By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 3 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Dari Analisis ke Alibi: “Wicked Problem” dan Penyangkalan Kerusakan Negara
Pemerintah

Dari Analisis ke Alibi: “Wicked Problem” dan Penyangkalan Kerusakan Negara

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 10:32 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Istilah wicked problem telah menjadi kata kunci dalam diskursus publik, sering digunakan untuk menggambarkan berbagai persoalan bangsa yang dipandang terlalu kompleks dan nyaris mustahil diselesaikan. Isu-isu seperti korupsi, kemiskinan, ketimpangan sosial, birokrasi yang stagnan, hingga ketidakadilan dalam sistem hukum dan pendidikan, kerap disematkan label ini. Namun, di balik penggunaan istilah tersebut, adakah kita hanya berhadapan dengan masalah yang benar-benar tak terselesaikan, atau justru sebuah ketidakmampuan negara dalam menjalankan fungsinya secara efektif?

Wicked Problem: Dari Alat Analisis ke Alibi Intelektual

Istilah wicked problem pertama kali digunakan dalam perencanaan kebijakan untuk menggambarkan masalah yang terlalu kompleks untuk dipecahkan dengan pendekatan teknis sederhana. Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk analisis yang sah dalam konteks akademik. Namun, belakangan ini, penggunaan istilah tersebut semakin meluas dan seringkali digunakan secara malas dan retoris, seolah-olah kompleksitas menjadi alasan sah untuk berhenti berpikir lebih jauh. Sering kali, yang sesungguhnya terjadi bukanlah masalah yang terlalu rumit, melainkan desain negara yang salah sejak awal.

Dalam banyak kasus, istilah wicked problem berubah fungsi menjadi penyangkalan kegagalan negara. Alih-alih mencari akar penyebab masalah, diskursus publik diarahkan pada “bagaimana kita hidup berdampingan dengan masalah yang tak bisa diselesaikan.” Negara tetap berjalan, birokrasi tetap berfungsi, sementara kegagalan terus dianggap sebagai bagian dari takdir struktural yang tak bisa diubah.

Penyebab Utama: Negara yang Salah Desain

Dalam logika Sekolah Negarawan, persoalan publik harus dipahami dengan mendalami desain negara, struktur ketatanegaraan, dan pembagian kewenangan. Negara yang dibangun dengan filosofi yang salah atau dengan struktur yang tidak jelas akan terus memproduksi masalah yang terlihat mustahil diatasi. Sebagai contoh, ketidakadilan dalam pajak, kebijakan yang tidak efektif, serta hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas, bukanlah wicked problems. Itu adalah masalah desain kekuasaan.

Masalah besar yang muncul bukan karena sistemnya terlalu kompleks, tetapi karena sistem itu memang didesain untuk gagal. Ketika sistem tidak memberikan ruang untuk akuntabilitas, transparansi, dan keadilan, masalah yang timbul bukan hanya menjadi masalah teknis, melainkan masalah fundamental dalam struktur kekuasaan negara itu sendiri.

Koreksi yang Diperlukan: Mengubah Desain Negara

Dalam menghadapi wicked problem, seharusnya kita tidak terjebak dalam alibi kompleksitas. Sebaliknya, kita harus berani melakukan koreksi terhadap desain dasar negara. Negara yang sehat tidak menutup mata terhadap masalah struktural yang ada. Negara yang benar-benar peduli pada kesejahteraan rakyat harus berani mengubah relasi antara negara, pemerintah, dan rakyat. Mengatasi masalah tidak bisa dilakukan hanya dengan kebijakan sementara yang terkesan canggih namun tidak menyentuh akar masalah.

You Might Also Like

BNPT Libatkan Masyarakat Cegah Radikalisme, Partai X: Negara Minta Rakyat Jaga, Tapi Aparat Diam Saat Bahaya!
Pemerintah Gagal Melayani Jika Sekolah Rakyat Tetap Tertinggal
DPR Temui Kapolda Sumbar, Partai X: Penyelewengan BBM, Rakyat yang Terhimpit!
PPATK Kirim Hasil Analisis, Partai X: Aliran Dana Pejabat Rakyat Tetap Terhimpit!

Solusi sejati hanya bisa ditemukan ketika struktur kekuasaan diperjelas dan dibatasi dengan tegas. Negara harus mendesain ulang sistem ketatanegaraan untuk memastikan adanya transparansi, akuntabilitas, dan keadilan yang hakiki. Tidak ada yang “mustahil” jika desain negara mendukung tercapainya tujuan-tujuan tersebut.

Kesimpulan:

Menggunakan istilah wicked problem tanpa menyentuh akar masalah struktural hanyalah cara untuk menutupi kegagalan negara. Ketika negara terus-menerus menghasilkan masalah yang dianggap tak terselesaikan, pertanyaan yang harus diajukan bukanlah “seberapa rumit masalah ini?”, tetapi “seberapa salah negara ini dibangun?”. Negara yang terus memperbaiki desainnya akan mampu mengatasi tantangan yang dihadapinya. Sementara yang tidak berani berubah akan terus menghadapi wicked problems sebagai alibi bagi ketidakmampuannya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Analisis kebijakan global menunjukkan bahwa keputusan ekonomi internasional sering kali tidak menguntungkan negara berkembang. Keputusan Membongkar Analisis Kebijakan Global: Apa yang Terjadi di Balik Keputusan Ekonomi Internasional?
Next Article Wali Kota Korupsi, Skor Integritas Tidak Cerminkan Kinerja Nyata!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Rp1,8 Triliun Habis Padat Karya, Partai X: Rakyat Kerja, Pejabat Kenyang!

October 3, 2025
Seputar Pajak

Fenomena Prematuritas Jabatan dan Penyimpangan Prosedural dalam Pencalonan Hakim Agung Pajak: Sebuah Sorotan Kritis

August 18, 2025
Seputar Pajak

Sri Mulyani Salah Besar Memahami Empat Sifat Nabi Muhammad SAW

August 15, 2025
Pemerintah

Ketika Data Pribadi Dipakai untuk Membungkam, Bukan Melindungi

December 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.