beritax.id– Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penggunaan anggaran kembali mendapat sorotan publik setelah pengadaan yang dianggap tidak tepat sasaran. Setelah pengadaan puluhan ribu motor listrik yang harga per-unitnya hampir mencapai Rp50 juta, BGN dilaporkan menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan kaos kaki.
Kritik terhadap Penggunaan Anggaran BGN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh BGN seharusnya fokus pada penyediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, data yang beredar menunjukkan bahwa alokasi anggaran BGN tahun 2025 lebih banyak terserap untuk kendaraan dan kebutuhan penunjang lainnya.
Salah satu pos pengeluaran terbesar adalah untuk pembelian kendaraan dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun. Sebagian besar dari angka ini, sekitar Rp1,2 triliun, digunakan untuk pengadaan sepeda motor listrik. Motor listrik ini dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal. Dengan harga unit sekitar Rp49,95 juta untuk seri JVH Max dan Rp48,84 juta untuk seri JVH GT.
Anggaran yang Tidak Sejalan dengan Tujuan Program
Terkait dengan anggaran yang besar untuk kendaraan, banyak pihak yang mempertanyakan apakah alokasi dana tersebut sesuai dengan tujuan utama program MBG. Sebagai program yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, alokasi anggaran yang terfokus pada kendaraan justru menimbulkan keraguan.
Kepala BGN Dadan Hindayana membela pengadaan motor listrik ini dengan menyatakan bahwa pengadaan tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Ia juga menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut dimaksudkan untuk kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Namun, pembelian motor listrik untuk kebutuhan operasional ini menuai kritik luas dari publik yang menilai bahwa anggaran negara tidak digunakan secara bijaksana.
Penyalahgunaan Anggaran dan Tanggung Jawab Pemerintah
Anggota Majelis Tinggi Partai X dan Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara terdiri dari tiga hal penting: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Oleh karena itu, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah sesuai dengan kepentingan rakyat dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak jelas.
Penggunaan anggaran yang tidak tepat dapat menghambat pencapaian tujuan program dan berpotensi merugikan rakyat. Pengadaan barang dan jasa yang tidak relevan dengan program yang dijalankan dapat mengalihkan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Prinsip dan Solusi Partai X untuk Pengelolaan Anggaran yang Transparan
Prinsip Partai X:
- Transparansi Pengelolaan Anggaran: Setiap penggunaan anggaran harus diawasi dengan ketat dan disesuaikan dengan tujuan program yang jelas.
- Akurat dalam Alokasi Dana: Dana yang dikeluarkan harus mendukung kebutuhan rakyat dan tujuan utama program yang bersifat sosial dan ekonomi.
- Akuntabilitas dalam Pelaporan Keuangan: Semua penggunaan anggaran harus dipertanggungjawabkan secara jelas kepada publik.
Solusi Partai X:
- Pengawasan Ketat terhadap Penggunaan Anggaran: Perlu adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparan dalam penggunaan anggaran untuk memastikan bahwa dana yang dikeluarkan benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
- Reformasi dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana negara harus dilakukan dengan prosedur yang lebih efisien, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
- Fokus pada Program yang Berdampak Langsung pada Rakyat: Program yang dijalankan harus fokus pada kepentingan masyarakat. Hal ini terutama pada sektor yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung.
Kesimpulan
Pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran yang beredar di berbagai lembaga, termasuk BGN. Adapun untuk memastikan bahwa dana negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Pengelolaan anggaran yang tepat akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan mewujudkan program-program sosial yang lebih efektif.



