By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 7 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Demokrasi Politik, Sentralisme Ekonomi: Ketimpangan Sumber Daya Nasional
Pemerintah

Demokrasi Politik, Sentralisme Ekonomi: Ketimpangan Sumber Daya Nasional

Diajeng Maharini
Last updated: June 5, 2026 12:11 pm
By Diajeng Maharini
Share
6 Min Read
SHARE

beritax.id – Ketimpangan sumber daya nasional menjadi ironi di tengah berbagai klaim kemajuan Indonesia. Gedung pencakar langit terus menjulang di kota-kota besar. Jalan tol menghubungkan berbagai wilayah dengan lebih cepat. Teknologi digital masuk ke hampir seluruh aktivitas masyarakat. Pemerintah berbicara mengenai transformasi digital dan kecerdasan buatan. Visi Indonesia Emas terus digaungkan sebagai arah pembangunan nasional. Dari kejauhan, semua itu menunjukkan wajah negara yang modern. Namun modernitas tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik semata. Modernitas juga harus diukur melalui tingkat keadilan yang dirasakan rakyat. Pertanyaan mendasar pun muncul mengenai distribusi hasil pembangunan. Apakah kemajuan benar-benar dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Ataukah hanya dinikmati kelompok tertentu yang dekat dengan pusat kekuasaan.

Contents
Demokrasi dan Sentralisme EkonomiAkar Masalah dalam Cara Berpikir KekuasaanTanggapan Rinto SetiyawanSolusi Menuju Keadilan Sumber Daya Nasional

Sejarah menunjukkan teknologi bukan satu-satunya ukuran kemajuan bangsa. Bangsa menjadi modern ketika membangun sistem yang adil. Bangsa menjadi maju ketika kekayaan alam dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dan bangsa menjadi kuat ketika kekuasaan bekerja melayani masyarakat. Karena itu, persoalan keadilan distribusi sumber daya menjadi sangat penting. Persoalan tersebut menentukan kualitas pembangunan nasional secara keseluruhan.

Kritik Terhadap Distribusi Kekayaan Alam

Kritik yang pernah disampaikan Cak Nun kembali menjadi perhatian publik. Adapun kritik tersebut menyoroti ketimpangan pembagian hasil sumber daya alam. Menurutnya, daerah penghasil sering menerima manfaat yang sangat kecil. Sementara keuntungan terbesar mengalir ke pusat kekuasaan dan pelaku usaha. Pernyataan tersebut memang keras dan kontroversial. Namun kritik itu memunculkan pertanyaan yang layak dibahas. Mengapa daerah kaya sumber daya masih menghadapi berbagai keterbatasan. Lalu mengapa kemiskinan masih ditemukan di wilayah penghasil kekayaan alam. Mengapa pelayanan publik belum berkembang sebanding dengan potensi daerah.

Pertanyaan tersebut tidak hanya menyangkut persoalan anggaran. Pertanyaan tersebut menyentuh hubungan antara negara dan rakyat. Hubungan tersebut menentukan arah pembangunan yang dijalankan pemerintah. Jika daerah penghasil tetap tertinggal, maka evaluasi harus dilakukan. Evaluasi diperlukan terhadap kebijakan yang selama ini diterapkan.

Demokrasi dan Sentralisme Ekonomi

Indonesia dikenal sebagai negara demokrasi yang menjunjung kedaulatan rakyat. Pemilihan umum dilaksanakan secara berkala dan terbuka. Masyarakat memiliki hak menentukan pemimpin melalui mekanisme demokrasi. Namun pada saat yang sama muncul kritik mengenai sentralisme ekonomi. Kritik tersebut muncul ketika manfaat ekonomi terkonsentrasi di pusat. Sementara daerah penghasil menerima manfaat yang relatif terbatas.

Negara kesatuan memang memerlukan mekanisme distribusi nasional. Daerah yang memiliki kelebihan membantu daerah yang membutuhkan dukungan pembangunan. Prinsip tersebut penting dalam menjaga persatuan nasional. Namun distribusi harus dilakukan secara proporsional dan adil. Ketimpangan yang terlalu besar dapat memunculkan rasa ketidakadilan. Ketimpangan tersebut juga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

You Might Also Like

Mentan Target 33,8 Juta Ton Beras, Partai X: Target Naik, Tapi Petani Masih Tercekik Biaya Produksi!
Denda Faktur Pajak Tidak Lengkap: Sanksi dan Implementasinya di Coretax System
MK Sidangkan 11 Gugatan UU TNI, Partai X: Reformasi Militer Jangan Dipetieskan Lewat Formalitas!
Ketika Moral Tumbang, Etika Ditukar Jabatan Jadi Biasa

Di sinilah paradoks sering muncul dalam praktik pembangunan. Demokrasi berkembang dalam aspek. Namun sentralisasi masih terlihat dalam aspek ekonomi. Akibatnya, sebagian masyarakat merasa belum menikmati manfaat kekayaan daerahnya sendiri. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

Akar Masalah dalam Cara Berpikir Kekuasaan

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan angka dan anggaran. Persoalan ini juga berkaitan dengan cara berpikir dalam mengelola negara. Kekuasaan yang sehat selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Kekuasaan yang sehat menempatkan rakyat sebagai tujuan pembangunan. Sebaliknya, kekuasaan yang tidak sehat menjadikan rakyat sebagai objek kebijakan.

Negara modern harus dibangun di atas prinsip keadilan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan pengelolaan sumber daya. Pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan kemajuan fisik. Pembangunan juga harus menghadirkan kesejahteraan yang merata. Modernitas tanpa keadilan hanya melahirkan kemajuan yang bersifat kosmetik. Kemajuan semacam itu sulit menciptakan kesejahteraan berkelanjutan.

Tanggapan Rinto Setiyawan

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan kembali tiga tugas utama negara. Pertama, negara wajib melindungi rakyat dari berbagai bentuk ketidakadilan. Kedua, negara wajib melayani rakyat melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umum. Ketiga, negara wajib mengatur kehidupan bersama secara tertib dan berkeadilan.

Menurut Rinto Setiyawan, pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada tiga prinsip tersebut. Negara tidak boleh sekadar menjadi pengumpul hasil ekonomi nasional. Negara harus memastikan manfaat pembangunan kembali kepada rakyat. Terutama kepada masyarakat yang hidup di sekitar sumber kekayaan alam. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari kesejahteraan rakyat. Bukan semata-mata dari besarnya angka pertumbuhan ekonomi.

Solusi Menuju Keadilan Sumber Daya Nasional

Pemerintah perlu mengevaluasi formula pembagian hasil sumber daya alam. Evaluasi harus mempertimbangkan kebutuhan daerah penghasil secara proporsional. Transparansi pengelolaan pendapatan sumber daya juga harus diperkuat. Masyarakat berhak mengetahui aliran manfaat ekonomi dari kekayaan daerahnya.

Selain itu, investasi pendidikan dan kesehatan harus diprioritaskan di daerah penghasil. Infrastruktur dasar harus dibangun sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Industri pengolahan juga perlu dikembangkan di daerah sumber daya. Langkah tersebut dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan harus diperbesar. Pengawasan publik perlu diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan. Pemerintah pusat dan daerah harus membangun kemitraan yang setara. Tujuannya adalah menciptakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan negara tidak diukur dari banyaknya sumber daya yang diambil. Keberhasilan negara diukur dari besarnya kemakmuran yang dikembalikan kepada rakyat. Ketika keadilan menjadi dasar kebijakan, pembangunan akan menghasilkan kesejahteraan yang merata. Dengan demikian, demokrasi dapat berjalan seiring dengan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketimpangan sumber daya nasional Ketika Kekayaan Daerah Tidak Kembali ke Daerah: Ketimpangan Sumber Daya Nasional
Next Article Siapa Pemilik Sebenarnya Sumber Daya Alam Indonesia?: Ketimpangan Sumber Daya Nasional

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Siapa Pemilik Sebenarnya Sumber Daya Alam Indonesia?: Ketimpangan Sumber Daya Nasional

June 5, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Demokrasi tanpa arah
Pemerintah

Ketika Kebijakan Berubah-ubah, Demokrasi Tanpa Arah Terbaca

May 7, 2026
Meski memiliki lahan pertanian terluas dan menjadi penghasil padi serta garam terbesar nasional, Indramayu tetap termiskin di Jawa Barat.
Ekonomi

Indramayu Termiskin Meski Penghasil Pangan Terbesar, Partai X: Ini Bukti Negara Tak Adil pada Petani!

July 22, 2025
Seputar Pajak

Hilangkan Hak Mengajukan Bantahan, Majelis Hakim Pengadilan Pajak Ali Hakim, Junaidi Eko Widodo dan Murni Djunita Manalu Paksakan Sidang Perdana

May 28, 2026
Pemerintah

Tata Negara Salah, Indonesia Kena Penyakit Autoimun?

June 22, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.