By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Koridor Unter den Linden Berlin: Menilik Museum Perang Dingin hingga Transparansi Gedung Parlemen
Internasional

Eksplorasi Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Koridor Unter den Linden Berlin: Menilik Museum Perang Dingin hingga Transparansi Gedung Parlemen

Diajeng Maharini
Last updated: October 13, 2026 10:31 am
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

BERLIN, JERMAN – Bagaimana sebuah negara mengubah jejak masa lalu yang penuh konflik menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang transparan menjadi pokok kajian para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan (SN) saat melakukan eksplorasi di pusat Kota Berlin, Jerman. Rute observasi kali ini membentang di sepanjang arteri utama ibu kota, dimulai dari kawasan akademik Humboldt University dan berakhir di kompleks Brandenburg Gate serta Gedung Parlemen Reichstag.

Rombongan pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan yang terdiri dari Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, dan CEO Enygma Erick Karya menelusuri satu per satu marka tanah (landmark) bersejarah di jalur tersebut. Kawasan ini merupakan laboratorium sejarah hidup yang mempertemukan warisan intelektual Prusia, luka Perang Dunia II, ketegangan Perang Dingin, hingga arsitektur demokrasi Jerman modern.

Selepas mengamati atmosfer akademik di Humboldt University dan monumen peringatan pembakaran buku di Bebelplatz, perhatian delegasi tertuju pada dinamika sejarah abad ke-20 yang terekam di Museum Perang Dingin (Cold War Museum) di kawasan Unter den Linden. Di tempat ini, tersaji dokumentasi komprehensif mengenai bagaimana Kota Berlin pernah menjadi titik paling berbahaya di muka bumi ketika tank-tank Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berhadapan akibat kebuntuan diplomasi.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menyampaikan bahwa keberadaan Museum Perang Dingin di tengah jalur antara universitas dan gedung parlemen memberikan pengingat keras bagi para penyelenggara negara. Berlandaskan pemikiran kenegaraan dan kebangsaan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang menjadi ruh kurikulum Sekolah Negarawan, Prayogi menekankan bahwa ketika kekuasaan kehilangan kebijaksanaan dan hanya mengandalkan ego kekuatan, maka rakyat kecillah yang selalu menjadi korban pertama dari perpecahan.

Bergerak ke ujung jalan Unter den Linden, delegasi melintasi Pariser Platz dan berdiri tepat di bawah pilar-pilar megah Brandenburg Gate, sebelum meninjau kawasan Gedung Parlemen Jerman (Reichstag) serta Memorial bagi Orang Yahudi yang Terbunuh di Eropa (Holocaust Memorial) di sisi selatannya. Keberanian pemerintah Jerman menempatkan monumen pengakuan atas dosa-dosa sejarah masa lalunya tepat di samping gedung parlemen dan kantor kanselir menunjukkan kedewasaan bernegara yang luar biasa.

Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, menilai bahwa kejujuran sejarah dan keterbukaan ruang publik di sekitar Brandenburg Gate dan Gedung Parlemen Reichstag adalah kunci mengapa Jerman mampu bangkit menjadi pemimpin ekonomi dan teknologi di Eropa. Negara tidak menutupi masa lalunya dengan pencitraan semu, melainkan menjadikannya pelajaran konstitusional agar kekuasaan tidak pernah lagi disalahgunakan secara absolut.

You Might Also Like

Paris sebagai Buku Terbuka: Sekolah Negarawan Menelusuri Jejak Peradaban Eropa
Diplomasi Kultural di ISS Den Haag: Refleksi Sekolah Negarawan atas Visi Global Cak Nun
Industri dari China Masuk RI, Partai X: Realokasi Investasi Jangan Sampai Realokasi Upah Murah!
Sekolah Negarawan Persatuan Harus Dimulai dari Kebiasaan Duduk dan Berdialog Bersama

Dalam konteks tata kelola kontemporer, CEO Enygma, Erick Karya, menguraikan bahwa pengawasan terhadap kekuasaan di era digital kini dapat diperkuat melalui teknologi kecerdasan buatan. Sistem Artificial Intelligence (AI) yang dibangun oleh Enygma Solusi Negeri bersama Sekolah Negarawan hadir sebagai instrumen transparansi modern memastikan proses legislasi dan eksekusi kebijakan publik berjalan berbasis data yang objektif, akuntabel, dan bebas dari manipulasi kepentingan sempit.

Rangkaian observasi dari Humboldt University hingga Brandenburg Gate ini memperkaya khazanah riset global Sekolah Negarawan yang telah menjangkau 12 negara selama dua tahun terakhir, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Finlandia, Estonia, Turkiye, kawasan Timur Tengah, Persia (Iran), hingga Asia Tenggara. Seluruh insight strategis dari ekspedisi ini terus didiseminasikan secara berkelanjutan di tanah air, menjangkau ruang-ruang kesadaran publik dari Medan di barat hingga Ternate dan Tidore di timur Indonesia.

Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dari Kampus Para Pemikir di Humboldt University Menuju Brandenburg Gate: Catatan Perjalanan Pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan di Jantung Berlin
Next Article Membaca Ulang Distribusi Kewenangan Berubah Berdasarkan Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Internasional

Perang Dagang Memanas! Partai X Peringatkan Dampaknya ke Ekonomi RI!

March 25, 2025
Internasional

Agenda Elit Global: Saat Kekuatan Ekonomi Mengalahkan Demokrasi

January 23, 2026
Internasional

Terobosan Sekolah Negarawan di ICJ: Memadukan Hukum Global dan Algoritma Kecerdasan Buatan

September 18, 2026
Internasional

Iran Diserang oleh Israel dan Amerika: Merenungkan Ramalan Cak Nun dalam Konteks Peradaban

March 4, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.