Jakarta, 22 Oktober 2026 — Tiga siswa kelas V SD Unggulan Permata Jingga, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tengah berkompetisi di tingkat nasional dalam ajang Juara Kelas Indonesia 2026. Ketiganya adalah Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi, yang sebelumnya meraih juara pertama pada kompetisi tingkat regional Jawa Timur.
Keikutsertaan ketiganya di tingkat nasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan potensi yang telah diasah melalui proses pembelajaran di sekolah. Mereka berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam kompetisi yang menguji kemampuan akademik sekaligus keterampilan berpikir dan bekerja sama.
Dalam kompetisi tersebut, ketiga siswa ditantang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menjaga ketenangan, dan membangun kerja sama tim. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi perkembangan akademik maupun pembentukan karakter mereka.

Mengembangkan Literasi, Numerasi, dan Karakter
Juara Kelas Indonesia 2026 merupakan ajang kompetisi nasional bagi siswa kelas V sekolah dasar yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kompetisi ini mengangkat tiga aspek utama, yakni literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Materi disajikan melalui permainan dan tantangan interaktif dengan sistem eliminasi pada setiap tahap kompetisi.
Selain menguji kemampuan akademik, ajang ini dirancang untuk mendorong peserta mengembangkan keterampilan bekerja sama, berpikir kritis, membangun kepercayaan diri, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi, kompetisi nasional ini bukan semata-mata tentang meraih kemenangan. Pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk belajar menghadapi tantangan, menghargai peserta lain, dan memahami pentingnya proses dalam mencapai suatu tujuan.

Sejalan dengan Penguatan Mutu Pendidikan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan bahwa kompetisi edukatif seperti Juara Kelas Indonesia dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. “Lomba semacam ini adalah salah satu kegiatan yang bisa berkontribusi terhadap pemenuhan tujuan daripada peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Air. Kegiatan ini memadukan aspek edukatif, kompetitif, dan rekreatif yang sangat cocok dengan semangat pembelajaran mendalam,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan yang mendukung pengembangan kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Pengembangan potensi peserta didik membutuhkan ruang yang dapat mendorong kemampuan akademik sekaligus membangun karakter. Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai capaian akademik, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar bekerja sama, berpikir kritis, memiliki kepercayaan diri, serta menghargai proses,” ungkap Gogot Suharwoto.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang berakhlak, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Pendampingan dan Dukungan untuk Generasi Berprestasi
Keikutsertaan SD Unggulan Permata Jingga dalam kompetisi nasional ini tidak terlepas dari persiapan para siswa dan pendampingan tim guru, yaitu Sakina Tunnisa, S.Pd., Nikmatul Jannah, S.Pd.Gr., Dr. Jamal Abdul Nasir, M.M., dan Dra. Tutik Maharini, S.Psi.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kompetisi sekaligus menjaga semangat belajar. Dukungan guru dan lingkungan sekolah diharapkan membantu peserta didik menjalani pengalaman ini dengan percaya diri, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pihak sekolah bersama seluruh warga SD Unggulan Permata Jingga dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengharapkan doa serta dukungan masyarakat, khususnya di Malang Raya dan Jawa Timur, bagi perjuangan Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi di tingkat nasional.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah semangat ketiganya untuk memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur.

Prestasi sebagai Awal Perjalanan
Prestasi yang diraih di tingkat regional dan kesempatan berkompetisi di tingkat nasional merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan anak-anak. Setiap pengalaman memberikan ruang untuk belajar, mengevaluasi diri, memperkuat karakter, dan mengembangkan kemampuan.
Bagi Asma Khairunnisa, Yahya Al-Fatih, dan Moosa Askari Supriadi, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan keberanian, memperluas wawasan, serta belajar menghadapi tantangan dengan sikap positif.
Lebih dari sekadar penghargaan, pendidikan diharapkan mampu merawat potensi setiap anak agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berdisiplin, dan bertanggung jawab.
Merawat benih prestasi berarti menumbuhkan harapan bagi masa depan. Semoga perjalanan ketiga siswa ini dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya untuk terus belajar, berani mengembangkan potensi, dan menjadikan setiap pencapaian sebagai awal dari pertumbuhan yang lebih bermakna.



