By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 27 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Demokrasi Dibajak: Ketika Uang Menentukan Pemimpin Kita
Pemerintah

Demokrasi Dibajak: Ketika Uang Menentukan Pemimpin Kita

Diajeng Maharani
Last updated: February 26, 2026 1:15 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Demokrasi dibajak uang, sebuah kenyataan pahit yang semakin nyata dalam proses pemilihan umum di Indonesia. Pemilu yang seharusnya menjadi sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpin berdasarkan visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan rakyat, kini lebih sering dikuasai oleh segelintir pejabat dengan kekuatan finansial yang besar. Uang bukan hanya menjadi alat untuk mendukung kampanye, tetapi juga untuk membeli loyalitas dan memanipulasi hasil pemilu. Hal ini merusak esensi demokrasi yang didasarkan pada suara rakyat.

Uang Menentukan Kemenangan, Bukan Kualitas Pemimpin

Dalam sistem demokrasi yang ideal, pemilihan pemimpin seharusnya berfokus pada kualitas individu, rekam jejak, dan visi kepemimpinan. Namun, saat ini, para calon pemimpin lebih sering ditanya tentang seberapa banyak uang yang mereka miliki untuk membiayai kampanye mereka. Bahkan, dalam banyak kasus, yang mempengaruhi hasil pemilu bukanlah keberhasilan mereka dalam meyakinkan rakyat. Melainkan seberapa besar dana yang bisa mereka kumpulkan dari para pemodal besar.

Pemodal besar ini, yang sering kali memiliki kepentingan pribadi, memberikan dana besar kepada partai dan calon legislatif. Uang ini digunakan untuk membeli media, mendukung kampanye, dan memanipulasi opini publik. Dengan uang, mereka mengendalikan proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak rakyat untuk memilih pemimpin mereka.

Ketidakadilan dalam Pembiayaan Kampanye

Pembangunan demokrasi yang sehat harus memberikan kesempatan yang adil bagi semua pihak. Namun, dengan tingginya biaya yang diperlukan dalam kampanye, hanya calon dengan dana besar yang dapat bertahan. Partai-partai menjadi bergantung pada sumbangan dari segelintir orang yang memiliki kekayaan besar. Sementara calon yang memiliki kapasitas tetapi tidak memiliki dana besar sering kali terpinggirkan.

Kondisi ini menciptakan ketidaksetaraan yang jelas dalam proses pemilu. Mereka yang tidak memiliki sumber daya untuk membiayai kampanye mereka harus menerima kenyataan bahwa suara mereka hampir tidak berarti. Sebaliknya, yang memiliki kekuatan finansial mampu memenangkan kursi tanpa harus menjalani proses seleksi yang fair.

Manipulasi Opini Publik Melalui Media

Media, yang seharusnya berfungsi sebagai saluran informasi yang objektif, sering kali menjadi alat bagi para pejabat dan oligarki untuk memperkuat posisi mereka. Dengan kontrol yang besar terhadap media, mereka memanipulasi opini publik, mendistorsi kenyataan, dan mengarahkan publik untuk memilih calon yang sesuai dengan kepentingan mereka. Hal ini semakin memperburuk ketidakadilan dalam sistem pemilu kita. Di mana informasi yang diterima rakyat sering kali sudah dipengaruhi oleh kekuasaan uang.

You Might Also Like

DPR Ajak Mahasiswa Papua Suarakan Aspirasi Digital, Partai X: Rakyat Harus Didengar!
Semua Dipajaki, Kerja Keras Rakyat Tak Pernah Dihargai oleh Sistem Pajak Ini!
Negeri Kaya Alam, Miskin Keadilan Dan Itu Tidak Kebetulan
Menkeu Purbaya Bicara IHSG 36.000, Partai X: Rakyat Tak Bisa Makan Grafik!

Solusi dari Prinsip Partai X

Berdasarkan prinsip-prinsip yang diusung oleh Partai X, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan demokrasi yang sehat dan mengurangi pengaruh uang dalam pemilu adalah:

  1. Pengaturan Pembiayaan Kampanye yang Transparan
    Partai X mengusulkan agar pembiayaan kampanye harus dibatasi dan dilaksanakan secara transparan, memastikan tidak ada calon yang bisa membeli kursi kekuasaan.
  2. Reformasi Sistem Pemilu untuk Mengurangi Manipulasi
    Dengan memperbaiki sistem pemilu, termasuk memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat dan penghitungan suara yang transparan, kita bisa mengurangi potensi manipulasi.
  3. Pendidikan Politik yang Lebih Baik
    Rakyat harus diberi pemahaman yang lebih baik mengenai proses demokrasi dan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kualitas dan integritas, bukan kekuatan finansial.
  4. Pengawasan Ketat terhadap Media
    Pemerintah harus memastikan bahwa media tetap independen dan tidak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok pemodal yang memiliki kepentingan pribadi. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang objektif.
  5. Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Pemilu
    Menindak tegas segala bentuk pelanggaran dalam proses pemilu, baik itu terkait pembelian suara atau manipulasi dalam kampanye.

Kesimpulan

Demokrasi dibajak uang telah mengancam integritas sistem pemilu Indonesia. Dengan pengaruh uang yang besar dalam pemerintahan, suara rakyat semakin terpinggirkan. Reformasi dalam pembiayaan kampanye, pengawasan media, dan penegakan hukum yang lebih ketat sangat dibutuhkan untuk mengembalikan demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi yang sejati harus memastikan bahwa yang memimpin adalah mereka yang memiliki kemampuan dan visi untuk kemajuan rakyat. Adapun bukan mereka yang memiliki uang untuk membeli kemenangan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Segelintir Oligarki Kendalikan Pemilu Ketika Segelintir Oligarki Kendalikan Pemilu
Next Article Pemerintahan Merugikan Rakyat: Dampak Kebijakan Ekonomi yang Tak Pro-Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Demokrasi Dibajak Uang: Mengapa Uang Lebih Berkuasa Dari Suara Rakyat?

February 26, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Teknologi

Masa Depan Kemajuan Teknologi: Etika yang Membimbing Inovasi Menuju Kebaikan

December 15, 2025
Pemerintah

Puan Bantah Ada Kenaikan Gaji Anggota DPR, Partai X: Jangan Dibantah, Coba Cek Isi Dompetnya!

August 18, 2025
Pendidikan

Wajib Belajar 13 Tahun, Partai X: Pendidikan Gratis dan Gizi Layak Kuncinya!

October 15, 2025
Pemerintah

UU TNI Disidang Lagi, Partai X: Jangan Cuma Disidang, Tapi Harus Dikembalikan ke Jalur Konstitusi!

June 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.