By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 24 April 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Buya Yahya dan Cak Nun: Dari Kursi Presiden ke Realitas Rakyat
Pemerintah

Buya Yahya dan Cak Nun: Dari Kursi Presiden ke Realitas Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: March 10, 2026 8:22 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Adv. Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media, Buya Yahya menyampaikan bahwa tugas seorang presiden sangat berat sehingga masyarakat sebaiknya mendoakan agar ia mampu menjalankan amanahnya dengan baik. Pesan tersebut mengandung ajakan moral penting: kepemimpinan membutuhkan doa dan dukungan masyarakat.

Contents
Negara sebagai Rumah, Rakyat sebagai PemilikPresiden Dilindungi Banyak Pihak, Rakyat SendirianSolusi: Memperkuat Perlindungan RakyatKesimpulan

Namun, di tengah realitas kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: apakah benar yang paling berat dalam sistem negara saat ini adalah menjadi presiden, atau justru menjadi rakyat?

Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) memberikan perspektif berbeda dan menggugah. Beliau pernah berkata:
“Saya mohon izin, karena di negara ini Anda tidak dilindungi siapa-siapa. Pemerintah banyak mengancam penduduknya. Maka bangsa Indonesia tangguh karena cari duit sendiri, berlindung sendiri. Mereka sangat luar biasa.”

Pernyataan ini terasa keras, tetapi menyentuh pengalaman nyata banyak rakyat yang merasa sendirian di negaranya sendiri.

Negara sebagai Rumah, Rakyat sebagai Pemilik

Analoginya sederhana: negara seperti rumah tangga. Dalam rumah yang sehat:

  • Rakyat adalah pemilik rumah.
  • MPR adalah kepala negara, mandataris rakyat.
  • Presiden adalah kepala pemerintahan yang mengurus pekerjaan sehari-hari.
  • UUD adalah aturan hidup bersama.
  • Wilayah negara adalah rumah tempat semua hidup.
  • TNI dan Polri adalah penjaga rumah.

Masalah muncul ketika batas antara negara dan pemerintah kabur. Pemerintah seharusnya alat pengurus, bukan identitas negara.

You Might Also Like

Lahan Sawah Terlindungi, Namun Tantangan Implementasi Masih Besar
Stabilitas Tanpa Keadilan: Ketidaksetaraan yang Makin Memperburuk Ketimpangan Sosial
Pemimpin Lupa Batas: Antara Wewenang dan Kesewenang-wenangan
Prabowo Batal Diskon Listrik 50 Persen, Partai X: Janji Diputar Ulang, Beban Tetap Dicolokkan ke Rakyat!

Perceraian Konstitusional dan Dampaknya

Setelah amandemen UUD 1945, Pasal 1 ayat (2) berubah:

  • Sebelum: “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.”
  • Sesudah: “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD.”

Perubahan sederhana ini memiliki konsekuensi besar: rakyat tetap pemilik kedaulatan, tetapi kehilangan mekanisme langsung untuk menjalankannya. Dalam analogi rumah, terjadi “perceraian konstitusional”: rumah tetap ada, tetapi perlindungan keluarga menjadi kabur.

Presiden Dilindungi Banyak Pihak, Rakyat Sendirian

Presiden mendapat dukungan dari berbagai lembaga: MPR, DPR, partai politik, TNI/Polri, cendekiawan, rohaniawan, media, dan pemilik modal. Kritik terhadap pemerintah sering dihadapi berbagai lapisan pertahanan kekuasaan.

Sebaliknya, rakyat menghadapi kebijakan negara dan keputusan pemerintah tanpa pelindung struktural jelas. Ketika harga naik, lapangan kerja sempit, atau kebijakan tidak berpihak, rakyat menanggung sendiri dampaknya.

Solusi: Memperkuat Perlindungan Rakyat

Untuk menyeimbangkan relasi antara rakyat dan negara, beberapa langkah dapat ditempuh:

  1. Mekanisme pengawasan dan advokasi rakyat
    • Membuka ruang pengawasan publik yang efektif, agar masyarakat dapat memantau kebijakan pemerintah.
    • Memperkuat lembaga independen untuk menerima keluhan rakyat dan menindak kebijakan yang merugikan.
  2. Penguatan lembaga representatif rakyat
    • MPR dan DPR harus memiliki peran aktif dalam memastikan kebijakan berpihak kepada rakyat, bukan hanya partai atau pemerintah.
  3. Transparansi kebijakan publik
    • Informasi mengenai kebijakan pemerintah harus mudah diakses, sehingga rakyat bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi dan sosial.
  4. Peningkatan perlindungan sosial dan ekonomi
    • Program kesejahteraan, jaring pengaman sosial, dan akses pelayanan dasar harus diperkuat agar rakyat tidak bergantung hanya pada ketangguhan pribadi.
  5. Pendidikan konstitusi dan kesadaran Pancasila
    • Rakyat perlu memahami hak dan kewajiban mereka, serta cara menuntut perlindungan negara. Kesadaran ini memperkuat posisi rakyat sebagai pemilik rumah (negara).

Kesimpulan

Doa untuk pemimpin memang penting, tetapi realitas menunjukkan bahwa menjadi rakyat di negara yang tidak memberi perlindungan struktural sering lebih berat daripada menjadi presiden.

Negara yang sehat tidak membuat rakyat merasa sendirian. Negara yang sehat memastikan pemilik rumah tidak hidup sebagai tamu di rumahnya sendiri. Dengan memperkuat mekanisme pengawasan, perlindungan sosial, transparansi, dan kesadaran konstitusional, Indonesia dapat membangun struktur negara di mana rakyat benar-benar terlindungi, dan beban hidup tidak sepenuhnya ditanggung oleh ketangguhan individu.

Hanya dengan itu, tugas berat bukan lagi hanya milik presiden, tetapi tanggung jawab bersama seluruh sistem negara untuk melindungi rakyat sebagai pemilik rumah yang sah.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Konstitusi yang Salah Mesin: Dari Hukum Dasar ke Kekacauan Negara 
Next Article Konstitusi yang Terkorupsi: Pengkhianatan Terstruktur oleh Penguasa yang Menghancurkan Demokrasi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Zulhas Keliru, Negara Ini Milik Rakyat, Bukan Pemerintah

April 24, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Dampak Perubahan Tanpa Tujuan: Ketidakmampuan Negara Menanggulangi Krisis Sosial

March 13, 2026
PDIP Baru Kawal Putusan Sekolah Gratis, Partai X: Kalau Tak Diputuskan MK, Mungkin Masih Diam di Kursi!
Pendidikan

PDIP Baru Kawal Putusan Sekolah Gratis, Partai X: Kalau Tak Diputuskan MK, Mungkin Masih Diam di Kursi!

July 2, 2025
Fokus pertama adalah pengamanan pasar dalam negeri, kedua perluasan ekspor, dan ketiga pemberdayaan UMKM lewat program UMKM
Ekonomi

Perluasan Ekspor 2026 Dikebut, Partai X: Pasar Global Dikejar, Dompet Rakyat Kosong Tak Dipedulikan!

July 15, 2025
Dari Praktik Uang ke Korupsi: Hancurkan Demokrasi Secara Perlahan
Pemerintah

Dari Praktik Uang ke Korupsi: Hancurkan Demokrasi Secara Perlahan

February 24, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.