By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 22 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Agenda Isu Global: Memaksakan Solusi pada Masalah yang Tidak Pernah Ada
Pemerintah

Agenda Isu Global: Memaksakan Solusi pada Masalah yang Tidak Pernah Ada

Diajeng Maharani
Last updated: January 21, 2026 2:30 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Isu global kini sering kali dibentuk oleh kelompok internasional untuk menetapkan agenda isu global yang kemudian dijadikan acuan kebijakan besar di seluruh dunia. Forum‑forum seperti World Economic Forum (WEF) mencerminkan bagaimana solusi global sering dipromosikan sebagai jawaban atas “masalah global” tertentu  meski belum tentu mencerminkan kebutuhan dan konteks nyata sebagian besar negara. Peningkatan fokus pada konflik geoekonomi, teknologi dan perubahan iklim kini menjadi sorotan utama di forum internasional seperti Davos 2026, namun kritik muncul karena solusi yang didorong justru kadang terasa dipaksakan ke seluruh dunia tanpa memperhatikan perbedaan kondisi nasional dan lokal.

Bagaimana Agenda Global Direkayasa

Agenda global sering dirancang oleh organisasi internasional, lembaga donor, dan korporasi besar yang memiliki pengaruh kuat atas narasi global. Tujuan yang tampaknya ideal seperti stabilitas ekonomi dan penanganan risiko global sering dibungkus dalam kerangka kerja yang sama untuk semua negara. Tanpa melihat perbedaan kebutuhan, kapasitas, dan tantangan lokal. Misalnya, pendekatan atas isu ekonomi global di Davos 2026 ditekankan melalui diskusi risiko seperti konflik ekonomi antarnegara besar. Padahal banyak negara berkembang menghadapi persoalan lain yang jauh lebih mendesak.

Konsep “agenda global” sendiri meliputi beragam isu lintas batas negara dari perubahan iklim, teknologi, hingga kebijakan ekonomi yang secara teoritis memang memerlukan kerja sama internasional. Tetapi sering pula dikritik sebagai standar yang dipaksakan kepada negara berdaulat tanpa legitimasi demokrasi domestik yang kuat. 

Dampak pada Kedaulatan dan Kebijakan Nasional

Menyusun kebijakan sesuai agenda global tanpa mempertimbangkan konteks nasional berpotensi menimbulkan beberapa masalah:

  • Kebijakan “one‑size‑fits‑all” yang tidak tepat bagi kondisi lokal, terutama di negara berkembang.
  • Ketergantungan pada standar internasional, yang bisa mengurangi ruang tata kelola nasional untuk prioritas domestik.
  • Resistensi publik terhadap agenda yang dianggap asing atau dipaksakan daripada didiskusikan melalui proses demokratis domestik.
  • Tekanan lembaga global atau negara kuat yang dapat mempengaruhi arah kebijakan dalam negeri. 

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Harus Menjaga Kepentingan Rakyatnya

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa setiap negara memiliki kewajiban utama kepada rakyatnya ketika menghadapi agenda global.

“Negara memiliki tiga tugas pokok: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Ketika agenda global dipaksakan tanpa mempertimbangkan konteks nasional. Rakyat dapat menjadi korban dari solusi yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegas Rinto.

You Might Also Like

Ketua KPK Kaji Rangkap Jabatan, Partai X: Kalau Serius Berantas Korupsi, Jangan Nikmati Dua Kursi!
BGN dan APIMSA Sepakati UMKM, Partai X: MBG-Preneur atau Proyek Pejabat?
Kolegium Kemenkes Berbahaya, Partai X: Jangan Biarkan Pasien Jadi Korban!
Bukan Rakyat, PDIP yang Harus Bertanggung Jawab Atas Ijazah Jokowi?

Ia menekankan bahwa setiap kebijakan global yang akan diadaptasi harus melalui pertimbangan matang dan keterlibatan publik, bukan hanya otomatis diadopsi karena tekanan internasional.

Solusi: Menyeimbangkan Agenda Global dan Prioritas Nasional

Untuk memastikan bahwa agenda global tidak justru mengabaikan kepentingan rakyat, beberapa langkah strategis perlu diambil:

1. Penilaian Dampak Nasional yang Independen

setiap isu global yang direncanakan harus diuji dampaknya secara independen terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya nasional—agar solusi yang diambil benar-benar relevan.

2. Dialog Publik yang Inklusif

Masyarakat sipil, akademisi, tenaga kerja, dan sektor swasta harus terlibat dalam diskusi kebijakan global sehingga suara rakyat terdengar sebelum komitmen internasional dibuat.

3. Diplomasi yang Berbasis Kepentingan Rakyat

Diplomasi internasional harus menempatkan prioritas rakyat sebagai titik fokus. Adapun bukan sekadar menyesuaikan diri dengan tekanan dari negara kuat atau korporasi global.

4. Kebijakan Adaptif terhadap Konteks Lokal

Setiap standar atau rekomendasi global perlu disesuaikan dengan kondisi lokal dan didukung oleh mekanisme monitoring yang terbuka serta akuntabel.

5. Penguatan Tata Kelola Nasional

Negara perlu memperkuat kapasitas lembaga domestik untuk mengevaluasi dan mengatur adopsi agenda global agar tidak menghambat pembangunan dan kedaulatan nasional.

Agenda isu global yang disusun tanpa memperhatikan konteks lokal berisiko memaksakan solusi yang tidak relevan bahkan bertentanga dengan kebutuhan rakyat di tanah air. Seperti diingatkan oleh Rinto Setiyawan, negara harus kembali pada mandat dasarnya: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang kontekstual, adil, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kepatuhan Administratif Semu dan Krisis Integritas Birokrasi
Next Article Mentan Temukan 1.000 Ton Beras Ilegal, Penegakan Hukum Harus Kuat!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Mahfud MD soal Korupsi Haji, KPK Harus Tegakkan Keadilan!
Pemerintah

Mahfud MD soal Korupsi Haji, KPK Harus Tegakkan Keadilan!

January 15, 2026
Pemerintah

BNPT Sebut Kearifan Lokal Benteng Radikal, Partai X: Fokus Perlindungan Rakyat, Bukan Simbolis!

August 13, 2025
Pemerintah

DIM RUU KUHAP Diterima DPR, Partai X: Jangan Cuma Terima Daftar, Tapi Pastikan Isi Pro Rakyat!

June 19, 2025
Pemerintah

27 MoU Rp33 Triliun Ditandatangani, Partai X: Seremonial Mewah, Tapi Apa Dampaknya ke Rakyat?

June 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.