulatan sejati berada di tangan rakyat dan nilai-nilai kemanusiaan universal; ketika negara berubah menjadi penjara bagi warganya, maka runtuhnya tembok kekuasaan tersebut hanyalah soal waktu.

Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, mencatat bagaimana pemerintah Kota Berlin saat ini mengelola East Side Gallery sebagai ruang publik terbuka yang bebas diakses secara gratis oleh warga dunia. Penataan kawasan sisa Tembok Berlin di sisi timur ini tidak hanya merawat ingatan sejarah, tetapi juga menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata edukatif tanpa menghilangkan kesakralan pesan sejarahnya.

Sementara itu, CEO Enygma, Erick Karya, membandingkan kontrasnya nasib wilayah-wilayah yang dulu pernah berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Jika di Berlin Timur sisa tembok ini menjadi monumen runtuhnya sistem yang tertutup, di Estonia—negara bekas Uni Soviet lainnya yang juga dikunjungi dalam rangkaian ekspedisi Sekolah Negarawan—kemerdekaan justru dirayakan dengan membangun sistem tata kelola pemerintahan berbasis IT paling maju dan paling makmur di dunia, sebuah semangat transformasi yang juga diusung oleh Enygma melalui backbone AI untuk Indonesia.

You Might Also Like

Demokrasi Prosedural Kosong: Pemilu Jalan, Kedaulatan Hilang
Firmware yang Diubah, Sistem yang Berubah: Menelusuri Gagasan Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Kerusakan Rumah Negara Cermin dari Rusaknya Moral Penguasa
PNS Pindah ke IKN Dapat Fasilitas, Pemerataan Harus Diperhatikan!

Rangkaian penelusuran sejarah di Jerman, Eropa Barat, Nordik (Finlandia), hingga Baltik (Estonia) ini menyempurnakan misi napak tilas intelektual Sekolah Negarawan di 12 negara, yang juga mencakup Turkiye, Timur Tengah, Persia (Iran), dan Asia Tenggara. Dari depan sisa Tembok Berlin di East Side Gallery, para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan membawa pulang pesan kuat yang terus didiseminasikan dari Medan hingga Ternate dan Tidore: bahwa masa depan Indonesia harus dibangun di atas keterbukaan, keadilan substantif, dan persatuan yang memerdekakan manusia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Beton Otoritarianisme Menjadi Kanvas Kebebasan: Catatan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di East Side Gallery Tembok Berlin
Next Article Ketika Jalur Kedaulatan Tidak Lagi Lurus: Mengurai Pergeseran Jalur Kedaulatan dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Konstruksi Bangunan Budaya Berubah: Saat Nilai Lama Bertemu Tantangan Zaman

September 2, 2026
Pemerintah

Pemerintahan Prabowo Satu Tahun, Partai X: Rakyat Masih Menunggu Bukti

October 21, 2025
Pemerintah

RUU Ekstradisi Rusia Disahkan, Partai X: Penjahat Lari, Rakyat Tetap Tersisih!

October 3, 2025
Gedung DPR Nepal dibakar, pemerintahan diguncang, dan Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri. Akar masalah muncul dari kebijaka
Pemerintah

Komisi I Sebut Kerusuhan Nepal Pelajaran, Partai X: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Pelajaran!

September 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.