By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 30 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Bangsa Kehilangan Rasa: Hilangnya Sensitivitas terhadap Ketimpangan
Pemerintah

Bangsa Kehilangan Rasa: Hilangnya Sensitivitas terhadap Ketimpangan

Diajeng Maharini
Last updated: April 14, 2026 1:46 pm
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
Bangsa Kehilangan Rasa: Hilangnya Sensitivitas terhadap Ketimpangan
SHARE

beritax.id– Bangsa ini masih hidup, namun di banyak ruang kehidupan rakyat, hukum bekerja tanpa memberikan keadilan. Negara ini terus berfungsi, namun semakin terasa jauh dari nurani rakyat. Fenomena ini adalah tanda bahaya yang menunjukkan bahwa bangsa, meski sah secara prosedural, telah kehilangan rasa terhadap ketidakadilan dan penderitaan rakyat. Ketika konstitusi dipatuhi namun tidak terasa, dan kebijakan disahkan tetapi melukai nurani, kita berhadapan dengan sebuah bangsa yang kehilangan rasa.

Krisis Kepekaan Negara terhadap Penderitaan Rakyat

Bangsa yang kehilangan rasa adalah negara yang tidak lagi peka terhadap penderitaan rakyatnya. Rakyat yang hidup dalam ketimpangan sering kali tidak dipedulikan. Keputusan yang diambil sah secara hukum, namun sering kali tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Ketimpangan semakin lebar, dan suara rakyat yang menderita bukan hanya diabaikan, tetapi diangap sebagai gangguan. Dalam situasi seperti ini, konstitusi, yang seharusnya menjadi pedoman moral, sering kali berubah hanya menjadi alat untuk membenarkan kekuasaan yang tak tersentuh.

Gejala “mati rasa” ini semakin jelas terlihat ketika kritik dari rakyat dianggap sebagai ancaman, bukan sebagai alat perbaikan. Negara yang tidak lagi mendengar rakyatnya akan terus melukai dirinya sendiri tanpa menyadari dampaknya. Hukum dipaksa bekerja keras untuk menegakkan prosedur yang kering dan tanpa empati, sementara keadilan yang sebenarnya sulit dijangkau .

Kebudayaan: Saraf yang Menghubungkan Negara dengan Rakyat

Kebudayaan adalah sistem saraf bangsa yang menjadi penghubung antara hukum, keadilan, dan rasa. Ketika negara kehilangan kebudayaan, ia kehilangan kemampuan untuk merasakan dan memahami penderitaan rakyat. Dalam kebudayaan Nusantara, kepemimpinan tidak pernah dipahami sebagai hak mutlak, tetapi sebagai amanah untuk menjaga keseimbangan dan melindungi yang lemah. Pemimpin yang kehilangan rasa akan segera kehilangan legitimasi moral, meskipun masih memegang kekuasaan secara formal .

Solusi: Memulihkan Rasa Melalui Amandemen Konstitusi

Amandemen Kelima UUD 1945 dapat menjadi solusi untuk memulihkan kepekaan negara. Amandemen ini bukan hanya soal perubahan struktur, tetapi tentang menghidupkan kembali sistem saraf negara, agar negara kembali peka terhadap ketidakadilan dan penderitaan rakyat. Struktur ketatanegaraan perlu diubah agar kedaulatan rakyat benar-benar terasa, bukan hanya sebagai frasa konstitusional. Dengan pemulihan ini, negara tidak hanya akan bergerak, tetapi juga merasa, dengan hati yang dipandu oleh kebudayaan dan rasa kemanusiaan .

Kesimpulan: Menghidupkan Rasa untuk Masa Depan Bangsa

Jika negara ingin tetap maju sebagai peradaban, ia harus menghidupkan kembali rasa keadilan dan kepekaan terhadap rakyat. Tanpa kebudayaan yang menghubungkan kekuasaan dengan keadilan, negara akan tetap berjalan, namun tanpa arah dan jiwa. Sebuah bangsa yang kehilangan rasa adalah bangsa yang sedang menuju kehancuran. Dengan memulihkan rasa melalui Amandemen Kelima, kita dapat memastikan bahwa negara ini tetap hidup, tidak hanya sebagai sistem, tetapi sebagai peradaban yang penuh empati dan tanggung jawab .

You Might Also Like

Komisi VI Bicara Impor Pertamina, Partai X: Monopoli Hilang, Rakyat Tetap Tertindas!
Menteri Pertanian  Amran Sebut Pengkritik MBG, Ingatkan untuk Meringankan Hidup Rakyat!
Mensos Sebut Pihak Penting untuk Pemulihan Ekonomi Sumatra Pasca-Bencana, Kepentingan Rakyat Utama!
Pemimpin Lupa Batas: Ketika Kekuasaan Tak Lagi Punya Batas Moral
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article keadilan substantif negara Ketika Hukum Tak Cukup, Keadilan Substantif Negara Menjadi Jawaban
Next Article Dari Formalitas Menuju Keadilan Substantif Negara

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Guru Tewas di Tangan OPM, Partai X Desak Langkah Tegas Tanpa Kompromi!

March 25, 2025
Pemerintah

PAN Pecat Eko Patrio dan Uya Kuya, Partai X: Rakyat Tunggu DPR yang Benar!

September 2, 2025
Pemerintah

Inilah Kesalahan Besar Negara Selama Ini dan Rakyat yang Menanggungnya

November 25, 2025
Pemerintah

Krisis Kebudayaan Bangsa: Saat Identitas Nasional Mulai Memudar

April 20, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.